Tanamkan Disiplin Sejak Dini, Murid RA Bunga Bangsa Setu Tunjukkan Kebiasaan Positif

- Jurnalis

Senin, 15 Desember 2025 - 23:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI – Pendidikan karakter merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas. Hal inilah yang menjadi fokus utama RA Bunga Bangsa, lembaga pendidikan anak usia dini yang berada di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda Setu.

​Sekolah ini terus berkomitmen menanamkan nilai-nilai kedisiplinan kepada para murid sejak usia dini. Komitmen tersebut tercermin nyata dalam aktivitas belajar mengajar sehari-hari yang berlangsung tertib, teratur, dan penuh keceriaan.

​Konsistensi Jadwal dan Manajemen Waktu

​Sekolah yang dipimpin oleh Ibu Silka Dewi Utami ini menerapkan standar kedisiplinan yang dimulai dari hal paling mendasar, yakni ketepatan waktu. Jadwal masuk sekolah ditetapkan secara konsisten mulai pukul 07.00 hingga 11.00 WIB.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Para murid dibiasakan untuk hadir tepat waktu sebelum bel berbunyi. Sebelum memasuki ruang kelas, siswa diajarkan untuk berbaris dengan rapi (berbanjar), memeriksa kerapian seragam, dan bersalaman dengan guru. Rutinitas ini bertujuan agar anak mengerti batasan waktu dan persiapan diri sebelum memulai aktivitas.

​Membangun Fondasi Karakter Lewat Pembiasaan

​Kepala RA Bunga Bangsa, Silka Dewi Utami, menegaskan bahwa pembiasaan disiplin pada usia Raudhatul Athfal (setara TK) sangat krusial. Menurutnya, usia dini adalah masa emas (golden age) untuk membentuk pola pikir dan perilaku anak.

​“Disiplin bukan hanya sekadar soal datang tepat waktu, tetapi juga membiasakan anak untuk taat aturan, bertanggung jawab atas dirinya sendiri, dan belajar menghargai waktu orang lain,” ujar Silka.

​Ia menambahkan, target utama dari metode ini adalah menumbuhkan kesadaran internal pada anak, sehingga mereka melakukan kebaikan bukan karena takut dimarahi, melainkan karena sudah menjadi kebiasaan.

​Implementasi Disiplin dalam Aktivitas Sederhana

​Selain ketepatan waktu, murid-murid RA Bunga Bangsa juga dilatih disiplin melalui kegiatan sederhana namun bermakna di dalam kelas, antara lain:

  • Tanggung Jawab Barang Pribadi: Menyimpan sepatu di rak yang disediakan dan meletakkan tas pada tempatnya.
  • Budaya Antre: Membiasakan budaya antre saat mencuci tangan atau mengambil air minum.
  • Kemandirian: Merapikan kembali mainan dan perlengkapan belajar setelah digunakan.

​Para guru di sini memegang peran vital sebagai role model atau teladan. Guru tidak hanya memberi perintah, tetapi mencontohkan perilaku disiplin tersebut agar dapat diserap secara alami (natural) oleh anak-anak.

​Integrasi Nilai Keislaman dan Lingkungan Pesantren

​Keunggulan lain dari sekolah ini adalah lokasinya yang strategis di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Huda Setu. Atmosfer pesantren turut mendukung pembentukan karakter disiplin yang berpadu harmonis dengan nilai-nilai keislaman (akhlakul karimah).

​Sinergi antara kurikulum akademik dan nilai agama ini diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki adab yang santun dan spiritualitas yang baik.

​Dengan pembinaan yang konsisten serta kolaborasi aktif antara guru dan orang tua di rumah, RA Bunga Bangsa optimis dapat terus mencetak lulusan yang disiplin, mandiri, dan siap secara mental untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Tertarik menyekolahkan buah hati Anda di lingkungan yang disiplin dan Islami? Kunjungi RA Bunga Bangsa di kompleks Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda Setu untuk informasi pendaftaran lebih lanjut.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pegiat Kopi Ungkap Potensi Ekonomi Kopi Windusari di Kabupaten Magelang
Kurs Rupiah Hari Ini: Ditutup Melemah, Pasar “Wait and See” Jelang RDG BI
Pengamat Prediksi Rupiah Tembus Rp17.100 per Dolar AS Pekan Ini
GMNI Jakarta Timur Desak Menkeu Copot Dirjen Pajak Buntut Dugaan Suap
AS Perketat Syarat Masuk Jelang Piala Dunia 2026, 75 Negara Masuk Daftar Hitam
Waspada Ancaman Mata Kering di Jabodetabek: 41% Warga Terdampak Tanpa Sadar
905 Ribu Kendaraan Padati Jalur Puncak Bogor Selama Nataru
Revolusi Sepak Bola: FIFA Uji Coba “Wenger Law” dan Aturan Kiper untuk Akhiri Era Offside Milimeter

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 12:27 WIB

Pegiat Kopi Ungkap Potensi Ekonomi Kopi Windusari di Kabupaten Magelang

Selasa, 20 Januari 2026 - 22:31 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini: Ditutup Melemah, Pasar “Wait and See” Jelang RDG BI

Senin, 19 Januari 2026 - 08:40 WIB

Pengamat Prediksi Rupiah Tembus Rp17.100 per Dolar AS Pekan Ini

Senin, 19 Januari 2026 - 04:53 WIB

GMNI Jakarta Timur Desak Menkeu Copot Dirjen Pajak Buntut Dugaan Suap

Minggu, 18 Januari 2026 - 20:26 WIB

AS Perketat Syarat Masuk Jelang Piala Dunia 2026, 75 Negara Masuk Daftar Hitam

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca