Teror Mencekam! Aktivis KontraS Disiram Air Keras Usai Podcast, Begini Respons Menko Yusril

- Jurnalis

Sabtu, 14 Maret 2026 - 08:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

​Poin Utama:

  • ​Korban: Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.
  • ​Lokasi & Waktu: Sekitar Kantor YLBHI, Jakarta, sesaat setelah pukul 23.00 WIB.
  • ​Insiden: Serangan penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) yang menyebabkan luka serius di wajah, mata, dada, dan kedua tangan.
  • ​Respons Pemerintah: Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, akan segera melakukan koordinasi lintas lembaga untuk menindaklanjuti kasus tersebut.

​Teror Aktivis KontraS: Andrie Yunus Jadi Korban Penyiraman Air Keras

​Kasus kekerasan terhadap pejuang Hak Asasi Manusia (HAM) kembali mencoreng wajah demokrasi Indonesia. Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban teror penyiraman air keras oleh Orang Tidak Dikenal (OTK).

​Insiden tragis ini mengakibatkan luka serius di sekujur tubuh korban, dan memicu desakan publik agar pemerintah segera turun tangan mengusut tuntas aktor intelektual di balik penyerangan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kronologi Singkat Kejadian Usai Rekaman di YLBHI

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa penyiraman air keras tersebut terjadi pada malam hari, sesaat setelah Andrie Yunus menyelesaikan kegiatannya di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta.

​Saat itu, Andrie baru saja rampung melakukan perekaman siniar (podcast) yang mengangkat tema krusial, yakni “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”. Kegiatan diskusi tersebut diketahui selesai pada sekitar pukul 23.00 WIB.

​Tidak berselang lama setelah keluar dari lokasi, OTK melancarkan serangan air keras secara tiba-tiba.

Serangan mematikan ini menyasar area vital, mengakibatkan luka bakar parah pada tangan kanan dan kiri, area dada, wajah, serta bagian mata korban. Saat ini, korban tengah mendapatkan penanganan medis intensif.

​Respons Pemerintah: Menko Yusril Janji Segera Koordinasi

​Merespons teror terhadap aktivis KontraS ini, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, angkat bicara. Ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Jumat (13/03/2026), Yusril mengaku belum menerima laporan lengkap mengenai detail insiden tersebut.

​”Saya belum tahu, saya. Belum dapat kabar tentang hal itu,” ungkap Yusril kepada awak media.

​Kendati demikian, Yusril memastikan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Ia menegaskan akan segera menjalin komunikasi dengan pihak kepolisian dan lembaga terkait untuk mengetahui duduk perkara dan memastikan proses hukum berjalan.

​Langkah Cepat Diperlukan untuk Lindungi Kebebasan Berpendapat

​”Ya, nanti saya koordinasikan. Saya belum tahu, nanti saya koordinasi dulu ya,” tambah Yusril.

​Kasus Andrie Yunus menambah daftar panjang intimidasi dan kekerasan terhadap aktivis HAM di Tanah Air.

Publik kini menanti langkah nyata dari Kepolisian dan Kementerian Koordinator Bidang Hukum dan HAM untuk segera menangkap pelaku dan mengungkap motif di balik serangan pengecut ini. Pengusutan yang transparan sangat penting guna menjamin keamanan setiap warga negara dalam menyuarakan pendapat.

Bagaimana tanggapan Anda mengenai rentetan teror terhadap aktivis HAM di Indonesia? Jangan biarkan kasus ini tenggelam! Tinggalkan pendapat Anda di kolom komentar, dan bagikan artikel ini untuk terus mengawal proses hukumnya.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Hanya Berani Tangkap Koruptor Kelas Teri di Kasus BBPJN Sumut? Ini Faktanya!
Dugaan Korupsi KSO PT Migas Menggurita, Kejagung Periksa 3 ASN Pemkot Bekasi dan Petinggi Foster Oil
Koperasi Desa Merah Putih: Harapan Baru Demokrasi Ekonomi Era Prabowo Menuju Keadilan Sosial
Gebrak Korps Bhayangkara! Baru Sehari Menjabat, Kapolri Suyudi Langsung Rotasi 19 Kapolda
Jangan Cuma Gugur Kewajiban! Jelang Wajib Halal 2026, Sertifikasi Halal Jadi Kunci Sukses Pelaku Usaha
Sah! Jenderal Suyudi Ario Seto Pegang Tongkat Komando Kapolri Usai Sertijab di Mabes Polri
Prabowo Lantik 26 Tokoh Wantimpres Baru: Dari Pratikno, Rocky Gerung, hingga Anwar Usman
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Isyana Sarasvati dan Olivia Zalianty Gebrak Generasi Muda Lewat Lagu Nasionalisme
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Dugaan Korupsi KSO PT Migas Menggurita, Kejagung Periksa 3 ASN Pemkot Bekasi dan Petinggi Foster Oil

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:44 WIB

Koperasi Desa Merah Putih: Harapan Baru Demokrasi Ekonomi Era Prabowo Menuju Keadilan Sosial

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Gebrak Korps Bhayangkara! Baru Sehari Menjabat, Kapolri Suyudi Langsung Rotasi 19 Kapolda

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:43 WIB

Jangan Cuma Gugur Kewajiban! Jelang Wajib Halal 2026, Sertifikasi Halal Jadi Kunci Sukses Pelaku Usaha

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Sah! Jenderal Suyudi Ario Seto Pegang Tongkat Komando Kapolri Usai Sertijab di Mabes Polri

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x