Update Tragedi Longsor TPST Bantargebang: 4 Meninggal Dunia, Wali Kota Bekasi Pastikan Tidak Ada Korban Warga Lokal!

- Jurnalis

Senin, 9 Maret 2026 - 11:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, terjun langsung ke lokasi insiden tanah longsor yang terjadi di kawasan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Minggu (08/03/2026).

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, terjun langsung ke lokasi insiden tanah longsor yang terjadi di kawasan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Minggu (08/03/2026).

Poin Utama:

  • Lokasi & Kejadian: Bencana longsor tumpukan sampah terjadi di TPST Bantargebang pada Minggu (8/3/2026) sore.
  • Angka Korban: Terdapat 6 korban terdampak (4 meninggal dunia, 2 selamat), di mana 5 orang sempat tertimbun material longsor.
  • Identitas: Seluruh korban dipastikan bukan warga ber-KTP Kota Bekasi; 3 korban tewas telah diidentifikasi oleh DLH DKI Jakarta.
  • Tindakan Evakuasi: Pemkot Bekasi mengerahkan masing-masing 2 regu dari BPBD dan Disdamkarmat untuk membantu percepatan proses evakuasi di lokasi.

BEKASI – Musibah tanah longsor yang melanda Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang pada Minggu (08/03/2026) sore terus menjadi sorotan.

Di tengah duka dan proses evakuasi yang masih berlangsung, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, memberikan keterangan resmi terkait status kependudukan para korban terdampak.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Tri Adhianto memastikan bahwa hingga saat ini, tidak ada warga asli Kota Bekasi yang menjadi korban jiwa dalam tragedi nahas tersebut.

​Wali Kota Bekasi Konfirmasi Status Kependudukan Korban

​Berdasarkan laporan terbaru di lapangan, musibah longsor TPST Bantargebang ini berdampak pada enam orang, dengan rincian empat korban dilaporkan meninggal dunia dan dua orang berhasil diselamatkan. Dari total korban tersebut, lima di antaranya sempat tertimbun material longsoran.

​”Sementara masih belum ada (korban dari warga lokal). Jadi, semuanya ber-KTP di luar Kota Bekasi,” tegas Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulisnya, Senin (09/03/2026).

​Pernyataan ini memberikan sedikit kelegaan bagi warga sekitar, meski duka mendalam tetap dirasakan atas jatuhnya korban jiwa dalam insiden yang terjadi di wilayah pengelolaan Pemprov DKI Jakarta tersebut.

​Pengerahan Tim Evakuasi Gabungan Pemkot Bekasi

​Merespons kondisi darurat pasca kejadian, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi tidak tinggal diam. Sejak Minggu sore, bala bantuan telah dikerahkan ke titik lokasi longsor untuk mempercepat proses penyelamatan.

​Tri menjelaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi untuk turun tangan langsung.

​”Karena ini pengawalannya oleh DKI Jakarta, yang pertama tentu kita menempatkan BPBD dan Pemadam Kebakaran kita, masing-masing 2 regu untuk melakukan proses evakuasi. Hari ini yang paling penting adalah bagaimana kita fokus mengevakuasi para korban,” jelasnya.

​Identifikasi Korban oleh DLH DKI Jakarta

​Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta telah mengeluarkan keterangan resmi terkait identifikasi awal para korban yang terdampak longsor di TPST Bantargebang.

​Berdasarkan data sementara yang dihimpun oleh tim di lapangan, musibah ini merenggut nyawa tiga orang yang identitasnya telah diketahui, yaitu:

  • Ibu Sumini (60 Tahun): Pemilik warung yang berada di sekitar lokasi longsor.
  • Dedi Sutrisno: Pengemudi truk Suku Dinas (Sudin) Lingkungan Hidup Jakarta Pusat.
  • Endah Widayati (25 Tahun): Warga yang berprofesi sebagai pemulung di area TPST.

​Proses investigasi dan pembersihan material longsor masih terus dilakukan oleh tim gabungan untuk memastikan tidak ada korban tambahan serta mencegah potensi longsor susulan.

Mari bersama kita doakan para korban tragedi longsor TPST Bantargebang. Bagikan artikel ini untuk menyebarkan informasi terbaru dan akurat seputar proses evakuasi. Jangan lupa tinggalkan pendapat Anda di kolom komentar mengenai langkah mitigasi apa yang seharusnya segera diambil oleh pemerintah!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Targetkan 30 Ribu Pelanggan, Perumda Tirta Bhagasasi Tarumajaya Tekan Kebocoran Air
Nasib Banpres FO Bulak Kapal Menggantung, Pemkot Bekasi Tunggu Pusat
Awas Hewan Kurban Sakit! Sekda Junaedi Perintahkan Tim Medis Sisir 12 Kecamatan
CFD Baru Kota Bekasi Sasar Alun-Alun, Sekda Wanti-Wanti Macet!
Kualitas Udara Kota Bekasi Tidak Sehat, AQI Pagi Ini Tembus 153
Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan di SPMB 2026, Pemkot Bekasi Pangkas Kapasitas Rombel SMPN
Panti Pijat ‘Be Glow’ Diduga Pakai Izin Bodong
Jadi Syarat Wajib dalam SPMB 2026, Disdukcapil Kota Bekasi Gencarkan Pembuatan KIA
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 14:36 WIB

Targetkan 30 Ribu Pelanggan, Perumda Tirta Bhagasasi Tarumajaya Tekan Kebocoran Air

Senin, 11 Mei 2026 - 12:00 WIB

Nasib Banpres FO Bulak Kapal Menggantung, Pemkot Bekasi Tunggu Pusat

Senin, 11 Mei 2026 - 11:10 WIB

Awas Hewan Kurban Sakit! Sekda Junaedi Perintahkan Tim Medis Sisir 12 Kecamatan

Senin, 11 Mei 2026 - 09:41 WIB

Kualitas Udara Kota Bekasi Tidak Sehat, AQI Pagi Ini Tembus 153

Minggu, 10 Mei 2026 - 15:20 WIB

Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan di SPMB 2026, Pemkot Bekasi Pangkas Kapasitas Rombel SMPN

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x