Berpotensi Ancam Kesehatan, Pagi Ini Kualitas Udara di Kota Bekasi Buruk

- Jurnalis

Rabu, 29 Mei 2024 - 10:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar AirVisual IQAir.

Tangkapan layar AirVisual IQAir.

KOTA BEKASI – Data AirVisual IQAir melaporkan kualitas udara di Kota Bekasi, pada Rabu (29/05) pagi ini mendapat “rapot merah”, sebagai wilayah memiliki kualitas udara tidak sehat bagi manusia. Dari data AirVisual IQAir, yang dilihat oleh RakyatBekasi.com, kualitas udara Kota Bekasi pukul 07.00 hingga 08.00 WIB berada di angka 69,8 secara PM2.5, berdasarkan US Air Quality Index (AQI) atau indeks kualitas udara. Sekedar informasi, PM2.5 adalah merupakan partikel yang mengambang di udara dengan ukuran diameter 2,5 mikrometer atau kurang. Ukuran PM2.5 sangat kecil, sehingga dapat diserap ke dalam aliran darah saat bernapas. Karena alasan ini, biasanya polutan ini menimbulkan ancaman kesehatan terbesar. Sedangkan, berdasarkan US Air Quality Index (AQI) atau indeks kualitas udara. Kualitas udara di Kota Bekasi pada waktu yang sama berada di angka 161. Diketahui, AirVisual IQAirmerupakan situs daring penyedia peta polusi di dunia. AQI menjadi indeks yang menggambarkan tingkat keparahan kualitas udara di suatu wilayah. Rentang nilai AQI mulai dari 0 sampai 500. Angka 0-50 adalah kualitas udara berkategori baik. 51-100 berkualitas sedang. Sementara, nilai 101-150 menunjukkan kualitas udara tidak sehat untuk kelompok sensitif seperti orang mengidap penyakit paru dan jantung ataupun orang lanjut usia. Sedangkan nilai 151-200 masuk dalam kategori tidak sehat bagi semua orang. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kota Bekasi juga tengah menyiapkan beberapa langkah khusus kesiapan diri dalam menyambut masuknya musim kemarau yang diprediksi akan terjadi dari Bulan Mei hingga Agustus 2024 mendatang. Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kota Bekasi Dwie Andriyani mengatakan, bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (LH) untuk segera melakukan mitigasi langkah-langkah penanganan.
“Kita sudah koordinasi dengan LH kaitan dengan musim kemarau,” ucap Plh Sekda Kota Bekasi Dwie Andriyani saat dikonfirmasi RakyatBekasi melalui keterangan resminya, dikutip Rabu (29/05/2024) pagi.
Dwie menjelaskan bahwa potensi musim kemarau akan berdampak pada kondisi potensi cuaca panas. Oleh sebab itu, Pemerintah Daerah sudah mencoba melakukan opsi terbaik dalam menyikapi musim kemarau.
“Antisipasinya, karena panasnya yang luar biasa, saya sudah kemarin dengan LH memang kita sudah mencoba antisipasi dengan terjadinya kebakaran atau apa. Jadi lebih banyak dengan teman-teman LH untuk segera menyelesaikan,” paparnya.

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Imbas Dolar Naik dan Kendala Lapangan, Proyek JPO Stasiun Bekasi Molor Dua Bulan
Begal Sadis Jatisampurna Diringkus: Eksekutor Ojol Residivis
BAZNAS Kota Bekasi Berhentikan Amil, Klaim Sesuai Aturan Konflik Kepentingan
Realisasi Dana RW Rp100 Juta Lesu, Baru Cair 10.39 Persen!
Realisasi Dana RW Beken Capai Rp10.6 Miliar, 106 RW Sudah Cairkan Anggaran hingga Juni 2026
Evaluasi Layanan! Bus Trans Beken Stop Beroperasi 30 Hari Mulai Hari Ini
Pemkot Bekasi Larang Sumpah Pocong dalam Kasus Dugaan Pelecehan Kasatpol PP terhadap 4 Pegawai
Raup Laba Rp8,8 M, Perumda Tirta Patriot Setor PAD Kota Bekasi Rp4 Miliar
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:54 WIB

Imbas Dolar Naik dan Kendala Lapangan, Proyek JPO Stasiun Bekasi Molor Dua Bulan

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:48 WIB

Begal Sadis Jatisampurna Diringkus: Eksekutor Ojol Residivis

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:18 WIB

BAZNAS Kota Bekasi Berhentikan Amil, Klaim Sesuai Aturan Konflik Kepentingan

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:13 WIB

Realisasi Dana RW Rp100 Juta Lesu, Baru Cair 10.39 Persen!

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:54 WIB

Realisasi Dana RW Beken Capai Rp10.6 Miliar, 106 RW Sudah Cairkan Anggaran hingga Juni 2026

Berita Terbaru

Momen diskusi teknis yang dipimpin Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi, jajaran Pemkot Bekasi, dan tokoh masyarakat saat merumuskan skema alih teknologi pengolahan sampah menjadi energi (PSEL) di markas Wangneng, China.

Parlementaria

Siap Olah 1.500 Ton Sampah, DPRD Kota Bekasi Puji Kesiapan Wangneng

Jumat, 3 Jul 2026 - 12:06 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x