Dishub Tuding Ojol sebagai Penyebab Lalulintas ‘Crowded’ di Stasiun Bekasi pada Jam Sibuk

- Jurnalis

Kamis, 15 Agustus 2024 - 15:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah Ojek online nampak menunggu penumpang dengan berhenti di pinggir jalan sehingga menambah crowded stasiun Bekasi.

Sejumlah Ojek online nampak menunggu penumpang dengan berhenti di pinggir jalan sehingga menambah crowded stasiun Bekasi.

KOTA BEKASI – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi melaporkan terkait kemacetan lalulintas yang terjadi di Jalan Ir H Juanda area depan Stasiun Bekasi pada jam-jam sibuk baik pagi maupun sore hari.

Salah satu faktor kemacetan adalah ojek online (Ojol) yang kerap parkir di sembarang tempat untuk menjemput dan menurunkan penumpang. Padahal, sudah disediakan kantung parkir di sekitaran area Stasiun.

“Jadi gini kaitan dengan Bidang Lalulintas sudah memasang rambu larangan parkir termasuk Traffic Cone untuk mengarahkan teman-teman pengemudi ojol agar tidak menggunakan trotoar. Karena selama ini trotoar digunakan sebagai tempat menunggu Ojol, terus ada Pedagang Kaki Lima (PKL) maupun penitipan motor yang menggunakan trotoar,” ungkap Kepala Bidang Teknik Lalu Lintas Dishub Kota Bekasi Teguh Indrianto saat dikonfirmasi rakyatbekasi.com melalui keterangannya, dikutip Kamis (15/08/2024).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masih banyaknya driver ojol yang tidak memanfaatkan serta menggunakan area belakang Stasiun Bekasi di Jalan Perjuangan sebagai lokasi Drop off penumpang yang hendak ke Stasiun maupun di Jalan Ir H Juanda sebagai lokasi angkut dan turun penumpang, kata Teguh, itu yang menjadi permasalahan.

“Akhirnya masih berada di sepanjang Jalan Perjuangan atau di Simpang Indomaret. Saya sudah bilang ke mereka harus ada penyesuaian notifikasi antar jemputnya di aplikasi melalui (drop out) penumpang, supaya mereka tidak lagi menggunakan Jalan Ir H Juanda,” tandasnya.

Di sisi lain, kata dia, para calon penumpang ojol pun turut menambah beban masalah dengan meminta para driver Ojol untuk menghampiri mereka. Padahal para konsumen yang seharusnya menghampiri para driver Ojol tersebut.

“Ini kan jadi masalah juga akhirnya dari si Abang ojol ini menghampiri si penumpang, Jadi kebalik yang seharusnya kita siapkan kantong-kantongnya parkirnya. Konsumennya kita arahkan untuk berjalan kaki menuju driver ojol nya yang bener kan gitu,” jelasnya.

“Jadi kesepahaman ini yang balik lagi yang saya mohonkan kepada teman-teman koordinator ojol baik dari Grab dan Go-Jek maupun Maxim memberikan edukasi supaya untuk polanya dirubah, biar konsumen yang menghampiri mereka. Karena itu banyak ratusan atau ribuan mungkin, para driver Ojol namanya bandel yang penting dapat orderan. Akhirnya alih-alih ingin mendapatkan pelayanan terbaik, malah mereka yang menghampiri customer alih-alih supaya dapat Bintang 5,” keluhnya.

Berdasarkan hal tersebut di atas, kata Teguh, Bidang Lalu Lintas sudah berkoordinasi dengan Bidang Sarana dan Prasarana maupun Pengendalian dan Operasional (Dal OPS) di Dinas Perhubungan agar turut bekerjasama melakukan penataan maupun peneguran.

“Posisi Bidang Dal OPS juga sudah diinformasikan untuk menempatkan petugas di jam sibuk pagi dan sore. Dikarenakan, kemacetan itu utamanya di jam sore sebetulnya yang paling parah. Makanya harus konsisten kita dalam penempatan butir-butir di Jam sore,” tuturnya.

Sebab, apabila ada petugas yang berperan aktif di lokasi, paling tidak membuat rasa nyaman dan tenang bagi para pengguna jalan.

“Sehingga sudah tidak ada lagi petugas Kepolisian maupun Dishub, yang tidak lagi menjadi kritik dari para pengguna jalan dalam menggunakan jempol-jempol mereka pada saat stuck di lokasi, untuk memviralkan yang sering menjadi aduan dan keluhan makin banyak,” pungkasnya.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saldo Miliaran Tertahan, Gekrafs Bekasi Seret TikTok ke DPR RI
Kadin Kota Bekasi Dorong Business Matching Pengusaha Lokal dalam Proyek PSEL Sumurbatu
Protes Rencana Potongan TPP 2026, ASN dan PPPK Singgung Besarnya Tunjangan Pejabat Pemkot Bekasi
Kabar Gembira! Pemkot Bekasi Perpanjang Diskon BPHTB PTSL 50% Hingga Akhir 2026
​Gebrakan Monumental Zenza TekSas: Tulis 45 Naskah Sejarah Tematik jelang HUT RI ke 81
Imbas Dolar Naik dan Kendala Lapangan, Proyek JPO Stasiun Bekasi Molor Dua Bulan
Begal Sadis Jatisampurna Diringkus: Eksekutor Ojol Residivis
BAZNAS Kota Bekasi Berhentikan Amil, Klaim Sesuai Aturan Konflik Kepentingan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:47 WIB

Saldo Miliaran Tertahan, Gekrafs Bekasi Seret TikTok ke DPR RI

Jumat, 3 Juli 2026 - 17:41 WIB

Kadin Kota Bekasi Dorong Business Matching Pengusaha Lokal dalam Proyek PSEL Sumurbatu

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:20 WIB

Protes Rencana Potongan TPP 2026, ASN dan PPPK Singgung Besarnya Tunjangan Pejabat Pemkot Bekasi

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:40 WIB

Kabar Gembira! Pemkot Bekasi Perpanjang Diskon BPHTB PTSL 50% Hingga Akhir 2026

Jumat, 3 Juli 2026 - 14:52 WIB

​Gebrakan Monumental Zenza TekSas: Tulis 45 Naskah Sejarah Tematik jelang HUT RI ke 81

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x