TPA Sumur Batu Darurat Longsor, Antrean Truk Sampah Mengular

- Jurnalis

Jumat, 28 Maret 2025 - 23:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Antrean Truk Sampah mengular tak bisa buang muatan di TPA Sumurbatu, Jumat (28/03/2025).

Antrean Truk Sampah mengular tak bisa buang muatan di TPA Sumurbatu, Jumat (28/03/2025).

Longsor sampah kembali terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jumat (28/03/2025).

Kejadian ini menyebabkan antrean panjang truk sampah dari berbagai wilayah, yang memperburuk situasi penumpukan sampah di lokasi tersebut.

Longsoran sampah kali ini dipicu oleh curah hujan yang tinggi selama musim penghujan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabid Penanganan Sampah dan Kemitraan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Budi Rahman, menjelaskan bahwa volume longsoran sampah di TPA Sumur Batu meningkat signifikan akibat hujan yang terjadi hampir setiap hari di wilayah Bantar Gebang.

“Saat ini, intensitas curah hujan di Kecamatan Bantar Gebang sangat tinggi sehingga mengakibatkan longsoran sampah yang cukup besar setiap hari,” ujar Budi dalam keterangannya kepada awak media Jumat (28/03/2025).

Selain curah hujan yang terus-menerus, kondisi infrastruktur jalan menuju TPA Sumur Batu juga menjadi kendala.

Menurut Budi, akses jalan yang sudah rusak berat semakin diperparah oleh hujan, yang mempercepat longsoran sampah dan mempersulit mobilitas truk pengangkut sampah.

“Akses jalan masuk ke TPA Sumur Batu sangat buruk, ditambah hujan yang terus-menerus membuat kondisi semakin parah. Ini mempercepat terjadinya longsoran sampah dan memperlambat operasional,” jelasnya.

Keterbatasan alat berat juga menghambat upaya penanganan di TPA Sumur Batu. Dari total 25 unit alat berat yang tersedia, hanya lima unit yang berfungsi: empat excavator dan satu buldoser.

Kapasitas tersebut dinilai jauh dari cukup untuk mengatasi masalah longsoran sampah yang besar.

DLH Kota Bekasi telah melakukan sejumlah upaya maksimal untuk mengurangi dampak longsor dan mengatasi antrean truk sampah.

Salah satunya adalah dengan menarik longsoran sampah sejauh 30 meter ke bagian belakang untuk membuka jalan bagi truk yang tertahan.

“Kami sudah berusaha menarik sampah longsor ke belakang sekitar 30 meter agar truk dapat melintas. Namun, kami masih membutuhkan tambahan alat berat untuk mempercepat proses ini,” ungkap Budi.

Guna mempercepat normalisasi di TPA Sumur Batu, DLH Kota Bekasi telah berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi untuk meminjam tiga unit alat berat tambahan, termasuk dua excavator.

Penambahan alat berat ini diharapkan dapat meminimalisir dampak longsoran sampah dan mempercepat proses distribusi sampah di TPA.

“Kami sudah mengajukan peminjaman tiga alat berat tambahan kepada DBMSDA Kota Bekasi untuk membantu proses normalisasi. Harapannya, dengan tambahan alat ini, kami dapat menangani longsoran sampah lebih cepat,” tegas Budi.

DLH Kota Bekasi berharap agar Pemerintah Kota Bekasi dapat memberikan perhatian lebih terhadap permasalahan di TPA Sumur Batu, termasuk dengan memperbaiki infrastruktur jalan dan meningkatkan jumlah alat berat yang tersedia.

Tanpa langkah-langkah tersebut, masalah longsoran sampah dapat terus terjadi dan berdampak pada pengelolaan sampah yang lebih luas di Kota Bekasi.

Dengan upaya kolaboratif dari berbagai pihak, Budi optimis bahwa situasi di TPA Sumur Batu dapat segera diatasi.

“Kami membutuhkan kerja sama dari semua pihak untuk menyelesaikan masalah ini. Perbaikan jalan, penambahan alat berat, dan sinergitas antar OPD menjadi kunci utama dalam mengatasi permasalahan ini,” pungkasnya.

Visited 290 times, 1 visit(s) today

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Banjir Duren Jaya: Warga Desak Pemkot Bekasi Evaluasi Camat
Semen Padang FC Ngotot Kandang di Patriot: Kami Fatsun Wali Kota Bekasi!
Proyek Pedestrian Rp7,6 Miliar Jalan Sudirman Lanjut Usai Insiden Pipa PGN Bocor
Kemenhaj Kota Bekasi Pantau Kesehatan Jemaah Haji Selama 20 Hari Pasca Kepulangan
Pekan Depan, 25 Petugas Dishub Kota Bekasi Digembleng Kemenhub
Tragedi Maut Tewaskan Pedagang di Bekasi, Sopir Mobil MBG Resmi Tersangka
Kenaikan Gaji Semu? RSUD Jatisampurna Diduga Akali Iuran BPJS Kesehatan
Daya Beli Lesu, Libur Panjang Gagal Ramaikan Mall di Bekasi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 16:18 WIB

Banjir Duren Jaya: Warga Desak Pemkot Bekasi Evaluasi Camat

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:43 WIB

Semen Padang FC Ngotot Kandang di Patriot: Kami Fatsun Wali Kota Bekasi!

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:38 WIB

Proyek Pedestrian Rp7,6 Miliar Jalan Sudirman Lanjut Usai Insiden Pipa PGN Bocor

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:13 WIB

Kemenhaj Kota Bekasi Pantau Kesehatan Jemaah Haji Selama 20 Hari Pasca Kepulangan

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:04 WIB

Tragedi Maut Tewaskan Pedagang di Bekasi, Sopir Mobil MBG Resmi Tersangka

Berita Terbaru

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x