KOTA BEKASI – Kondisi darurat sampah di Kota Bekasi semakin mengkhawatirkan setelah longsoran sampah kembali terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumurbatu, Bantar Gebang. Insiden yang terjadi berulang kali ini kini mengancam operasional Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT), sebuah fasilitas vital milik pemerintah daerah.
Krisis ini terekam jelas dalam sebuah video amatir yang menyebar luas di media sosial, menunjukkan betapa gentingnya situasi di lapangan dan memicu kekhawatiran publik akan potensi lumpuhnya sistem pengolahan limbah di Kota Bekasi.
Video Amatir Rekam Detik-Detik Longsoran Sampah
Sebuah video berdurasi 2 menit 42 detik menjadi bukti visual dari longsoran sampah di TPA Sumur Batu. Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas bagaimana gunungan sampah yang menjulang tinggi perlahan merosot dan bergerak mendekati area kolam pengolahan milik IPLT.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Terdengar suara seorang warga yang merekam kejadian sambil menyuarakan keprihatinannya atas kondisi yang telah berlangsung lama tanpa penanganan serius.
”Ini (longsor) sudah berjalan dua bulan seperti ini. Dinas bukannya tidak tahu,” ungkap suara dalam rekaman video yang diambil pada Senin (06/10/2025) tersebut. Narator video juga menegaskan bahwa pihak IPLT sudah berulang kali meminta solusi.
Overload Kapasitas Diduga Jadi Pemicu Utama
Menurut pengamatan di lokasi dan keterangan dalam video, longsoran ini diduga kuat terjadi akibat TPA Sumur Batu yang sudah mengalami kelebihan kapasitas atau overload. Volume sampah harian yang masuk dari seluruh wilayah Kota Bekasi disinyalir telah melampaui daya tampung maksimal zona pembuangan yang ada.
Kritik tajam pun dilayangkan pada pola manajemen sampah yang dianggap tidak efektif dan terkesan dipaksakan.
”Penanganan sampah Kota Bekasi itu sudah tidak benar. Dipaksakan terus setiap hari pelayanan (pengangkutan sampah), sementara zona (TPA) sudah tidak mampu menampung,” lanjut narator dalam video tersebut.
Nasib IPLT di Ujung Tanduk, Relokasi Mendesak
Ancaman paling nyata dari longsoran ini adalah terhentinya operasional IPLT, fasilitas krusial untuk mengolah limbah tinja dari masyarakat. Pihak pengelola IPLT dilaporkan telah berulang kali mengajukan permohonan pemindahan lokasi (relokasi) karena area operasional mereka terus-menerus terdampak longsoran sampah.
”Pihak pengelola IPLT mengajukan pindah karena kena longsoran sampah terus,” jelas suara dalam video. “Ini bukan semata-mata IPLT ingin pindah ke area baru, tapi gara-gara ulah sampah. Penanganannya tidak benar.”
DLH Kota Bekasi Belum Beri Tanggapan
Hingga berita ini diturunkan pada Selasa (07/10/2025), pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi sebagai otoritas yang berwenang belum memberikan pernyataan resmi. Belum ada informasi terkait langkah-langkah darurat yang akan diambil untuk mengatasi longsoran maupun kejelasan mengenai tindak lanjut permohonan relokasi IPLT.
Sikap diam dari pihak berwenang ini semakin meningkatkan kecemasan publik akan eskalasi krisis pengelolaan sampah di Kota Bekasi.
Ikuti terus perkembangan terbaru mengenai krisis sampah di TPA Sumur Batu hanya di rakyatbekasi.com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.















