Longsor di TPA Sumur Batu, Pemkot Bekasi Kaji Status Darurat Sampah di Tengah Antrean Truk

- Jurnalis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Antrean Truk Sampah mengular tak bisa buang muatan di TPA Sumurbatu, Jumat (28/03/2025).

Antrean Truk Sampah mengular tak bisa buang muatan di TPA Sumurbatu, Jumat (28/03/2025).

BEKASI — Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi tengah mempertimbangkan penetapan status darurat sampah Kota Bekasi menyusul insiden longsor di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Bantargebang.

Kondisi ini menyebabkan antrean panjang truk pengangkut sampah dan berpotensi mengganggu layanan kebersihan di seluruh wilayah.

​Meski Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah mendorong agar status darurat segera ditetapkan, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyatakan pihaknya tidak akan terburu-buru dan masih menunggu hasil kajian teknis serta koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dampak Longsor: Antrean Truk dan Keluhan Warga

​Insiden longsor di TPA Sumur Batu telah mengganggu operasional pembuangan sampah secara signifikan. Jalur akses armada truk terhambat, mengakibatkan antrean kendaraan yang mengular di pintu masuk TPA.

Situasi diperparah dengan mulai ditutupnya Zona 3 dan 6, sehingga kendaraan harus dialihkan ke Zona 1 dan 2. Hal ini menimbulkan kepadatan dan memperlambat proses dumping.

Akibatnya, muncul keluhan dari masyarakat mengenai keterlambatan pengangkutan sampah di lingkungan mereka.

Pandangan Berbeda di Internal Pemerintah

​Terdapat perbedaan pandangan antara DLH dan Wali Kota mengenai urgensi penetapan status darurat.

DLH Dorong Penetapan Status Darurat

​Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kiswatiningsih, menyatakan bahwa penetapan status darurat perlu segera dibahas. Hal ini didasarkan pada tinjauan langsung ke lokasi pada Senin (20/10/2025), di mana kondisi TPA dinilai sudah tidak optimal.

​”Kemarin saya cek ke TPA, nanti (kami akan) duduk bareng dengan OPD terkait dulu untuk penetapannya, khususnya dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah),” ucap Kiswatiningsih.

​Langkah perbaikan awal, seperti pembukaan dan perapihan jalur pembuangan menggunakan alat berat, terus dilakukan sembari menunggu keputusan lebih lanjut.

Wali Kota: Tunggu Kajian Teknis dan Forkopimda

​Di sisi lain, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dalam keterangannya pada Selasa (21/10/2025), menekankan pentingnya kehati-hatian. Menurutnya, keputusan besar seperti ini harus didasari oleh data teknis yang kuat dan kesepakatan bersama Forkopimda.

​”Ya, nanti tergantung masukan secara teknis dari dinas teknis, dan kemudian nanti akan ditetapkan bersama-sama dengan Pak Kapolres, Pak Dandim, dan Forkopimda,” kata Tri.

​Ia juga mengingatkan bahwa status darurat sebelumnya pernah ditetapkan ketika tumpukan sampah mengganggu kinerja Instalasi Pengolahan Air (IPA), yang mengindikasikan bahwa penetapan status darurat memerlukan kondisi krisis yang jelas.

​”Kami sedang antisipasi agar tidak lagi terjadi penumpukan-penumpukan sampah di wilayah-wilayah,” sambungnya.

​Saat ini, Pemkot Bekasi masih terus melakukan evaluasi mendalam sebelum mengambil keputusan final terkait status darurat pengelolaan sampah di TPA Sumur Batu.

Apakah Anda merasakan dampak dari antrean truk sampah di TPA Sumur Batu? Bagikan pengalaman Anda di kolom komentar.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

​Kota Bekasi Darurat Narkoba! Modus ‘Tempel’ Sindikat Tembus Rp2,57 Miliar
WFH Pemkot Bekasi Pekan Kedua, Satpol PP Sweeping Kendaraan BBM Milik ASN
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Lantik 50 Kepsek SD dan SMP Negeri
WFH dan Jumat Tanpa BBM Pekan Kedua: Sejumlah Kendaraan ASN Parkir Di Luar Pemkot Bekasi
Asrama Haji Bekasi Bersolek, Siap Sambut 28 Kloter Jemaah Perdana Pekan Esok
Bom Waktu SPBE Cimuning Telan Satu Keluarga, Nyawa Bapak Menyusul Anak!
Wali Kota Tri Adhianto Janji Perketat Pengawasan WFH ASN Pemkot Bekasi
Pembangunan Tol Becakayu Berlanjut, DBMSDA Siap Bongkar Gapura Joyo Martono Selama Sepekan

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 19:08 WIB

​Kota Bekasi Darurat Narkoba! Modus ‘Tempel’ Sindikat Tembus Rp2,57 Miliar

Jumat, 17 April 2026 - 16:49 WIB

WFH Pemkot Bekasi Pekan Kedua, Satpol PP Sweeping Kendaraan BBM Milik ASN

Jumat, 17 April 2026 - 11:41 WIB

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Lantik 50 Kepsek SD dan SMP Negeri

Kamis, 16 April 2026 - 17:17 WIB

Asrama Haji Bekasi Bersolek, Siap Sambut 28 Kloter Jemaah Perdana Pekan Esok

Kamis, 16 April 2026 - 15:57 WIB

Bom Waktu SPBE Cimuning Telan Satu Keluarga, Nyawa Bapak Menyusul Anak!

Berita Terbaru

Tangkapan layar video amatir yang memperlihatkan Bus Biskita Transpatriot trayek Vida Bantargebang–Summarecon Bekasi (plat B 7755 KGA) menyemburkan asap hitam pekat saat melintas di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, pada Senin (13/04/2026) sore.

Parlementaria

Biskita Transpatriot Ngebul, DPRD Semprot Dishub Bekasi!

Jumat, 17 Apr 2026 - 14:15 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca