Wali Kota Bekasi Pastikan Darurat Longsor Sampah di TPA Sumur Batu Telah Teratasi

- Jurnalis

Senin, 31 Maret 2025 - 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Antrean Truk Sampah mengular tak bisa buang muatan di TPA Sumurbatu, Jumat (28/03/2025).

Antrean Truk Sampah mengular tak bisa buang muatan di TPA Sumurbatu, Jumat (28/03/2025).

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, memastikan bahwa kondisi darurat longsor sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Kecamatan Bantar Gebang, telah berhasil diatasi dengan baik.

Penanganan intensif dilakukan menyusul longsoran sampah yang terjadi akibat curah hujan ekstrem selama beberapa hari terakhir.

Saat ini, jalur truk sampah menuju TPA Sumur Batu telah kembali berfungsi normal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jalannya sudah bisa dilalui. Kondisi darurat ini sebelumnya muncul karena hujan yang sangat ekstrem di wilayah TPA Sumur Batu,” ujar Wali Kota Bekasi, yang akrab disapa Mas Tri ini, seusai melaksanakan Salat Idul Fitri di Masjid Agung Al Barkah Bekasi, Senin (31/03/2025).

Sebagai langkah penanganan, Pemerintah Kota Bekasi telah melakukan koordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi untuk menambah alat berat yang diperlukan.

Penambahan alat berat ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan dan mengoptimalkan pengelolaan sampah di TPA Sumur Batu.

Tri Adhianto juga mengungkapkan bahwa kejadian longsor ini telah dilaporkan kepada Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

Ia berharap Gubernur DKI Jakarta dapat memberikan bantuan berupa alat berat tambahan pasca Lebaran.

“Mudah-mudahan Pak Gubernur membantu setelah Lebaran nanti. Kami membutuhkan sekitar 50 unit alat berat lengkap dengan crew-nya untuk melaksanakan penanganan dan perbaikan di TPA Sumur Batu,” tambah Mas Tri.

Longsor sampah kembali terjadi di TPA Sumur Batu pada Jumat (28/03/2025), yang menyebabkan antrean panjang truk sampah dari berbagai wilayah.

Kondisi ini memperburuk penumpukan sampah di lokasi, sehingga memerlukan penanganan segera.

Kabid Penanganan Sampah dan Kemitraan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Budi Rahman, menjelaskan bahwa longsor disebabkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi.

Hujan yang terus-menerus mengakibatkan longsoran sampah dalam volume besar setiap hari.

“Saat ini masih musim penghujan yang cukup tinggi di wilayah Kecamatan Bantar Gebang, sehingga setiap hari terjadi longsor sampah dengan volume yang cukup besar,” jelas Budi dalam keterangannya.

DLH Kota Bekasi telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kondisi darurat, termasuk mengerahkan alat berat yang ada untuk menarik sampah longsor dan membuka jalur truk pengangkut sampah.

Selain itu, koordinasi intensif dilakukan dengan pihak-pihak terkait untuk meminimalkan dampak dari bencana ini.

Penambahan alat berat menjadi salah satu fokus utama. Dari total 25 alat berat yang tersedia di TPA Sumur Batu, hanya lima unit yang berfungsi (empat excavator dan satu buldoser), sehingga jumlah ini tidak cukup untuk menangani longsoran dengan cepat.

Oleh karena itu, peminjaman alat berat tambahan dari DBMSDA menjadi langkah strategis.

Tri Adhianto menegaskan bahwa upaya pemulihan akan terus dilakukan secara intensif untuk memastikan pengelolaan sampah di TPA Sumur Batu kembali normal.

Ia juga mengapresiasi kerja sama antara pemerintah daerah, DLH, dan DBMSDA dalam menangani kondisi darurat ini.

“Kami terus berupaya semaksimal mungkin agar TPA Sumur Batu dapat kembali beroperasi secara optimal. Semoga dengan bantuan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah DKI Jakarta, perbaikan dapat segera dilakukan,” tutupnya.

Dengan langkah-langkah yang telah diambil, Pemerintah Kota Bekasi berharap kondisi di TPA Sumur Batu segera stabil, sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

​Kota Bekasi Darurat Narkoba! Modus ‘Tempel’ Sindikat Tembus Rp2,57 Miliar
WFH Pemkot Bekasi Pekan Kedua, Satpol PP Sweeping Kendaraan BBM Milik ASN
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Lantik 50 Kepsek SD dan SMP Negeri
WFH dan Jumat Tanpa BBM Pekan Kedua: Sejumlah Kendaraan ASN Parkir Di Luar Pemkot Bekasi
Asrama Haji Bekasi Bersolek, Siap Sambut 28 Kloter Jemaah Perdana Pekan Esok
Bom Waktu SPBE Cimuning Telan Satu Keluarga, Nyawa Bapak Menyusul Anak!
Wali Kota Tri Adhianto Janji Perketat Pengawasan WFH ASN Pemkot Bekasi
Pembangunan Tol Becakayu Berlanjut, DBMSDA Siap Bongkar Gapura Joyo Martono Selama Sepekan

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 19:08 WIB

​Kota Bekasi Darurat Narkoba! Modus ‘Tempel’ Sindikat Tembus Rp2,57 Miliar

Jumat, 17 April 2026 - 16:49 WIB

WFH Pemkot Bekasi Pekan Kedua, Satpol PP Sweeping Kendaraan BBM Milik ASN

Jumat, 17 April 2026 - 11:41 WIB

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Lantik 50 Kepsek SD dan SMP Negeri

Kamis, 16 April 2026 - 17:17 WIB

Asrama Haji Bekasi Bersolek, Siap Sambut 28 Kloter Jemaah Perdana Pekan Esok

Kamis, 16 April 2026 - 15:57 WIB

Bom Waktu SPBE Cimuning Telan Satu Keluarga, Nyawa Bapak Menyusul Anak!

Berita Terbaru

Tangkapan layar video amatir yang memperlihatkan Bus Biskita Transpatriot trayek Vida Bantargebang–Summarecon Bekasi (plat B 7755 KGA) menyemburkan asap hitam pekat saat melintas di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, pada Senin (13/04/2026) sore.

Parlementaria

Biskita Transpatriot Ngebul, DPRD Semprot Dishub Bekasi!

Jumat, 17 Apr 2026 - 14:15 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca