Dinkes Kota Bekasi Catat 84.696 Kasus ISPA hingga April 2025: Polusi Udara Jadi Faktor Utama

- Jurnalis

Jumat, 30 Mei 2025 - 10:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi.

Gedung Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mencatat sebanyak 84.696 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayahnya sejak awal tahun 2025 hingga akhir April. Data ini dihimpun dari fasilitas kesehatan (Faskes) pemerintah di tingkat Puskesmas.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Vevie Herawati, mengungkapkan bahwa tingginya angka ISPA di Kota Bekasi dipengaruhi oleh berbagai faktor utama.

“Baik itu dari faktor lingkungan seperti polusi udara, sanitasi yang buruk, dan kondisi perumahan yang tidak sehat. Maupun kelompok rentan, seperti anak-anak, orang tua, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah,” ujar Vevie saat dikonfirmasi oleh RakyatBekasi.com, Jumat (30/05/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024, kata dia, angka ISPA di Kota Bekasi mengalami sedikit penurunan. Tahun lalu, jumlah kasus mencapai 86.385, yang berarti terjadi penurunan sekitar 1.689 kasus.

Meski demikian, angka ini masih tergolong tinggi dan menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah. Kategori usia produktif 19 hingga 59 tahun masih mendominasi jumlah kasus yang tercatat.

Menurut data yang dihimpun, beberapa faktor utama yang menyebabkan tingginya kasus ISPA di Kota Bekasi antara lain:

  • Polusi Udara: Kota Bekasi dikenal memiliki tingkat polusi udara yang cukup tinggi, terutama dari kendaraan bermotor dan industri.
  • Sanitasi yang Buruk: Kurangnya akses terhadap air bersih dan sistem pembuangan limbah yang tidak memadai meningkatkan risiko penyakit pernapasan.
  • Kondisi Perumahan Tidak Sehat: Banyak warga yang tinggal di lingkungan padat penduduk dengan ventilasi yang buruk, sehingga meningkatkan paparan terhadap virus dan bakteri penyebab ISPA.
  • Kelompok Rentan: Anak-anak, lansia, dan individu dengan sistem imun lemah lebih mudah terkena ISPA.

Dinkes Kota Bekasi telah mengupayakan beberapa langkah strategis untuk meminimalisir penyebaran ISPA di masyarakat. Beberapa langkah yang telah dilakukan antara lain:

  1. Imunisasi
    Pemerintah terus mendorong program imunisasi untuk mencegah penyakit pernapasan yang dapat menyebabkan ISPA. Jenis imunisasi yang diberikan meliputi:
    • Campak
    • HIB
    • DPT
    • PCV
    • MMR
  2. Peningkatan Gizi
    Masyarakat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan bergizi guna meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengurangi risiko terkena ISPA.
  3. Kebiasaan Hidup Sehat
    Dinkes Kota Bekasi juga mengedukasi masyarakat untuk menerapkan kebiasaan hidup sehat, seperti:
    • Mencuci tangan secara teratur
    • Menghindari kebiasaan merokok
    • Menggunakan masker saat berada di lingkungan berpolusi tinggi
  4. Pengawasan Lingkungan
    Upaya lain yang dilakukan adalah mengawasi lingkungan untuk mengurangi risiko ISPA, seperti mengurangi polusi udara dan meningkatkan sanitasi yang lebih baik.

Kasus ISPA di Kota Bekasi masih menjadi perhatian serius, meskipun mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Faktor lingkungan seperti polusi udara dan sanitasi yang buruk menjadi penyebab utama tingginya angka ISPA. Pemerintah terus berupaya melakukan berbagai langkah preventif, termasuk imunisasi, peningkatan gizi, edukasi kesehatan, dan pengawasan lingkungan.


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bidik Potensi Aset Rp83 Triliun, Pemkot Bekasi dan BPN Integrasikan Data Pertanahan Guna Dongkrak PAD
PJJ Resmi Dicabut! Wali Kota Bekasi Wajibkan Seluruh Sekolah Tatap Muka Mulai Besok
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Angkat Bicara Soal Nasib 3.442 PPPK Penuh Waktu 2027
Junaedi Pensiun Oktober, Wali Kota Bekasi Jangan Sampai “Pilih Sekda dalam Karung”!
Penerbangan Batal Imbas Erupsi Anak Krakatau, Imigrasi Bekasi Bebaskan Denda Overstay 5 WNA
Dampak Erupsi Anak Krakatau: Pemkot Bekasi Siapkan Skenario WFH Darurat Bagi ASN
Pemkot Bekasi Kebut Perbaikan Jalan Mohammad Yamin, Drainase Dibongkar Sebelum Pengaspalan
Lama Menghilang dari Jalanan, Kapan Bus Trans Beken Beroperasi Lagi? Ini Jawaban Wali Kota Bekasi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 18:59 WIB

Bidik Potensi Aset Rp83 Triliun, Pemkot Bekasi dan BPN Integrasikan Data Pertanahan Guna Dongkrak PAD

Rabu, 9 September 2026 - 11:56 WIB

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Angkat Bicara Soal Nasib 3.442 PPPK Penuh Waktu 2027

Rabu, 9 September 2026 - 05:56 WIB

Junaedi Pensiun Oktober, Wali Kota Bekasi Jangan Sampai “Pilih Sekda dalam Karung”!

Selasa, 8 September 2026 - 17:03 WIB

Penerbangan Batal Imbas Erupsi Anak Krakatau, Imigrasi Bekasi Bebaskan Denda Overstay 5 WNA

Selasa, 8 September 2026 - 12:29 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Pemkot Bekasi Siapkan Skenario WFH Darurat Bagi ASN

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x