Jelang Musancab PAC PPP Bekasi Utara, Suhu Internal Partai Berlambang Ka’bah Memanas

- Jurnalis

Jumat, 8 Agustus 2025 - 09:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Bendera Partai Persatuan Pembangunan.

Ilustrasi Bendera Partai Persatuan Pembangunan.

Suhu politik di internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tingkat Kecamatan Bekasi Utara memanas menjelang pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab). Sejumlah pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) mempertanyakan kebijakan Ketua PAC PPP Bekasi Utara, Ahmad Jani, yang dinilai telah menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris secara sepihak tanpa melalui mekanisme musyawarah.

Langkah ini dianggap mengabaikan keberadaan pengurus lain dan berpotensi memicu perpecahan di tingkat akar rumput, tepat di saat partai seharusnya berkonsolidasi.

Kronologi Kekosongan Jabatan Sekretaris

Menurut Nadih Susanto, salah seorang pengurus PAC, polemik ini bermula dari kekosongan kursi sekretaris setelah pejabat sebelumnya, Fahri, diberhentikan karena melanggar Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jabatan sekretaris kosong setelah saudara Fahri dipecat karena beralih ke Partai Gerindra saat Pileg 2024. Kami para pengurus tidak ada yang tahu sebelumnya, hingga akhirnya ada keputusan pemberhentian resmi dari partai,” ucap Nadih melalui keterangannya, Kamis (07/08/2025).

Setelah itu, sempat ada penunjukan Wahyu sebagai Plt Sekretaris melalui kesepakatan informal antara Ketua PAC dan pengurus harian DPC. Namun, menurut Nadih, penunjukan tersebut tidak pernah dituangkan dalam Berita Acara resmi.

Penunjukan Sepihak Picu Protes Pengurus

Situasi memuncak ketika Ahmad Jani, selaku Ketua PAC, menunjuk Ella sebagai Plt Sekretaris PAC PPP Bekasi Utara pasca-Pileg 2024. Keputusan ini disebut diambil tanpa melalui mekanisme rapat atau musyawarah dengan jajaran pengurus lainnya.

“Kami sebagai pengurus yang masih memiliki SK (Surat Keputusan) merasa tidak dihargai. Apa fungsi kami? Ketua PAC tidak membangun komunikasi apapun dengan kami yang beranggotakan 15 orang,” sambung Nadih.

Para pengurus merasa dilangkahi dan fungsi kolektif kepengurusan di tingkat PAC menjadi tidak berjalan. Hal ini diperparah dengan putusnya komunikasi antara ketua dengan sebagian besar jajarannya.

“Ketua PAC Utara, Ahmad Jani, tidak ada niatan untuk berkomunikasi dengan kami. Sebab, kami para pengurus ini katanya dianggap sudah diberhentikan secara sepihak,” ungkapnya.

Potensi Perpecahan dan Desakan Musyawarah

Nadih menegaskan bahwa keputusan sepihak ini berpotensi menimbulkan kegaduhan dan mengancam soliditas partai, terutama menjelang Musancab yang rencananya akan digelar atas arahan DPC PPP Kota Bekasi.

“Kami ini sama-sama berjuang membesarkan PPP, jangan sampai gara-gara keputusan yang sepihak malah memecah soliditas pengurus dan kader di bawah,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa aturan partai sangat jelas dalam mengatur mekanisme organisasi. “Setiap penunjukan atau pergantian pengurus harus melalui musyawarah resmi. Itulah marwah partai yang harus kita jaga bersama,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, upaya untuk mendapatkan konfirmasi dan tanggapan dari Ketua PAC PPP Bekasi Utara, Ahmad Jani, masih terus dilakukan.

Publik dan kader partai akan menantikan bagaimana DPC PPP Kota Bekasi memediasi konflik ini demi menjaga soliditas partai menjelang agenda-agenda politik ke depan.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekjend PKS Lantik DPP Gema Keadilan 2026-2031, Fokus Rebut Suara Pemuda di Pemilu 2029
Sikat Koruptor dan Kawal MBG, Gerindra Kota Bekasi Dukung Penuh Langkah Presiden Prabowo
Usut Korupsi MBG, PDIP Desak BGN Buka Data Keterlibatan Kader
Sah! Gus Nawal Pimpin DPC PPP Kota Bekasi, Targetkan 6 Kursi
Pengamat Sosial: Fenomena Penjilat Politik Lahir dari Ketergantungan Ekonomi
Perombakan DPC PKB Kota Bekasi: Sekretaris dan Bendahara Dicopot, Target 10 Kursi!
DPP PDI Perjuangan Pecat Nyumarno, KPU Kabupaten Bekasi Tunggu Surat DPRD
Instruksi Tajam PDI Perjuangan: Coret Anggaran Kunker DPRD Kota Bekasi!
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 01:09 WIB

Sekjend PKS Lantik DPP Gema Keadilan 2026-2031, Fokus Rebut Suara Pemuda di Pemilu 2029

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:15 WIB

Sikat Koruptor dan Kawal MBG, Gerindra Kota Bekasi Dukung Penuh Langkah Presiden Prabowo

Rabu, 1 Juli 2026 - 21:34 WIB

Usut Korupsi MBG, PDIP Desak BGN Buka Data Keterlibatan Kader

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:54 WIB

Sah! Gus Nawal Pimpin DPC PPP Kota Bekasi, Targetkan 6 Kursi

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:22 WIB

Pengamat Sosial: Fenomena Penjilat Politik Lahir dari Ketergantungan Ekonomi

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x