DP3A Kota Bekasi Inventarisasi Tiga Korban Dugaan Pelecehan Seksual Guru Cabul SMPN 13

- Jurnalis

Selasa, 26 Agustus 2025 - 15:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kasus asusila yang diduga dilakukan oleh seorang oknum guru olahraga berinisial J terhadap salah satu siswanya di lingkungan sekolah.

kasus asusila yang diduga dilakukan oleh seorang oknum guru olahraga berinisial J terhadap salah satu siswanya di lingkungan sekolah.

BEKASI — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A Kota Bekasi) mengumumkan telah menginventarisasi tiga korban dugaan pelecehan seksual yang terjadi di SMPN 13 Kota Bekasi.

Data ini dihimpun melalui kanal pengaduan yang dibuka oleh pemerintah daerah untuk membantu para korban.

Kepala DP3A Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, menjelaskan bahwa dua korban telah datang langsung ke kantornya untuk berkonsultasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sehingga jumlah korban saat ini ada tiga. Dua dari yang datang ke kantor kami, dan satu orang lainnya sudah terkonfirmasi dari SMPN 13 Kota Bekasi melalui inisial N,” ujar Satia kepada wartawan, Selasa (26/08/2025).

Lebih lanjut, Satia mengungkapkan bahwa dua dari korban yang datang tersebut merupakan alumni dari sekolah tersebut.

Ini menunjukkan bahwa kasus dugaan pelecehan seksual oleh oknum guru berinisial J mungkin telah berlangsung lebih lama.

DP3A juga telah mengambil langkah proaktif dengan melakukan asesmen lanjutan dan memberikan pendampingan di lokasi.

“Hari ini tim kami hadir ke sekolah lagi untuk pendampingan siswa dan guru, serta edukasi agar kasus ini tidak terulang,” kata Satia.

Tujuan pendampingan ini adalah untuk membantu memulihkan kondisi psikologis para korban dan memberikan semangat agar mereka bisa menghilangkan trauma yang dialami.

Menurut Satia, pendampingan psikologis akan terus dilakukan untuk memastikan hak-hak para korban sebagai siswa terpenuhi.

“Kami terus melakukan pendampingan psikologis dan memastikan hak-haknya sebagai siswa terpenuhi,” tambahnya.

Langkah cepat DP3A ini menunjukkan keseriusan Pemerintah Kota Bekasi dalam menangani kasus-kasus yang melibatkan pelecehan seksual di lingkungan pendidikan.

Publik juga diimbau untuk tidak ragu melaporkan jika mengetahui adanya kasus serupa agar dapat segera ditangani oleh pihak berwenang.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kisah Rumah Makan Gratis di Jatiasih Bekasi, Sediakan 100 Porsi Setiap Hari
Pasca Kecelakaan Maut, Palang Otomatis Bulak Kapal Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026
Pasca Kecelakaan Maut Bulak Kapal, Dishub Kaji Penjagaan Perlintasan 24 Jam
Ratusan Pegawai Pemkot Bekasi Mangkir Apel, Wali Kota Tri Adhianto Murka
​Dua Ribu Hektar Sawah Kering Total, Ratusan Petani Pebayuran Kepung Pemkab Bekasi
Perumda Tirta Patriot Jamin Pasokan Air Bersih untuk Operasional PSEL Sumurbatu
KAI Respons Kecelakaan Maut Bulak Kapal Bekasi: 4 Perjalanan KA Terlambat 242 Menit
Tragis! Palang Terbuka, Mobil Hancur Terseret Kereta Gajayana di Bulak Kapal Bekasi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:27 WIB

Kisah Rumah Makan Gratis di Jatiasih Bekasi, Sediakan 100 Porsi Setiap Hari

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:25 WIB

Pasca Kecelakaan Maut, Palang Otomatis Bulak Kapal Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:31 WIB

Pasca Kecelakaan Maut Bulak Kapal, Dishub Kaji Penjagaan Perlintasan 24 Jam

Selasa, 28 Juli 2026 - 01:03 WIB

​Dua Ribu Hektar Sawah Kering Total, Ratusan Petani Pebayuran Kepung Pemkab Bekasi

Senin, 27 Juli 2026 - 17:30 WIB

Perumda Tirta Patriot Jamin Pasokan Air Bersih untuk Operasional PSEL Sumurbatu

Berita Terbaru

PENA KEMERDEKAAN: Suasana jalan raya dan lalu lintas di sekitar ruas Jalan Abdul Muis, kawasan tersembunyi di balik Jalan Merdeka Barat, dekat Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Selasa (28/07/2026). Penamaan jalan protokol ini didedikasikan secara khusus untuk menghormati Abdoel Moeis, jurnalis kritis pendiri koran Hindia Serikat, pengarang mahakarya novel Salah Asuhan, sekaligus tokoh yang tercatat sebagai orang pertama penerima gelar Pahlawan Nasional di Indonesia. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan Abdul Muis: Pahlawan Nasional Pertama RI

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:11 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x