Merger Puluhan SD di Kota Bekasi Mundur ke Awal 2026, Apa Penyebabnya?

- Jurnalis

Selasa, 14 Oktober 2025 - 12:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Disdik Kota Bekasi akan merger 39 SD Negeri untuk efisiensi.

Disdik Kota Bekasi akan merger 39 SD Negeri untuk efisiensi.

BEKASI – Rencana besar Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi untuk melakukan penggabungan atau merger Sekolah Dasar (SD) Negeri dipastikan mengalami penundaan. Target yang semula dicanangkan rampung pada tahun 2025, kini bergeser ke awal tahun 2026.

​Penundaan ini disebabkan oleh sejumlah tantangan yang kompleks di lapangan serta proses administrasi yang masih menunggu payung hukum berupa Keputusan Walikota (Kepwal).

Target Realisasi Bergeser Akibat Kendala Lapangan

Proses penggabungan sekolah yang bertujuan untuk efisiensi dan peningkatan mutu pendidikan ini ternyata tidak berjalan mulus.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Warsim Suryana, mengonfirmasi bahwa dinamika di lapangan menjadi salah satu faktor utama yang menghambat percepatan program ini.

​”Proses merger SD Negeri sejauh ini masih berproses. Karena dinamika di lapangan itu macam-macam, ada yang sudah kita sesuaikan untuk di merger, tetapi ada sebagian masyarakat yang menolak,” jelas Warsim saat dikonfirmasi pada Selasa (14/10/2025).

Menurutnya, penolakan dari sebagian masyarakat dan berbagai kebutuhan mendesak lainnya menuntut Disdik untuk lebih berhati-hati dalam mengambil langkah.

Oleh karena itu, sosialisasi dan pendekatan yang lebih intensif menjadi prioritas sebelum merger dapat dieksekusi sepenuhnya.

Tantangan Utama di Balik Penundaan Merger

​Berbagai kendala, mulai dari aspek sosial hingga legal, menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Pemerintah Kota Bekasi.

Penolakan dan Perlunya Sosialisasi Ekstra

Salah satu tantangan terbesar adalah memberikan pemahaman yang komprehensif kepada seluruh pihak yang terdampak, terutama orang tua wali murid dan masyarakat sekitar sekolah.

Kekhawatiran akan jarak sekolah yang lebih jauh, nasib guru, hingga proses adaptasi siswa menjadi isu yang perlu dijawab tuntas.

Menunggu Payung Hukum dari Wali Kota

Seluruh proses teknis merger baru dapat dijalankan secara legal setelah Keputusan Wali Kota (Kepwal) diterbitkan.

Dokumen ini akan menjadi landasan hukum yang mengatur sekolah mana saja yang akan digabung, status aset, hingga penempatan guru dan tenaga kependidikan.

​”Surat Keputusan (SK) Wali Kota untuk itu pun, kita juga masih menunggu. Namun, Insyaallah tahun depan bisa terealisasikan,” tambah Warsim.

Progres dan Penyesuaian Jumlah Sekolah

​Meskipun tertunda, program ini terus berjalan. Sebelumnya, Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Kota Bekasi, Marwah Zaitun, menyatakan bahwa tahap sosialisasi telah dilakukan sejak pertengahan tahun 2025.

​”Sosialisasi kepada eksternal sekolah, baik itu Orang Tua Wali Murid, RT, RW, Lurah maupun Camat, sudah dan sedang dilakukan,” ujar Marwah pada Agustus 2025 lalu.

​Menariknya, jumlah sekolah yang akan dimerger mengalami penyesuaian. Dari rencana awal yang menyasar 50 SD, kini proyeksinya mengerucut menjadi 39 sekolah.

​”Angka ini masih tentatif, karena kami masih menunggu baik Juklak dan Juknis yang nantinya akan diputuskan berdasarkan Kepwal. Kalau sudah ada SK Penetapan, baru saya bisa ngomong pastinya,” tegas Marwah.

Harapan dan Langkah ke Depan

​Disdik Kota Bekasi tetap optimistis bahwa seluruh proses, termasuk penerbitan Kepwal dan sosialisasi lanjutan, dapat dirampungkan dalam beberapa bulan ke depan. Target baru kini dipatok pada awal tahun mendatang.

​”Ya jadi mungkin sifatnya di lapangan ini dinamis lah. Tapi semoga awal Januari [2026] udah bisa selesai, insyaallah,” pungkas Warsim.

​Penuntasan program merger ini diharapkan tidak hanya akan mengefisiensikan anggaran dan sumber daya, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik dan merata bagi siswa-siswi di Kota Bekasi.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aparat Ramah Prostitusi! Panti Pijat Plus-plus Be Glow dan Relax’t Bebas Beroperasi
Tekan Angka Pengangguran di Kota Bekasi, Disnaker Siapkan Program Magang 2027
Diserbu 7 Ribu Pencaker, Disnaker Kota Bekasi Wacanakan Job Fair Lanjutan di Akhir Tahun
Jelang Pensiunnya Sekda Junaedi, Wali Kota Bekasi Segera Bentuk Tim Pansel
Presiden Prabowo Pilih Bali, Ground Breaking PSEL Bantargebang Diundur
Pantesan PPPK Menjerit, Ternyata Segini Nominal TPP Pejabat Eselon Pemkot Bekasi
Wali Kota Bekasi Berikan Motivasi kepada Pencaker Penyandang Disabilitas
Skandal Pungli MCK Pasar Bantargebang: Kejari Kota Bekasi Garap Kadisdagperin Besok
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 15:07 WIB

Aparat Ramah Prostitusi! Panti Pijat Plus-plus Be Glow dan Relax’t Bebas Beroperasi

Rabu, 8 Juli 2026 - 14:01 WIB

Tekan Angka Pengangguran di Kota Bekasi, Disnaker Siapkan Program Magang 2027

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:58 WIB

Diserbu 7 Ribu Pencaker, Disnaker Kota Bekasi Wacanakan Job Fair Lanjutan di Akhir Tahun

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:53 WIB

Jelang Pensiunnya Sekda Junaedi, Wali Kota Bekasi Segera Bentuk Tim Pansel

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:42 WIB

Presiden Prabowo Pilih Bali, Ground Breaking PSEL Bantargebang Diundur

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x