KPK Bidik Peran Rieke Diah Pitaloka di Kasus Suap Bupati Bekasi

- Jurnalis

Selasa, 6 Januari 2026 - 06:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka. (DPR RI)

Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka. (DPR RI)

Poin Utama:

  • Target Pemeriksaan: Rieke Diah Pitaloka berpotensi dipanggil KPK terkait posisinya sebagai Ketua Dewan Penasihat Bupati Bekasi (SK April 2025).
  • Total Korupsi: Akumulasi dugaan penerimaan uang suap dan gratifikasi mencapai Rp14,2 Miliar.
  • Tersangka: Ade Kuswara Kunang (Bupati), H. M. Kunang (Ayah kandung/Kades Sukadami), dan Sarjan (Kontraktor).
  • Masa Penahanan: Para tersangka ditahan hingga 8 Januari 2026 untuk penyidikan tahap pertama.

​Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang memanggil Anggota DPR RI Fraksi PDIP, Rieke Diah Pitaloka, untuk mendalami kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa (ijon proyek) yang menjerat Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang.

Pemanggilan ini dinilai strategis untuk mengungkap alur rasuah di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, mengingat posisi Rieke yang menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat Bupati saat kasus bergulir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Mengapa KPK Berniat Memanggil Rieke Diah Pitaloka?

​Penyidik KPK memandang keterangan Rieke Diah Pitaloka penting untuk melengkapi berkas perkara, khususnya terkait perannya dalam memberikan nasihat atau pertimbangan kepada Ade Kuswara Kunang.

Sebagai informasi, Rieke diangkat secara resmi melalui Surat Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/KEP.261-UM/2025 tertanggal 11 April 2025.

​”Peran-peran yang bersangkutan jika memang dibutuhkan untuk dilakukan permintaan keterangan tentu penyidik terbuka untuk melakukan pemanggilan,” kata Jubir KPK, Budi Prasetyo, kepada awak media di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (05/01/2026).

​Budi menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap pemeran karakter “Oneng” dalam sitkom Bajaj Bajuri tersebut bertujuan agar konstruksi perkara suap di Kabupaten Bekasi menjadi terang benderang. Meski demikian, jadwal pasti pemanggilan belum ditetapkan oleh tim penyidik.

​Bagaimana Modus Korupsi Ijon Proyek di Pemkab Bekasi?

​Kasus ini bermula pasca pelantikan Ade Kuswara Kunang sebagai Bupati Bekasi periode 2025-2030. Ade diduga menjalin komunikasi intensif dengan Sarjan, pihak swasta yang menyediakan paket proyek.

Modus operandi yang dijalankan adalah meminta sejumlah uang di muka (ijon) sebelum paket pekerjaan infrastruktur dilaksanakan oleh kontraktor.

​Uniknya, praktik lancung ini melibatkan keluarga inti. Penyerahan uang dari kontraktor dilakukan melalui perantara H. M. Kunang, yang merupakan ayah kandung Ade Kuswara sekaligus Kepala Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan.

Lokasi penyerahan dan pertemuan kerap dilakukan di wilayah Cikarang Selatan, yang menjadi basis kekuatan politik keluarga tersebut.

​Berapa Total Aliran Dana yang Diterima Bupati?

​Berdasarkan hasil Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Kamis (18/12/2025) dan pengembangan penyidikan, KPK mencatat angka fantastis terkait aliran dana haram yang masuk ke kantong Bupati. Berikut rinciannya:

  • Rp9,5 Miliar: Total uang ijon proyek yang disetor oleh Sarjan untuk mengamankan paket pekerjaan di Pemkab Bekasi.
  • Rp4,7 Miliar: Dugaan penerimaan gratifikasi lain dari berbagai pihak sepanjang tahun 2025.
  • Total: Rp14,2 Miliar (Akumulasi ijon dan gratifikasi).

​Saat ini, KPK telah menahan tiga tersangka utama yakni Ade Kuswara Kunang, H. M. Kunang, dan Sarjan selama 20 hari pertama terhitung sejak 20 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026. Ketiganya disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 dan Pasal 12B UU Tipikor.

​Masyarakat Kabupaten Bekasi diimbau untuk turut mengawasi jalannya pemerintahan dan melaporkan indikasi penyelewengan layanan publik melalui kanal pengaduan resmi KPK atau inspektorat daerah.

Visited 350 times, 1 visit(s) today


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semester I Belum Usai, Realisasi PAD Kota Bekasi Hampir Tembus 40 Persen dari Target
Peluang Emas! PBPI Kota Bekasi Buka Sertifikasi Wasit Padel
Akses PSEL Bantargebang Dikebut, Pemkot Bekasi Siapkan Rp24 Miliar
Bansos Tunai Rp5,4 Juta: Pemkot Bekasi Siap, Tunggu Aturan!
Piala Dunia 2026: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Jagokan Portugal demi CR7
Kontrak BOT Betos Habis: Pemkot Bekasi Didesak Ambil Alih Aset!
Praktik Suap Pendidikan Bekasi Dikuliti Habis Majelis SEPAGETI
Proyek Pirolisis Bantargebang, Gunungan Sampah Bakal Disulap Jadi BBM
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 21:11 WIB

Semester I Belum Usai, Realisasi PAD Kota Bekasi Hampir Tembus 40 Persen dari Target

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:38 WIB

Akses PSEL Bantargebang Dikebut, Pemkot Bekasi Siapkan Rp24 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:02 WIB

Bansos Tunai Rp5,4 Juta: Pemkot Bekasi Siap, Tunggu Aturan!

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:35 WIB

Piala Dunia 2026: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Jagokan Portugal demi CR7

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:36 WIB

Kontrak BOT Betos Habis: Pemkot Bekasi Didesak Ambil Alih Aset!

Berita Terbaru

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menerima audiensi jajaran GoTo di Kantor Kementerian Sosial, Jumat (12/06/2026). (Dok. Kemensos)

Nasional

Cegah Bansos Salah Sasaran, Kemensos Gunakan Teknologi GoTo

Sabtu, 13 Jun 2026 - 13:50 WIB

Truk tangki distribusi BBM milik Pertamina (PT Trans Migasindo) bersiap melakukan bongkar muat pasokan bahan bakar di salah satu area SPBU pada malam hari, guna memastikan ketersediaan stok Pertalite tetap aman dan terdistribusi maksimal bagi masyarakat pengguna jalan.

Nasional

Stok Pertalite Pertamina Aman, Warga Bekasi Jangan Panik!

Sabtu, 13 Jun 2026 - 04:33 WIB

Ilustrasi Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sanjaya (tengah), saat memberikan keterangan terkait kasus dugaan korupsi program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta, belum lama ini. Sony kini resmi mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) dan berani mengungkap 26 nama elite politik yang diduga terlibat.

Nasional

Siapa Berani Bantah “Nyanyian MBG” Sony Sanjaya?

Jumat, 12 Jun 2026 - 20:25 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x