Dinkes Kota Bekasi Serukan Siaga Sehat Hadapi Cuaca Anomali di Wilayah Penyangga

- Jurnalis

Kamis, 29 Januari 2026 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah anak-anak bermain genangan banjir di kawasan Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, akibat luapan Kali Bekasi, Kamis (29/01/2026).

Sejumlah anak-anak bermain genangan banjir di kawasan Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, akibat luapan Kali Bekasi, Kamis (29/01/2026).

Poin Utama:

  • Status Cuaca: Kondisi anomali cuaca yang tidak menentu meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan.
  • Ancaman Penyakit: Waspadai bakteri Leptospira (kencing tikus) yang masuk melalui pori-pori atau luka saat terkena air banjir.
  • Tindakan Wajib: Gunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti sepatu bot saat membersihkan lumpur dan masak air hingga mendidih.
  • Gejala Klinis: Segera ke faskes jika demam tinggi mendadak disertai nyeri otot (terutama betis).

​Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) meminta seluruh masyarakat untuk memperketat Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna mengantisipasi lonjakan kasus penyakit akibat cuaca anomali.

Perubahan iklim yang sulit diprediksi saat ini dinilai berpotensi besar memicu gangguan kesehatan, terutama di kawasan rawan genangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Mengapa Cuaca Anomali Berbahaya bagi Kesehatan Warga Bekasi?

​Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, menegaskan bahwa ketidakpastian cuaca sering kali memicu penyakit menular yang berkaitan dengan sanitasi lingkungan, khususnya pascabanjir.

​”Dalam menghadapi cuaca anomali ini, kami mengedukasi masyarakat agar menerapkan Siaga Sehat, terutama dengan meningkatkan proteksi diri, menjaga higiene, serta melakukan deteksi dini terhadap gejala penyakit,” kata Satia Sriwijayanti Anggraini kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Kantor Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Kecamatan Medansatria, Kamis (29/01/2026).

​Potensi penyakit seperti Leptospirosis, Diare, dan Demam Berdarah Dengue (DBD) cenderung meningkat saat curah hujan tinggi yang diselingi panas terik, karena mempercepat perkembangbiakan bakteri dan vektor penyakit.

​Apa Saja Langkah Proteksi Diri yang Wajib Dilakukan?

​Dinkes Kota Bekasi menekankan prosedur keamanan standar bagi warga yang tinggal di titik rawan banjir seperti di bantaran Kali Bekasi, Jatiasih, hingga Pondokgede. Langkah pencegahan meliputi:

  • Penggunaan Alas Kaki: Wajib mengenakan sepatu bot (boots) karet saat membersihkan sisa lumpur atau genangan air untuk mencegah kontak langsung dengan bakteri Leptospira.
  • Kebersihan Air: Memastikan air minum dimasak hingga benar-benar mendidih (100 derajat Celcius) untuk membunuh kuman.
  • Cuci Tangan: Membiasakan cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan air mengalir setelah beraktivitas.

​Kapan Warga Harus Segera ke Dokter?

​Masyarakat diminta tidak menganggap remeh gejala sakit ringan di musim pancaroba ini. Deteksi dini sangat krusial untuk mencegah fatalitas akibat keterlambatan penanganan medis. Indikasi yang perlu diwaspadai antara lain:

  • ​Demam tinggi yang terjadi secara mendadak.
  • ​Nyeri otot yang intens, terutama pada bagian betis (tanda khas Leptospirosis).
  • ​Sakit kepala berat dan tubuh menggigil.

​Apabila mengalami gejala tersebut, warga diimbau segera mengakses layanan di Puskesmas atau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) terdekat.

​Satia berharap langkah preventif sederhana ini dapat menjadi budaya di tengah masyarakat untuk menekan angka kesakitan (morbiditas) di Kota Bekasi. Kewaspadaan kolektif menjadi kunci ketahanan kesehatan daerah.

Punya keluhan terkait layanan kesehatan atau menemukan genangan yang berpotensi wabah di lingkungan Anda? Laporkan segera melalui layanan pengaduan Pemkot Bekasi di nomor 112.

Visited 50 times, 3 visit(s) today

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tragedi Maut Tewaskan Pedagang di Bekasi, Sopir Mobil MBG Resmi Tersangka
Kenaikan Gaji Semu? RSUD Jatisampurna Diduga Akali Iuran BPJS Kesehatan
Daya Beli Lesu, Libur Panjang Gagal Ramaikan Mall di Bekasi
Dolar Tembus Rp18 Ribu, Pengusaha di Kota Bekasi Mulai Lakukan PHK
Dolar AS Hari ini Tembus Rp18 Ribu, Pengusaha Kota Bekasi Tercekik
Truk Pengangkut Pile Driver Amblas! Proyek Balai Patriot Rp24 Miliar Terancam Molor
Pangkas Fasilitas Pejabat dan Perjalanan Dinas, Pemkot Bekasi Optimis Hadapi RKPD 2027
Kelelahan Pascahaji, Dua Jemaah Lansia asal Jatiasih Dirawat di RSUD Chasbullah Abdulmadjid
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:04 WIB

Tragedi Maut Tewaskan Pedagang di Bekasi, Sopir Mobil MBG Resmi Tersangka

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:21 WIB

Kenaikan Gaji Semu? RSUD Jatisampurna Diduga Akali Iuran BPJS Kesehatan

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:59 WIB

Daya Beli Lesu, Libur Panjang Gagal Ramaikan Mall di Bekasi

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:17 WIB

Dolar Tembus Rp18 Ribu, Pengusaha di Kota Bekasi Mulai Lakukan PHK

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:43 WIB

Truk Pengangkut Pile Driver Amblas! Proyek Balai Patriot Rp24 Miliar Terancam Molor

Berita Terbaru

error: Content is protected !!
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x