Poin Utama:
- Kemenkes memperketat pengawasan Hantavirus di 51 balai karantina kesehatan di seluruh pintu masuk negara.
- Sebanyak 198 rumah sakit rujukan penyakit infeksi emerging dan 221 alat PCR telah disiagakan di seluruh Indonesia.
- Masyarakat diimbau menerapkan PHBS dan memutus akses masuk tikus ke dalam rumah.
- Wajib menggunakan metode wet cleaning (dipel) untuk membersihkan area yang terpapar jejak atau kotoran tikus.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia resmi memperketat langkah pengawasan dan kewaspadaan terhadap ancaman virus Hanta (Hantavirus) di Tanah Air.
Melalui strategi surveilans berlapis, pemerintah pusat menyiagakan puluhan balai karantina serta ratusan rumah sakit rujukan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah antisipasi ini menjadi sinyal darurat bagi masyarakat, termasuk warga di Kota dan Kabupaten Bekasi, untuk segera meningkatkan kebersihan lingkungan guna memutus rantai penularan dari hama pembawa virus.
Apa Strategi Kemenkes Cegah Penularan Hantavirus di Indonesia?
Pemerintah saat ini memfokuskan pencegahan melalui sistem surveilans ketat di berbagai pintu masuk negara.
Langkah ini dinilai esensial untuk mendeteksi secara dini setiap pelaku perjalanan yang berpotensi membawa virus tersebut masuk ke dalam negeri.
”Surveilans dilakukan melalui skrining gejala pelaku perjalanan di pintu masuk negara melalui thermal scanner, pengamatan visual serta aplikasi. Ini dikawal oleh 51 balai karantina kesehatan,” kata Andi Saguni selaku Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Senin (11/05/2026).
Andi menambahkan, Kemenkes juga mengaktifkan surveilans sentinel Penyakit Infeksi Emerging (PIE) di 21 rumah sakit di 20 provinsi.
Pendekatan epidemiologis ini krusial untuk menyaring pasien bergejala serupa agar status infeksinya dapat dipastikan.
Berapa Banyak Rumah Sakit Rujukan Hantavirus yang Disiagakan?
Sebagai langkah mitigasi kuratif, Kemenkes telah memetakan dan menyiagakan ratusan fasilitas kesehatan jika sewaktu-waktu ditemukan kasus positif Hantavirus. Kapasitas pengujian laboratorium berbasis PCR juga dipastikan mencukupi untuk eskalasi pemeriksaan.
”Saat ini terdapat 198 RS jejaring pengampuan penyakit infeksi emerging di seluruh Indonesia, yang dapat difungsikan sebagai rujukan kasus penyakit virus Hanta. Kemudian ketersediaan alat PCR sebanyak 221 PCR, cukup banyak,” papar Andi merinci kesiapan infrastruktur medis.
Bagaimana Cara Warga Bekasi Mencegah Infeksi Hantavirus?
Bagi masyarakat yang bermukim di area padat penduduk maupun kawasan pengolahan limbah seperti di Rawalumbu atau Bantargebang, ancaman penyakit yang dibawa oleh populasi tikus menuntut kewaspadaan ekstra. Kemenkes menekankan bahwa Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah tameng pencegahan paling mutlak.
Untuk menekan risiko penularan di lingkungan permukiman, Kemenkes menginstruksikan sejumlah langkah mitigasi mandiri yang wajib dipatuhi:
- Hindari Kontak Fisik: Jauhi kontak langsung dengan tikus hidup, bangkai tikus, maupun kotorannya.
- Kebersihan Area: Rutin membersihkan rumah dan tempat kerja. Jika menemukan jejak tikus, bersihkan dengan metode wet cleaning (dipel dengan disinfektan), bukan sekadar disapu agar partikel virus tidak beterbangan.
- Keamanan Pangan: Selalu simpan persediaan makanan dalam wadah yang tertutup rapat.
- Tutup Akses Hama: Tutup semua lubang di area dalam maupun luar rumah untuk mencegah infiltrasi tikus.
- Protokol Kebersihan: Disiplin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer serta menerapkan etika batuk dan bersin.
Ancaman patogen mematikan dari hama lingkungan tidak boleh dianggap remeh. Masyarakat yang mengalami gejala mencurigakan usai beraktivitas di area rawan tikus diharapkan segera memeriksakan diri ke Puskesmas atau rumah sakit rujukan milik Pemkot Bekasi dan Pemkab Bekasi terdekat.
Bagaimana kondisi sanitasi di lingkungan tempat tinggal Anda saat ini? Jangan lupa bagikan informasi penting ini ke grup WhatsApp RT/RW Anda agar seluruh warga tetap waspada terhadap ancaman Hantavirus!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















