Jelang Idul Adha, Pemkot Bekasi Tegaskan Hewan Kurban Sakit Tidak Boleh Dijual!

- Jurnalis

Minggu, 10 Mei 2026 - 07:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampak sejumlah sapi kurban dengan kondisi fisik yang bugar tengah berada di sebuah lapak penjualan di wilayah Kota Bekasi. Menjelang Idul Adha 1447 H, DKPPP Kota Bekasi terus menggencarkan pemeriksaan medis secara menyeluruh guna memastikan setiap hewan yang dijual bebas dari penyakit dan dinyatakan layak konsumsi, Minggu (10/05/2026). Foto: RakyatBekasi.Com

Tampak sejumlah sapi kurban dengan kondisi fisik yang bugar tengah berada di sebuah lapak penjualan di wilayah Kota Bekasi. Menjelang Idul Adha 1447 H, DKPPP Kota Bekasi terus menggencarkan pemeriksaan medis secara menyeluruh guna memastikan setiap hewan yang dijual bebas dari penyakit dan dinyatakan layak konsumsi, Minggu (10/05/2026). Foto: RakyatBekasi.Com

Poin Utama:

  • ​Pemkot Bekasi melalui DKPPP melarang keras penjualan hewan kurban yang tidak sehat atau tak layak konsumsi.
  • ​Pemeriksaan kesehatan hewan di 12 Kecamatan se-Kota Bekasi berlangsung sejak 5 Mei hingga 26 Mei 2026.
  • ​Hewan yang lolos uji klinis akan dipasangkan Ear Tag (label penanda) sebagai jaminan kelayakan.
  • ​Lapak pedagang yang telah diperiksa petugas akan mendapat banner resmi dari DKPPP Kota Bekasi.

​Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Bekasi menegaskan larangan keras bagi para pedagang untuk menjajakan hewan kurban yang tidak sehat jelang Idul Adha 1447 Hijriah.

Langkah tegas dari Pemkot Bekasi ini diambil guna menjamin seluruh hewan kurban yang beredar di masyarakat dalam kondisi prima dan layak konsumsi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tim khusus pun telah diterjunkan untuk menyisir lapak-lapak pedagang guna mencegah penyebaran penyakit hewan menular sebelum hari raya tiba.

​Kapan Pemeriksaan Hewan Kurban di Kota Bekasi Berlangsung?

​Pemantauan dan pengecekan kesehatan hewan kurban telah berjalan secara intensif sejak Selasa (05/05/2026) dan akan terus berlangsung hingga Selasa (26/05/2026), tepat satu hari sebelum pelaksanaan penyembelihan kurban. Langkah mitigasi ini diinisiasi untuk meredam kekhawatiran masyarakat sekaligus memastikan keamanan pangan di tingkat daerah.

​”Karena sudah sepatutnya menjajakan hewan yang sehat dan layak konsumsi. Adalah kewajiban menjaga kualitas dan kuantitas hewan dalam pelaksanaan momentum Idul Adha mendatang,” kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPPP Kota Bekasi, Markum kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Minggu (10/05/2026).

​Bagaimana Cara Pemkot Bekasi Mengecek Kesehatan Hewan Kurban?

​Untuk memaksimalkan pengawasan secara menyeluruh, DKPPP Kota Bekasi menyebar tenaga medis veteriner ke seluruh titik penjualan hewan kurban yang tersebar di 12 Kecamatan se-Kota Bekasi.

Kolaborasi lintas instansi juga dilakukan demi memperluas jangkauan deteksi dini kesehatan hewan di lapangan.

​Berikut adalah skema pengawasan dan pemeriksaan yang diterapkan di Kota Bekasi:

  • ​Menerjunkan 7 hingga 8 orang tim Dokter Hewan dari DKPPP Kota Bekasi.
  • ​Menggandeng Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) untuk memantau kawasan atau lapak yang sulit dijangkau.
  • ​Memeriksa kelayakan sembelih secara klinis pada setiap ternak secara door-to-door ke lapak pedagang.

​”Apabila dari Tim Dokter Hewan menyatakan ada hewan kurban yang tidak layak untuk disembelih, maka sesuai ketentuan tidak diperbolehkan untuk dijualbelikan. Karena ada ketentuannya secara persyaratan,” kata Markum.

​Apa Tanda Hewan Kurban Sehat dan Layak Sembelih di Bekasi?

​Sebagai jaminan keamanan dan wujud perlindungan konsumen bagi warga yang ingin berkurban, Pemkot Bekasi memberikan sertifikasi kasat mata, baik pada hewan maupun lokasi penjualan yang telah lulus uji klinis.

Konsumen diimbau untuk jeli memperhatikan kelengkapan identitas hewan sebelum melakukan transaksi.

​”Untuk kepastian hewan kurban tersebut benar-benar layak konsumsi dan sehat untuk diperjualbelikan, petugas akan memasangkan sebuah Ear Tag (Label Penanda) khusus. Dan petugas juga akan memasangkan banner pada lapak hewan kurban yang sudah diperiksa kesehatannya,” kata Markum.

​Masyarakat Kota Bekasi diimbau untuk lebih selektif, cerdas dalam memilih, dan tidak tergiur dengan iming-iming harga murah tanpa adanya jaminan kesehatan hewan dari instansi terkait. Pastikan hewan kurban yang Anda beli memiliki ear tag resmi dan berada di lapak berstempel khusus dari DKPPP Kota Bekasi.

​Punya pengalaman membeli hewan kurban di Kota Bekasi? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar dan jangan lupa sebarkan artikel ini agar keluarga serta kerabat Anda tidak salah memilih hewan kurban tahun ini!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Imbas Dolar Naik dan Kendala Lapangan, Proyek JPO Stasiun Bekasi Molor Dua Bulan
Begal Sadis Jatisampurna Diringkus: Eksekutor Ojol Residivis
BAZNAS Kota Bekasi Berhentikan Amil, Klaim Sesuai Aturan Konflik Kepentingan
Realisasi Dana RW Rp100 Juta Lesu, Baru Cair 10.39 Persen!
Realisasi Dana RW Beken Capai Rp10.6 Miliar, 106 RW Sudah Cairkan Anggaran hingga Juni 2026
Evaluasi Layanan! Bus Trans Beken Stop Beroperasi 30 Hari Mulai Hari Ini
Pemkot Bekasi Larang Sumpah Pocong dalam Kasus Dugaan Pelecehan Kasatpol PP terhadap 4 Pegawai
Raup Laba Rp8,8 M, Perumda Tirta Patriot Setor PAD Kota Bekasi Rp4 Miliar
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:54 WIB

Imbas Dolar Naik dan Kendala Lapangan, Proyek JPO Stasiun Bekasi Molor Dua Bulan

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:48 WIB

Begal Sadis Jatisampurna Diringkus: Eksekutor Ojol Residivis

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:18 WIB

BAZNAS Kota Bekasi Berhentikan Amil, Klaim Sesuai Aturan Konflik Kepentingan

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:13 WIB

Realisasi Dana RW Rp100 Juta Lesu, Baru Cair 10.39 Persen!

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:54 WIB

Realisasi Dana RW Beken Capai Rp10.6 Miliar, 106 RW Sudah Cairkan Anggaran hingga Juni 2026

Berita Terbaru

Momen diskusi teknis yang dipimpin Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi, jajaran Pemkot Bekasi, dan tokoh masyarakat saat merumuskan skema alih teknologi pengolahan sampah menjadi energi (PSEL) di markas Wangneng, China.

Parlementaria

Siap Olah 1.500 Ton Sampah, DPRD Kota Bekasi Puji Kesiapan Wangneng

Jumat, 3 Jul 2026 - 12:06 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x