Poin Utama:
- Pemkot Bekasi meningkatkan status kewaspadaan terhadap ancaman Hantavirus meski belum ditemukan kasus positif di wilayahnya.
- Plh Wali Kota Bekasi menginstruksikan jajaran kesehatan untuk memperkuat sistem pelaporan dan deteksi dini di permukiman warga.
- Hantavirus menular melalui partikel udara yang terkontaminasi kotoran atau urin tikus, bukan penularan antar-manusia.
- Warga diimbau menggunakan masker saat membersihkan rumah dan tidak menyapu kotoran tikus secara sembarangan untuk menghindari debu beracun.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi resmi meningkatkan status kewaspadaan terhadap ancaman penularan Hantavirus di wilayahnya.
Langkah preventif ini diambil sebagai bentuk antisipasi dini agar wabah yang bersumber dari hewan pengerat tersebut tidak menyebar di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Instruksi tegas langsung diberikan kepada seluruh jajaran kesehatan untuk segera bergerak melakukan mitigasi, meskipun hingga saat ini belum ditemukan temuan kasus positif di Kota Bekasi.
Apa Langkah Pemkot Bekasi Cegah Hantavirus?
Pemkot Bekasi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Puskesmas mulai merapatkan barisan untuk mencegah masuknya virus berbahaya ini.
Fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah memperkuat deteksi awal di lapangan serta memberikan edukasi langsung kepada masyarakat.
”Dinas Kesehatan dan Puskesmas harus segera menyiapkan deteksi dini, sistem pelaporan, edukasi masyarakat, serta koordinasi pencegahan dengan instansi terkait,” kata Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya, Selasa (19/05/2026).
Lebih lanjut, Politisi asal Partai Gerindra ini mendesak agar seluruh elemen masyarakat tidak lengah dan mulai memperhatikan kebersihan sanitasi lingkungan.
“Agar jangan menunggu kasus muncul, lakukan upaya pencegahan yang diperlukan sejak dini,” tambahnya.
Bagaimana Gejala dan Cara Penularan Hantavirus?
Meski belum ada kasus infeksi di Kota Bekasi, masyarakat wajib memahami bahwa Hantavirus memiliki kemiripan dengan penyakit leptospirosis yang sama-sama dibawa oleh hama tikus.
Penularan virus ini cukup berisiko tinggi karena infeksi utamanya dapat menyebar melalui udara (aerosol).
Kepala Dinkes Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, menjelaskan bahwa virus ini menyerang manusia ketika menghirup partikel udara yang terkontaminasi dari kotoran, urin, atau air liur tikus.
Oleh karena itu, warga dilarang keras sembarangan menyapu kotoran tikus yang kering karena dapat memicu debu beracun terhirup ke saluran pernapasan.
”Jadi kalau mau membersihkan itu, jangan lupa pakai masker dan cuci tangan yang bersih. Dan yang perlu diingat virus ini enggak menular sesama manusia, melainkan dari hewan ke manusia,” paparnya secara terpisah.
Apa yang Harus Dilakukan Warga Bekasi Saat Ini?
Dinkes Kota Bekasi meminta masyarakat untuk tidak panik secara berlebihan, melainkan bertindak responsif dengan membasmi sarang tikus di lingkungan tempat tinggal. Edukasi kebersihan lingkungan menjadi senjata paling ampuh untuk memutus mata rantai virus ini.
Beberapa langkah taktis yang wajib dilakukan warga antara lain:
- Memastikan tidak ada celah, retakan, atau lubang bagi tikus untuk masuk dan bersarang di dalam rumah.
- Selalu menggunakan alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang diduga menjadi tempat buang kotoran tikus.
- Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir secara menyeluruh setelah membersihkan rumah atau kontak dengan barang kotor.
”Jadi artinya sekarang masyarakat engga usah terlalu panik. Yang penting tetap menjaga kebersihan, jangan sampai ada tikus di rumah,” pungkas Satia.
Kewaspadaan sejak dini adalah kunci utama agar Kota Bekasi terhindar dari ancaman mematikan Hantavirus.
Peran aktif dan gotong royong warga dalam menjaga kebersihan lingkungan terbukti jauh lebih efektif dibandingkan penanganan kuratif di rumah sakit.
Bagaimana kondisi sanitasi di lingkungan sekitar rumah Anda? Jangan lupa bagikan informasi penting ini ke grup WhatsApp keluarga, RT, atau RW agar tetangga Anda ikut waspada! Baca terus RakyatBekasi.Com untuk mendapatkan update terkini seputar kebijakan Pemkot Bekasi dan layanan publik lainnya.







