Usai Tinjau Wangneng Environment Co Ltd di China, DPRD Jamin Proyek PSEL Kota Bekasi Minim Polusi

- Jurnalis

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto (tengah) dan Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi dan Ketua Komisi 2 DPRD Kota Bekasi Latu Har Hary (kanan) sedang melihat maket skema alih teknologi pengolahan sampah menjadi energi (PSEL) di markas Wangneng, China.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto (tengah) dan Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi dan Ketua Komisi 2 DPRD Kota Bekasi Latu Har Hary (kanan) sedang melihat maket skema alih teknologi pengolahan sampah menjadi energi (PSEL) di markas Wangneng, China.

Poin Utama:

  • ​PSEL Kota Bekasi diproyeksikan mengolah 1.500 ton sampah per hari guna mengurangi beban TPST Bantargebang.
  • ​DPRD dan Pemkot Bekasi meninjau langsung operasional fasilitas Wangneng Environment Co. Ltd di Tiongkok.
  • ​Asap sisa pembakaran sampah diklaim berada di bawah 1 persen sehingga tidak mencemari kualitas udara sekitar.
  • ​Residu pengolahan tidak dibuang secara bebas, melainkan dimanfaatkan menjadi bahan baku konstruksi bernilai ekonomi.

​DPRD Kota Bekasi bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memastikan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) tidak akan merusak kualitas lingkungan.

Kepastian ini didapat usai rombongan meninjau langsung teknologi pengolahan limbah milik Wangneng Environment Co. Ltd di Tiongkok.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proyek strategis nasional ini diharapkan mampu menekan volume sampah di kawasan Bantargebang yang kondisinya kian memprihatinkan.

​Bagaimana Sistem Pengendalian Emisi PSEL Kota Bekasi?

​Sistem pengendalian emisi pada fasilitas PSEL dirancang menggunakan teknologi modern yang meminimalkan polusi udara secara signifikan.

Ketua Komisi 2 DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, menegaskan bahwa Wangneng Environment telah memaparkan rincian teknis pembakaran sampah tersebut kepada legislatif dan eksekutif.

​”Mereka sudah menjelaskan hal itu kepada kami. Asap hasil pembakaran yang keluar sangat kecil, hanya 0 koma sekian persen. Sementara sebagian lainnya menjadi residu yang nantinya diolah kembali dalam satu kawasan pengelolaan tersendiri,” kata Latu Har Hary kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Jumat (03/07/2026).

​Apakah Residu Pembakaran Sampah Berbahaya bagi Warga?

​Alih-alih menjadi racun yang mencemari lingkungan, residu pembakaran sampah dari fasilitas PSEL tidak langsung dibuang, melainkan diolah kembali menjadi produk bernilai ekonomi. Latu membeberkan bahwa sisa pembakaran tersebut justru bisa diserap oleh sektor konstruksi infrastruktur.

​”Dari sisa residu itu ada yang diolah menjadi material seperti pasir, ada juga yang menghasilkan unsur logam seperti besi dan material lainnya. Selanjutnya dapat dimanfaatkan atau dikelola oleh pihak ketiga menjadi bahan baku paving block, campuran aspal, maupun kebutuhan konstruksi lainnya,” jelas politisi PKS tersebut.

​Bagaimana Kondisi Kualitas Udara di Lokasi PSEL Tiongkok?

​Hasil peninjauan langsung ke Tiongkok menunjukkan nihilnya asap tebal yang selama ini santer dikhawatirkan oleh masyarakat.

Fakta di lapangan membuktikan bahwa teknologi modern mampu mengisolasi dampak ekologis dari operasional alat berat dan tungku pembakaran raksasa.

​”Ketika kami sampai di sana, benar-benar tidak terlihat adanya asap yang menjadi kekhawatiran masyarakat. Ini menjadi pembelajaran bagi kami bahwa teknologi pengolahan sampah modern ternyata mampu mengendalikan dampak lingkungan dengan sangat baik,” ungkap Latu.

​Apa Peran Masyarakat dalam Mengawasi Proyek PSEL?

​Perwakilan warga dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) yang turut diberangkatkan ke Tiongkok diberikan mandat khusus untuk menyosialisasikan temuan ini.

Mereka berperan sebagai corong informasi untuk meredam kekhawatiran warga di sekitar kawasan Bantargebang.

​”Nantinya teman-teman yang ikut ke sana juga memiliki tugas untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa pembangunan PSEL ini tidak memberikan dampak signifikan terhadap lingkungan sekitar. Kalau debu pasti ada, tetapi jumlahnya sangat kecil dan masih dalam batas yang dapat dikendalikan,” tambahnya.

​Sebagai informasi, fasilitas PSEL Kota Bekasi akan menelan hingga 1.500 ton sampah perkotaan per hari.

Upaya ini diyakini menjadi solusi paling konkret untuk mengurai status darurat sampah sebelum TPST Bantargebang mencapai kelebihan kapasitas maksimal.

Langkah proaktif Pemkot Bekasi dan DPRD ini patut dikawal secara ketat agar implementasi pembangunannya kelak tidak melenceng dari komitmen awal. Pengawasan publik tetap menjadi kunci utama kesuksesan operasional proyek strategis ini.

​Bagaimana pendapat Anda mengenai penerapan teknologi pengolahan sampah ini? Bagikan artikel ini ke media sosial Anda dan pastikan untuk selalu membaca update berita terbaru seputar kebijakan publik dan tata kelola lingkungan hanya di RakyatBekasi.Com!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siap Olah 1.500 Ton Sampah, DPRD Kota Bekasi Puji Kesiapan Wangneng
​Jelang Ground Breaking 8 Juli, DPRD Kota Bekasi Kawal Kesiapan Lahan PSEL Bantargebang
Jelang Groundbreaking, DPRD Kota Bekasi Sidak Lokasi Proyek PSEL Bantargebang
Server SPMB Kota Bekasi Down saat Pendaftaran Tahap 1, DPRD Desak Disdik Segera Pulihkan Sistem
Tragedi Truk Rem Blong di UNISMA: DPRD Kota Bekasi Desak Penegakan Aturan Pembatasan Truk Bertonase Berat
Tragedi Salah Vaksin Sebabkan Radang Otak, Komisi IV Panggil Dinkes dan Puskemas Bintara Jaya
DPRD Kota Bekasi Siap Lindungi Korban Dugaan Pelecehan Seksual yang Catut Nama Kasatpol PP
Skandal Satpol-PP Bekasi: DPRD Desak BKPSDM Usut Dugaan Pelecehan Seksual
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 13:50 WIB

Usai Tinjau Wangneng Environment Co Ltd di China, DPRD Jamin Proyek PSEL Kota Bekasi Minim Polusi

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:06 WIB

Siap Olah 1.500 Ton Sampah, DPRD Kota Bekasi Puji Kesiapan Wangneng

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:40 WIB

​Jelang Ground Breaking 8 Juli, DPRD Kota Bekasi Kawal Kesiapan Lahan PSEL Bantargebang

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:19 WIB

Jelang Groundbreaking, DPRD Kota Bekasi Sidak Lokasi Proyek PSEL Bantargebang

Senin, 29 Juni 2026 - 17:03 WIB

Server SPMB Kota Bekasi Down saat Pendaftaran Tahap 1, DPRD Desak Disdik Segera Pulihkan Sistem

Berita Terbaru

Momen diskusi teknis yang dipimpin Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi, jajaran Pemkot Bekasi, dan tokoh masyarakat saat merumuskan skema alih teknologi pengolahan sampah menjadi energi (PSEL) di markas Wangneng, China.

Parlementaria

Siap Olah 1.500 Ton Sampah, DPRD Kota Bekasi Puji Kesiapan Wangneng

Jumat, 3 Jul 2026 - 12:06 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x