Poin Utama:
- Reses II 2026 DPRD Kota Bekasi menjaring aspirasi krusial warga dan pengelola bank sampah di Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan.
- Fokus utama keluhan masyarakat mencakup krisis lahan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah dan minimnya armada pengangkut (baktor).
- Infrastruktur penanggulangan banjir seperti perbaikan sistem drainase dan jalan pemukiman menjadi tuntutan mendesak.
- Anggota DPRD Kota Bekasi asal Fraksi Golkar Solidaritas, Syafe’i, mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi untuk segera merealisasikan solusi penanganan sampah.
Masa Reses II Tahun 2026 DPRD Kota Bekasi resmi bergulir untuk menjemput langsung keluhan masyarakat di akar rumput.
Anggota DPRD Kota Bekasi asal Fraksi Golkar Solidaritas, Syafe’i, S.Ap., menyambangi warga di Posko Baresi (Barisan Relawan Syafe’i), Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Selasa (07/07/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertemuan strategis ini menyoroti krisis pengelolaan sampah lingkungan dan buruknya infrastruktur penanggulangan banjir yang mendesak untuk segera diselesaikan oleh Pemkot Bekasi.
Apa Saja Aspirasi Utama Warga Pekayon Jaya Saat Reses Syafe’i?
Warga Kelurahan Pekayon Jaya menyampaikan sejumlah tuntutan krusial kepada Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi tersebut.
Persoalan tata kelola lingkungan dan pemeliharaan infrastruktur mendominasi jalannya diskusi bersama para tokoh masyarakat setempat.
Beberapa aspirasi prioritas yang diajukan warga untuk segera dieksekusi meliputi:
- Penyediaan lahan untuk Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah masyarakat Pekayon Jaya.
- Penambahan armada kendaraan pengangkut sampah (baktor) guna menjangkau limbah rumah tangga.
- Perbaikan dan normalisasi sistem drainase sebagai langkah penanggulangan banjir di beberapa RW.
- Pemeliharaan dan perbaikan jalan lingkungan yang kondusif bagi mobilitas warga.
Bagaimana Langkah Syafe’i Menuntaskan Krisis TPS di Pekayon Jaya?
Syafe’i menegaskan komitmennya untuk membawa keluhan ini sebagai fokus utama di parlemen dan berkoordinasi langsung dengan pihak eksekutif, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi.
Mengingat Pekayon Jaya menjadi salah satu wilayah yang darurat fasilitas pembuangan sampah, lanjut dia, kondisi ini dinilai sudah masuk tahap kritis yang membutuhkan intervensi dan perencanaan tata ruang segera.
”Karena menurut saya ini cukup prioritas agar Dinas Lingkungan Hidup bisa merencanakan secepatnya,” kata Syafe’i kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Posko Baresi Pekayon Jaya, Selasa (07/07/2026).
Siapa Saja yang Hadir dalam Reses II DPRD di Posko Baresi?
Untuk memastikan aspirasi warga terdengar langsung oleh pemangku kebijakan di tingkat wilayah, Reses II ini melibatkan berbagai pihak lintas instansi.
Kehadiran elemen birokrasi diharapkan dapat mempercepat sinkronisasi dan realisasi usulan warga.
Turut hadir dalam jaring aspirasi ini antara lain Camat Bekasi Selatan, Lurah Pekayon Jaya, Kepala UPTD Lingkungan Hidup Bekasi Selatan, para pengelola bank sampah, serta jajaran tokoh masyarakat Kelurahan Pekayon Jaya.
Syafe’i memungkasi bahwa seluruh aspirasi, baik pengelolaan tata lingkungan maupun perbaikan jalan dan drainase penanggulangan banjir, akan terus dikawal secara ketat demi kesejahteraan warga.
Pemkot Bekasi melalui instansi terkait dituntut untuk merespons cepat keluhan warga Pekayon Jaya, mengingat tata kelola sampah dan bebas banjir adalah indikator kelayakan sebuah kota.
Bagaimana kondisi pengelolaan limbah rumah tangga di lingkungan Anda saat ini? Sampaikan opini atau keluhan Anda di kolom komentar, dan ikuti terus perkembangan informasi kebijakan publik serta berita politik Bekasi hanya di RakyatBekasi.com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







