- Massa DPK GMNI Universitas Bhayangkara melanjutkan aksi demonstrasi ke Gedung Plaza Pemkot Bekasi pada Kamis (16/07/2026).
- Aksi lanjutan ini dipicu oleh tidak adanya pejabat Dinas Pendidikan yang bersedia menemui massa terkait sengkarut SPMB.
- Mahasiswa membawa bukti dugaan kecurangan berupa manipulasi berkas domisili dan pendaftar ‘jalur siluman’.
- GMNI melontarkan kritik keras, mendesak Wali Kota Bekasi memakai rok jika tidak berani memberantas mafia pendidikan.
Massa aksi Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Universitas Bhayangkara melanjutkan aksi demonstrasinya ke Kantor Wali Kota Bekasi, Kamis (16/07/2026).
Langkah ini diambil setelah aspirasi mereka terkait dugaan kecurangan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dihiraukan oleh pihak Dinas Pendidikan.
Para mahasiswa secara tegas menuntut Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, untuk turun tangan langsung memberantas mafia pendidikan yang merugikan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengapa GMNI Pindah Demo ke Kantor Pemkot Bekasi?
Perpindahan titik aksi unjuk rasa ini dipicu oleh absennya Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan maupun pejabat berwenang lainnya untuk menemui massa aksi di lokasi sebelumnya.
Koordinator Lapangan, Wahyudin Ardiansyah, menyatakan bahwa unjuk rasa ini adalah murni bentuk pembelaan terhadap hak generasi penerus bangsa.
”Saya sangat menyayangkan harapan siswa untuk masuk sekolah negeri harus pupus akibat sistem SPMB di Kota Bekasi yang dinilai sudah sarat dengan kepentingan mafia pendidikan,” ucap Wahyudin kepada Jurnalis rakyatbekasi.com, Kamis (16/07/2026).
Alih-alih mendapat jawaban, demonstran justru dibiarkan tanpa kepastian sehingga memutuskan untuk langsung mendatangi pimpinan daerah.
Apa Bukti Kecurangan SPMB yang Dibawa Mahasiswa?
Massa aksi mengaku telah mengantongi sejumlah bukti konkret terkait manipulasi penerimaan peserta didik baru yang meresahkan wali murid.
Temuan tersebut mencakup adanya siswa yang lolos melalui jalur offline atau ‘jalur siluman’, hingga dugaan kuat rekayasa berkas pendaftaran bagi calon siswa di luar domisili.
”Apa karena data yang kami sajikan terindikasi titipan dari para anggota DPRD ??” kata Ketua DPC GMNI Kota Bekasi Nicolas Tamba kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui sambungan telepon, Kamis (16/07/2026).
Kecurigaan ini mencuat lantaran pada Senin (13/07/2026) lalu, GMNI telah bertemu dengan Wali Kota Bekasi.
Saat itu, Tri Adhianto meminta mahasiswa merapikan data temuan untuk dilaporkan bersama ke Inspektorat.
Namun, ketika mahasiswa datang menagih janji membawa data tersebut, sang Wali Kota justru disinyalir enggan menemui massa dan hanya berdiam di dalam ruangan ber-AC.
Apa Pesan Menohok GMNI untuk Wali Kota Bekasi?
Keengganan pemimpin daerah untuk menemui demonstran di lobi gedung pemerintahan memicu reaksi sangat keras dari kalangan mahasiswa.
Nicolas Tamba, selaku Ketua DPC GMNI Kota Bekasi, menuntut konsistensi Tri Adhianto atas ucapan dan janji perbaikannya. Ia mengingatkan agar pimpinan daerah tidak bersikap seperti katak dalam tempurung.
Nicolas menantang Wali Kota Bekasi untuk berani mengusut tuntas sengkarut SPMB ini secara bersama-sama.
Jika langkah penyelesaian tersebut hanya sebatas pemanis bibir atau lips service, Nicolas secara sarkastis menyarankan agar Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memakai rok saja.
“Kalau mau usut tuntas, ayo kita bersihkan bersama. Tapi kalau hanya sekadar lips service, lebih baik Mas Tri pakai rok saja,” tutupnya.
Keberanian kepala daerah dalam mengambil sikap tegas kini tengah diuji oleh publik dan mahasiswa. Harapan masyarakat Kota Bekasi untuk mendapatkan akses pendidikan yang adil, bersih, dan transparan kini sepenuhnya berada di pundak Pemerintah Kota Bekasi.
Apakah Pemkot Bekasi akan segera menindaklanjuti temuan bukti kecurangan dari GMNI ini? Sampaikan opini Anda di kolom komentar dan bagikan artikel ini agar pendidikan di Kota Patriot terbebas dari intervensi oknum. Simak update berita Bekasi terhangat lainnya hanya di RakyatBekasi.com!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







