Jika Tak Berani Usut Tuntas Mafia SPMB 2026, GMNI Desak Wali Kota Bekasi Pakai Rok Saja

- Jurnalis

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Massa DPK GMNI Universitas Bhayangkara melanjutkan aksi unjuk rasa di area Gedung Plaza Pemkot Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kamis (16/07/2026). Mereka mendesak Wali Kota Bekasi menemui demonstran untuk membuktikan komitmennya dalam memberantas mafia SPMB.

Massa DPK GMNI Universitas Bhayangkara melanjutkan aksi unjuk rasa di area Gedung Plaza Pemkot Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kamis (16/07/2026). Mereka mendesak Wali Kota Bekasi menemui demonstran untuk membuktikan komitmennya dalam memberantas mafia SPMB.

  • ​Massa DPK GMNI Universitas Bhayangkara melanjutkan aksi demonstrasi ke Gedung Plaza Pemkot Bekasi pada Kamis (16/07/2026).
  • ​Aksi lanjutan ini dipicu oleh tidak adanya pejabat Dinas Pendidikan yang bersedia menemui massa terkait sengkarut SPMB.
  • ​Mahasiswa membawa bukti dugaan kecurangan berupa manipulasi berkas domisili dan pendaftar ‘jalur siluman’.
  • ​GMNI melontarkan kritik keras, mendesak Wali Kota Bekasi memakai rok jika tidak berani memberantas mafia pendidikan.

Massa aksi Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Universitas Bhayangkara melanjutkan aksi demonstrasinya ke Kantor Wali Kota Bekasi, Kamis (16/07/2026).

Langkah ini diambil setelah aspirasi mereka terkait dugaan kecurangan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) dihiraukan oleh pihak Dinas Pendidikan.

Para mahasiswa secara tegas menuntut Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, untuk turun tangan langsung memberantas mafia pendidikan yang merugikan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Mengapa GMNI Pindah Demo ke Kantor Pemkot Bekasi?

​Perpindahan titik aksi unjuk rasa ini dipicu oleh absennya Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan maupun pejabat berwenang lainnya untuk menemui massa aksi di lokasi sebelumnya.

Koordinator Lapangan, Wahyudin Ardiansyah, menyatakan bahwa unjuk rasa ini adalah murni bentuk pembelaan terhadap hak generasi penerus bangsa.

​”Saya sangat menyayangkan harapan siswa untuk masuk sekolah negeri harus pupus akibat sistem SPMB di Kota Bekasi yang dinilai sudah sarat dengan kepentingan mafia pendidikan,” ucap Wahyudin kepada Jurnalis rakyatbekasi.com, Kamis (16/07/2026).

Alih-alih mendapat jawaban, demonstran justru dibiarkan tanpa kepastian sehingga memutuskan untuk langsung mendatangi pimpinan daerah.

​Apa Bukti Kecurangan SPMB yang Dibawa Mahasiswa?

​Massa aksi mengaku telah mengantongi sejumlah bukti konkret terkait manipulasi penerimaan peserta didik baru yang meresahkan wali murid.

Temuan tersebut mencakup adanya siswa yang lolos melalui jalur offline atau ‘jalur siluman’, hingga dugaan kuat rekayasa berkas pendaftaran bagi calon siswa di luar domisili.

​”Apa karena data yang kami sajikan terindikasi titipan dari para anggota DPRD ??” kata Ketua DPC GMNI Kota Bekasi Nicolas Tamba kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui sambungan telepon, Kamis (16/07/2026).

​Kecurigaan ini mencuat lantaran pada Senin (13/07/2026) lalu, GMNI telah bertemu dengan Wali Kota Bekasi.

Saat itu, Tri Adhianto meminta mahasiswa merapikan data temuan untuk dilaporkan bersama ke Inspektorat.

Namun, ketika mahasiswa datang menagih janji membawa data tersebut, sang Wali Kota justru disinyalir enggan menemui massa dan hanya berdiam di dalam ruangan ber-AC.

​Apa Pesan Menohok GMNI untuk Wali Kota Bekasi?

​Keengganan pemimpin daerah untuk menemui demonstran di lobi gedung pemerintahan memicu reaksi sangat keras dari kalangan mahasiswa.

Nicolas Tamba, selaku Ketua DPC GMNI Kota Bekasi, menuntut konsistensi Tri Adhianto atas ucapan dan janji perbaikannya. ​Ia mengingatkan agar pimpinan daerah tidak bersikap seperti katak dalam tempurung.

Nicolas menantang Wali Kota Bekasi untuk berani mengusut tuntas sengkarut SPMB ini secara bersama-sama.

Jika langkah penyelesaian tersebut hanya sebatas pemanis bibir atau lips service, Nicolas secara sarkastis menyarankan agar Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memakai rok saja.

“Kalau mau usut tuntas, ayo kita bersihkan bersama. Tapi kalau hanya sekadar lips service, lebih baik Mas Tri pakai rok saja,” tutupnya.

Keberanian kepala daerah dalam mengambil sikap tegas kini tengah diuji oleh publik dan mahasiswa. Harapan masyarakat Kota Bekasi untuk mendapatkan akses pendidikan yang adil, bersih, dan transparan kini sepenuhnya berada di pundak Pemerintah Kota Bekasi.

​Apakah Pemkot Bekasi akan segera menindaklanjuti temuan bukti kecurangan dari GMNI ini? Sampaikan opini Anda di kolom komentar dan bagikan artikel ini agar pendidikan di Kota Patriot terbebas dari intervensi oknum. Simak update berita Bekasi terhangat lainnya hanya di RakyatBekasi.com!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Skandal SPMB Kota Bekasi 2026, GMNI: Batalkan Siswa Jalur Siluman dan Titipan Anggota DPRD
Pemkot Bekasi Tolak Bela Pejabat Tersangka Pungli MCK Pasar Bantargebang!
Kejari Bekasi Libatkan Ahli Forensik Bongkar Pungli MCK Pasar Bantargebang
Bekasi Utara Peringkat Kelima Penjudi Online Terbanyak se-Jabodetabek! Ini Kata Wali Kota Tri Adhianto
Celah Kecurangan Terbuka Lebar, Zonasi SPMB Kota Bekasi Nodai Akal Sehat
Target Tuntas Akhir September, JPO Stasiun Bekasi Bakal Dilengkapi Lift
Kasus Pungli MCK Pasar Bantargebang: Kejari Bidik Tersangka Baru!
Cacat Logika Plt Kadisdik Jadi Lelucon, Pengamat Desak Aparat Usut Mafia SPMB Kota Bekasi!
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:10 WIB

Jika Tak Berani Usut Tuntas Mafia SPMB 2026, GMNI Desak Wali Kota Bekasi Pakai Rok Saja

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:58 WIB

Skandal SPMB Kota Bekasi 2026, GMNI: Batalkan Siswa Jalur Siluman dan Titipan Anggota DPRD

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:55 WIB

Pemkot Bekasi Tolak Bela Pejabat Tersangka Pungli MCK Pasar Bantargebang!

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:28 WIB

Kejari Bekasi Libatkan Ahli Forensik Bongkar Pungli MCK Pasar Bantargebang

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:55 WIB

Bekasi Utara Peringkat Kelima Penjudi Online Terbanyak se-Jabodetabek! Ini Kata Wali Kota Tri Adhianto

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x