GMNI Laporkan Skandal SPMB Kota Bekasi 2026 ke Dirjen Kemendikdasmen

- Jurnalis

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perwakilan DPK GMNI Universitas Bhayangkara Jakarta Raya secara resmi menyerahkan berkas laporan dugaan kecurangan SPMB 2026 Kota Bekasi kepada Dirjen Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, di Kantor Kemendikdasmen RI, Jakarta, Kamis (23/07/2026). Penyerahan ini merupakan buntut diabaikannya aspirasi mahasiswa oleh Pemkot Bekasi.

Perwakilan DPK GMNI Universitas Bhayangkara Jakarta Raya secara resmi menyerahkan berkas laporan dugaan kecurangan SPMB 2026 Kota Bekasi kepada Dirjen Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, di Kantor Kemendikdasmen RI, Jakarta, Kamis (23/07/2026). Penyerahan ini merupakan buntut diabaikannya aspirasi mahasiswa oleh Pemkot Bekasi.

  • ​Mahasiswa GMNI Ubhara Jaya berunjuk rasa di Kantor Kemendikdasmen RI, Jakarta, pada Kamis (23/07/2026).
  • ​Aksi ini merupakan buntut kekecewaan massa yang sebelumnya diabaikan oleh Disdik dan Wali Kota Bekasi pada pekan lalu.
  • ​Mahasiswa menyerahkan laporan dugaan kecurangan SPMB 2026, termasuk manipulasi kuota dan ‘jalur siluman’.
  • ​Laporan resmi diterima oleh Dirjen Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, beserta perwakilan inspektorat untuk ditindaklanjuti.

Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya menggelar unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI di Jakarta, Kamis (23/07/2026).

Langkah eskalasi tingkat nasional ini terpaksa diambil usai aspirasi mereka terkait dugaan manipulasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 tidak digubris oleh Pemerintah Kota Bekasi.

Mahasiswa secara resmi menyerahkan bukti-bukti kecurangan pendidikan agar segera dievaluasi oleh pemerintah pusat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kekecewaan Terhadap Wali Kota Bekasi Berujung Laporan ke Pusat

​Mengapa GMNI Membawa Kasus SPMB ke Kemendikdasmen?

​GMNI membawa kasus ini ke tingkat kementerian karena upaya penyampaian aspirasi di tingkat daerah tidak membuahkan hasil.

Laporan pengaduan ini merupakan hasil investigasi langsung di lapangan yang menunjukkan bahwa pelaksanaan SPMB 2026 di Kota Bekasi melanggar prinsip objektivitas dan keadilan.

Massa aksi DPK GMNI Universitas Bhayangkara Jakarta Raya menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kemendikdasmen RI, Jakarta, Kamis (23/07/2026). Aksi Demonstrasi ini merupakan buntut diabaikannya aspirasi mahasiswa oleh Pemkot Bekasi.

​Dalam dokumen yang diserahkan, mahasiswa membongkar sejumlah dugaan pelanggaran krusial. Temuan tersebut mencakup rekayasa verifikasi administrasi pada Jalur Prestasi Non-Akademik dan Jalur Mutasi.

Selain itu, ditemukan pula ketidaksesuaian antara kuota awal dengan jumlah siswa yang diterima, hingga dugaan adanya kuota titipan oknum legislatif melalui mekanisme pendaftaran offline.

​Apa Saja Tuntutan Mahasiswa untuk Perbaikan Pendidikan?

​Berangkat dari temuan investigasi tersebut, Ketua DPK GMNI Ubhara Jaya, Arya Akmal, menegaskan bahwa pihaknya menyusun sejumlah desakan perbaikan sistem pendidikan.

“Penyerahan berkas laporan ini adalah bentuk kontrol sosial masyarakat untuk memastikan penyelenggaraan pendidikan yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme,” ucap Ketua DPK GMNI Ubhara Jaya, Arya Akmal kepada jurnalis rakyatbekasi.com di depan Kantor Kemendikdasmen RI Jakarta, Kamis (23/07/2026)

​Berikut adalah enam tuntutan utama yang disodorkan GMNI kepada Kemendikdasmen RI:

  1. ​Usut tuntas skandal dugaan kecurangan pelaksanaan SPMB 2026 di tubuh Disdik Kota Bekasi.
  2. ​Berantas seluruh oknum yang terbukti terlibat dalam manipulasi data penerimaan peserta didik baru.
  3. ​Mendesak Disdik Kota Bekasi untuk segera membuka transparansi data pelaksanaan SPMB 2026 ke ruang publik.
  4. ​Batalkan seluruh status siswa yang lolos melalui ‘jalur siluman’ dalam proses seleksi.
  5. ​Bongkar dugaan praktik titipan dari oknum Anggota DPRD Kota Bekasi.
  6. ​Mendesak Kemendikdasmen segera turun gunung ke Kota Bekasi untuk melakukan evaluasi menyeluruh.

​Bagaimana Respons Kemendikdasmen Terhadap Laporan Ini?

​Pemerintah pusat merespons positif kedatangan para demonstran ke Jakarta. Aksi unjuk rasa tersebut ditutup dengan mediasi antara perwakilan mahasiswa, Dirjen Kemendikdasmen Gogot Suharwoto, dan tim inspektorat kementerian.

​”Pendidikan adalah hak setiap warga negara. Oleh karena itu, setiap proses penerimaan peserta didik harus dilaksanakan secara objektif, transparan, akuntabel, dan bebas dari segala bentuk penyimpangan. Kami akan terus mengawal persoalan ini hingga masyarakat memperoleh kejelasan dan keadilan,” tegas Koordinator Aksi Wahyudin Ardinsyah kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di depan Kantor Kemendikdasmen RI Jakarta, Kamis (23/07/2026).

​Pihak kementerian berjanji akan segera mempelajari temuan indikasi kecurangan tersebut. Dirjen Gogot Suharwoto berkomitmen penuh untuk mem-follow up dokumen pengaduan mahasiswa ini ke tingkat pimpinan sebagai dasar langkah penindakan selanjutnya.

Massa aksi DPK GMNI Universitas Bhayangkara Jakarta Raya diterima secara resmi oleh Dirjen Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto dan tim inspektorat kementerian, di Kantor Kemendikdasmen RI, Jakarta, Kamis (23/07/2026). Penyerahan ini merupakan buntut diabaikannya aspirasi mahasiswa oleh Pemkot Bekasi.

Langkah berani mahasiswa dalam mengawal keadilan di sektor pendidikan ini patut dikawal agar tidak ada lagi hak masyarakat kecil yang dirampas oleh oknum mafia pendidikan. Transparansi dan akuntabilitas sistem adalah kunci kemajuan sumber daya manusia.

​Bagaimana pendapat Anda mengenai lambatnya respons pemerintah daerah yang berujung pada turun tangannya pemerintah pusat ini?

Jangan ragu untuk membagikan artikel ini guna mendukung transparansi pendidikan, dan tinggalkan komentar Anda di bawah! Terus pantau update berita Bekasi terakurat hanya di RakyatBekasi.com.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Regulasi Wajib Halal 18 Oktober 2026 Ditunda, MUI Desak Evaluasi Total dan Minta Umat Islam Makin Kritis
Ketum DPP GMNI Desak Polisi Usut Tuntas Kekerasan dalam Aksi Damai Cipayung Plus Palembang
Skandal Korupsi PT Migas Kota Bekasi: Kejagung Periksa Dua Sekwan DPRD dan Pejabat Kemendagri
Daftar Lengkap Rotasi Kapolda Terbaru 2026: Kapolri Suyudi Ario Seto Pimpin Sertijab Irwasum di Mabes Polri
Jumat Keramat, Kejagung RI Periksa ASN Pemkot Bekasi ‘ARJ’ Terkait Dugaan Korupsi KSO PT Migas
Badai Skandal Migas Berlanjut, Kejagung Borong Pemeriksaan 4 ASN Pemkot Bekasi Hari Ini
KPK Hanya Berani Tangkap Koruptor Kelas Teri di Kasus BBPJN Sumut? Ini Faktanya!
Dugaan Korupsi KSO PT Migas Menggurita, Kejagung Periksa 3 ASN Pemkot Bekasi dan Petinggi Foster Oil
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Regulasi Wajib Halal 18 Oktober 2026 Ditunda, MUI Desak Evaluasi Total dan Minta Umat Islam Makin Kritis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:18 WIB

Ketum DPP GMNI Desak Polisi Usut Tuntas Kekerasan dalam Aksi Damai Cipayung Plus Palembang

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:19 WIB

Skandal Korupsi PT Migas Kota Bekasi: Kejagung Periksa Dua Sekwan DPRD dan Pejabat Kemendagri

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 01:15 WIB

Daftar Lengkap Rotasi Kapolda Terbaru 2026: Kapolri Suyudi Ario Seto Pimpin Sertijab Irwasum di Mabes Polri

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Jumat Keramat, Kejagung RI Periksa ASN Pemkot Bekasi ‘ARJ’ Terkait Dugaan Korupsi KSO PT Migas

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x