Rekomendasi Diabaikan Dinkes, DPRD Kota Bekasi Berang!

- Jurnalis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Ahmadi Madong, saat memberikan keterangan terkait evaluasi kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi di Gedung DPRD Kota Bekasi, Jumat (14/08/2026).

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Ahmadi Madong, saat memberikan keterangan terkait evaluasi kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi di Gedung DPRD Kota Bekasi, Jumat (14/08/2026).

  • ​Komisi IV DPRD Kota Bekasi mempertanyakan lambatnya respons Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi terhadap rekomendasi pengawasan.
  • ​Rekomendasi terkait kelalaian dugaan pemberian obat kedaluwarsa di Puskesmas Rawa Tembaga dan Bintara Jaya terkesan diabaikan oleh instansi terkait.
  • ​DPRD Kota Bekasi mendesak Wali Kota Bekasi untuk segera mengambil langkah tegas demi mencegah kejadian serupa di 54 Puskesmas lainnya.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Ahmadi Madong, melontarkan kritik keras terhadap kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi.

Lembaga legislatif tersebut menilai instansi kesehatan jajaran Pemkot Bekasi ini terkesan mengabaikan rekomendasi evaluasi terkait kasus dugaan pemberian obat kedaluwarsa kepada pasien di Puskesmas Rawa Tembaga.

Hingga saat ini, belum ada laporan tindak lanjut perbaikan layanan dari otoritas terkait.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Sampai detik ini, belum ada respon dari Dinkes terkait Puskesmas Rawa Tembaga. Artinya, saya tidak tahu rekomendasi ini dijalankan atau diabaikan. Nanti kita liat lagi, mungkin nanti kita akan putuskan dirapatkan internal,” kata Ahmadi Madong kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Gedung DPRD Kota Bekasi, Jumat (14/08/2026).

​Desakan Evaluasi Kinerja Dinkes Kota Bekasi

​Mengingat lambatnya respons dari dinas teknis, legislatif sangat menyoroti minimnya pembaruan informasi pasca Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang telah digelar sebelumnya.

​”Ini sangat kita sayangkan, Dinkes tidak update perkembangan rekomendasi yang diberikan Komisi IV. Seharusnya setiap perkembangan dilaporkan, prosesnya sudah sampai mana. Kalau begini kan kita berhak menduga-duga Dinkes tidak mengindahkan rekomendasi Komisi IV, karena sampai saat kita tidak mendapatkan laporan,” imbuhnya.

​Mengapa Rekomendasi DPRD Penting untuk Layanan Puskesmas?

​Tindak lanjut yang tegas sangat diperlukan untuk mencegah terulangnya kelalaian fatal di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Politisi asal Fraksi PKB ini bahkan mendesak Wali Kota Bekasi agar ikut memantau kinerja jajarannya guna memastikan rekomendasi Komisi IV dieksekusi dengan baik.

​”Saya pikir harus saling menghargai, karena tujuannya adalah untuk kebaikan masyarakat. Perilaku ini sangat tidak benarkan dua kali melakukan kesalahan terkait masalah obat kadaluarsa,” ujarnya.

​Bagaimana Pengawasan terhadap 54 Puskesmas Lainnya di Kota Bekasi?

​Kasus yang menimpa Puskesmas Rawa Tembaga dan Puskesmas Bintara Jaya menjadi preseden buruk bagi tata kelola kesehatan daerah.

Evaluasi ini memunculkan kekhawatiran terkait standar mutu operasional puskesmas secara keseluruhan.

​“Nah, kita wanti – wanti ini kan ada sisanya 54 Puskesmas lainnya ini jangan sampai kejadian hal serupa. Kalau bicara pengawasan, wajibnya memang harus ada pengawasan internal. Kita kan hari ini ikut mengawasi juga, jangan sampai pengawas kita awasin,” pungkasnya.

Kritik dari legislatif ini diharapkan menjadi peringatan keras bagi Pemkot Bekasi dalam mengevaluasi standar pelayanan publik dan kompetensi kepala unit kesehatan di wilayahnya.

​Mari bersama kawal kinerja pemerintahan dan layanan publik daerah. Ikuti Saluran WhatsApp RakyatBekasi [Follow WhatsApp Channel RakyatBekasi] agar selalu update dengan berita terpercaya!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Kota Bekasi Sosialisasikan Raperda Produk Halal untuk Dorong UMKM Naik Kelas
DPRD Kota Bekasi Sosialisasi Raperda Penyimpangan Seksual
Pansus 10 DPRD Kota Bekasi Targetkan Raperda LGBT Rampung Akhir Agustus 2026
Tanggul Kali Bekasi Mangkrak, Warga PML Ancam Gugatan Class Action
Lamban Usut Kasus Bullying Unity School, DPRD Ultimatum Disdik Kota Bekasi!
APBD Kota Bekasi 2027 Terancam Defisit Rp207 Miliar, Ketua DPRD Desak Rasionalisasi
Serapan Fisik Rendah, DPRD Kota Bekasi Sentil Kinerja 4 OPD
Pencemaran Kali Bekasi Kritis! DPRD Desak Wali Kota Tri Adhianto Lapor ke Provinsi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:04 WIB

Rekomendasi Diabaikan Dinkes, DPRD Kota Bekasi Berang!

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:29 WIB

DPRD Kota Bekasi Sosialisasikan Raperda Produk Halal untuk Dorong UMKM Naik Kelas

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:59 WIB

DPRD Kota Bekasi Sosialisasi Raperda Penyimpangan Seksual

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:43 WIB

Pansus 10 DPRD Kota Bekasi Targetkan Raperda LGBT Rampung Akhir Agustus 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 - 17:48 WIB

Tanggul Kali Bekasi Mangkrak, Warga PML Ancam Gugatan Class Action

Berita Terbaru

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Ahmadi Madong, saat memberikan keterangan terkait evaluasi kinerja Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi di Gedung DPRD Kota Bekasi, Jumat (14/08/2026).

Parlementaria

Rekomendasi Diabaikan Dinkes, DPRD Kota Bekasi Berang!

Jumat, 14 Agu 2026 - 18:04 WIB

Pengurus DPP PA GMNI berdiri tegap saat menyanyikan lagu Indonesia Raya di Sekretariat DPP PA GMNI, Jakarta Pusat, Kamis (13/08/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari siaran pers menyambut HUT ke-81 RI yang mendesak stop utang dan politik dinasti.

Nasional

Kritik Keras PA GMNI: Jabatan Publik Bukan Hadiah Politik!

Jumat, 14 Agu 2026 - 17:24 WIB

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Putu Kholis Ariyana beserta jajaran menunjukkan barang bukti puluhan ribu obat terlarang saat konferensi pers pengungkapan kasus penyalahgunaan narkotika di Mapolres Metro Bekasi Kota, Jumat (14/08/2026).

Bekasi

Polisi Ringkus 26 Tersangka Pengedar Obat Keras di Bekasi

Jumat, 14 Agu 2026 - 15:19 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x