Terkait Isu Mutasi/Rotasi Pj Wali Kota Bekasi, Ketua Aliansi Ormas Bilang Begini

- Jurnalis

Jumat, 8 Maret 2024 - 14:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pj Wali Kota Bekasi Raden Gani Muhamad didampingi oleh Sekda Kota Bekasi Junaedi seusai apel sertijab, Kamis (21/09/2023).

Pj Wali Kota Bekasi Raden Gani Muhamad didampingi oleh Sekda Kota Bekasi Junaedi seusai apel sertijab, Kamis (21/09/2023).

KOTA BEKASI – Aliansi Organisasi Masyarakat (Ormas) Kota Bekasi turut mengkritik kabar menyoal Penjabat (Pj) Wali Kota Bekasi Raden Gani Muhamad yang berencana akan melakukan rotasi dan mutasi jabatan pada lingkungan kantor Pemerintah Kota Bekasi.

[irp posts=”9364″ ]

Pasalnya, meski kabar tersebut masih terkesan liar. Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi yang disampaikan oleh Pimpinan Kepala Daerah Kota Patriot tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalo saya prinsipnya gini, kalau dia (Pj Wali Kota) paham dengan bahasa pepatah “Dimana Bumi dipijak, disitu Langit dijunjung” seharusnya dia sebagai Pj harus bisa beradaptasi. Bukan hanya dengan unsur pemerintahan, tetapi juga dengan kultur Kota Bekasi,” ucap Ketua Aliansi Organisasi Masyarakat (Ormas) Kota Bekasi Anwar Sadat kepada rakyatbekasi.com saat dihubungi via sambungan telepon, Jumat (08/03/2024).

Bicara soal pemerintahan, kata dia, tentunya bukan lagi bicara tentang Pileg ataupun Pilpres yang dianggap telah selesai pada hari ini.

“Jangan lagi nanti ada kaitan (soal mutasi dan rotasi jabatan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi) ada kepentingan politik tidak, dia harus bisa menyesuaikan bahwa dia ini adalah Pj Wali Kota bukan Wali Kota tetap atau definitif,” jelasnya.

[irp posts=”9346″ ]

Saat menjalankan tugas dan fungsinya sebagai Pj Wali Kota Bekasi, kata dia, pihaknya menilai Gani tidak melakukan satu pertimbangan dalam melakukan soal mutasi dan rotasi pegawai tanpa berpikir secara matang, meskipun itu wewenangnya sebagai kepala daerah.

“Jangan seenaknya melakukan suatu pertimbangan atau keputusan sepihak atau seenaknya dia dengan mengganti Kepala Dinas atau bikin peraturan sendiri. Apalagi kemarin sudah ramai pada saat masa-masa kampanye itu, sudah jelas dia arahnya mau kemana, itu kan seharusnya engga boleh dilakukan,” keluhnya sembari mengkritik kebijakan soal Rotasi dan Mutasi Pejabat Pj Wali Kota Bekasi.

Menurutnya, pihaknya tidak mempermasalahkan apabila sesosok Kepala Daerah melakukan soal Rotasi dan Mutasi Pejabat demi kepentingan pelayanan publik. Akan tetapi, alangkah elok persoalan Mutasi dan Rotasi Pejabat dapat dikonsolidasikan dengan penuh pertimbangan.

[irp posts=”9317″ ]

“Saya sebenarnya tidak masalah (perihal Rotasi dan Mutasi), tetapi kan harus ada pertimbangan dulu, dia (Pj Wali Kota) kan harus pahami karakter masing-masing personalnya. Kedua juga punya pertimbangan, kan ada empat pilar yang sama-sama bisa menjadi satu barometer. Ada DPRD, ada kejaksaan, ada Polres dan Dandim,” sambungnya

Kendati demikian, pihaknya berpesan kepada Pj Wali Kota Bekasi agar jangan asal sembarang melakukan rotasi dan mutasi tapi tidak sesuai tupoksi kinerja dan jauhkan dari unsur kepentingan pribadi.

“Bukan hanya dia oh ini pindah pindah ya engga bisa seperti itu, kan dia baru masuk di Kota Bekasi. Ya memang betul secara tugas, Kepala Dinas kan siap ditempat tugaskan dimana saja, tapi kan bukan itu. Kita harus memahami juga kondisi sekarang, keadaan sekarang apalagi baru selesai Pilpres. Ya jangan buat gaduh lah di Kota Bekasi,” sesalnya

[irp posts=”9271″ ]

Sebelumnya, Pj Wali Kota Bekasi, Raden Gani Muhamad menjawab secara diplomatis menyoal isu rotasi dan mutasi pejabat esselon II di lingkungan Pemerintah Daerah.

Dia memberi sinyal hanya dengan senyuman seakan membenarkan proses tersebut dan menyatakan untuk menunggu dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Tunggu dari kementerian ya,” katanya singkat usai melaksanakan upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-105 pemadam kebakaran dan penyelamatan, Rabu (06/03/2024).

Sedangkan, Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Junaedi menyampaikan, bahwa pihaknya sejauh ini tidak mengetahui kebenaran terkait isu mutasi/rotasi yang beredar.

“Itu urusan pimpinan, yakni Wali Kota Bekasi, namun saya tidak mengetahui informasi dan kebenarannya,” paparnya.

[irp posts=”9227″ ]

Terlebih, isu liar ini turut didukung pada Senin (04/03/2024) dengan dugaan dorongan dari orang dekat Pj Wali Kota Bekasi yang merupakan pejabat eselon II menyebar di kalangan wartawan.

Menurut informasi yang beredar,  mutasi dan rotasi untuk jabatan eselon 2 dan promosi, beredar isu Kadistaru saat ini mengalami kekosongan dan akan diduduki yang saat ini menjabat Camat.

Bahkan sebelumnya, beredar isu akan ada mutasi 10 orang yang diusulkan ke Kemendagri untuk assessment /mutasi eselon 2 diantaranya; Kepala BKPSDM, Kadisnaker, Kadispora, Kadis BMSDA, Kadis Damkar, Kepala Bapenda, Kadis Kominfo, Asda 3, Kepala BKPSDM dan Kadis Perindag.

[irp posts=”9263″ ]

Masih menurut isu, finalisasi mutasi/rotasi ini dibahas di Bali pada Jumat tanggal 1 Maret 2024. Kabarnya, inisiatif mutasi dan promosi didorong oleh orang dekat Pj Wali Kota Bekasi yaitu Lintong Ambarita (Asda 1 merangkap Kadistaru). Namun hal itu langsung mendapat bantahan saat dikonfirmasi palapapos.co.id, Senin (04/03/2024).

Lintong menyampaikan, urusannya ke Bali bersama rekannya sesama pejabat Pemkot Bekasi terkait pengendalian inflasi, dan bukan urusan mutasi.

“Asda 1 bukan Baperjakat, dan prinsipnya mutasi adalah hak prerogatif pimpinan. Kami hanya membantu, atau bawahan sebatas melakukan tugas pokok dan fungsi sesuai ketentuan yang berlaku,” jawab Lintong Tegas.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bongkar Biang Kerok Banjir Jatibening, Wali Kota Bekasi Instruksikan Pelebaran Saluran dan Bangun Long Storage di Crossing Tol
Naik Motor, Wali Kota Bekasi Cek 9 Titik Rawan Banjir dan Jalan Rusak
Waspada! Kandungan Mikrobiologis Sejumlah Depot Air Minum Isi Ulang Melampaui Baku Mutu
Dinding Kaca Mulai Dibongkar, Kapan JPO Stasiun Bekasi Bisa Diakses Penumpang KRL?
Krisis Lahan Parkir ASN, Disperkimtan Usulkan CCTV dan Benahi Penerangan Rooftop GOR Patriot yang Minim Fasilitas
Korupsi PT Migas Kota Bekasi Kian Mengerucut: Kejagung Kembali Cecar Saksi HR dari Foster
KADIN Fest Bekasi 2027 Siap Boyong Slank hingga Tipe-X ke Harapan Indah
​Hari Santri 2026: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tekankan Pengawasan Ketat dan Keteladanan di Lingkungan Pesantren

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Bongkar Biang Kerok Banjir Jatibening, Wali Kota Bekasi Instruksikan Pelebaran Saluran dan Bangun Long Storage di Crossing Tol

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Naik Motor, Wali Kota Bekasi Cek 9 Titik Rawan Banjir dan Jalan Rusak

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:03 WIB

Waspada! Kandungan Mikrobiologis Sejumlah Depot Air Minum Isi Ulang Melampaui Baku Mutu

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Dinding Kaca Mulai Dibongkar, Kapan JPO Stasiun Bekasi Bisa Diakses Penumpang KRL?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Krisis Lahan Parkir ASN, Disperkimtan Usulkan CCTV dan Benahi Penerangan Rooftop GOR Patriot yang Minim Fasilitas

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x