Ada OPD yang di Bawah 10 Persen, Wali Kota Bekasi Soroti Rendahnya Serapan Anggaran Daerah

- Jurnalis

Rabu, 17 September 2025 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.

BEKASI – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, memberikan sorotan tajam terhadap rendahnya realisasi serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi tahun 2025.

Memasuki akhir triwulan ketiga, penyerapan anggaran yang belum maksimal dinilai dapat menghambat jalannya roda pembangunan dan pelayanan publik di kota tersebut.

Tri Adhianto menyatakan keprihatinannya saat melihat laporan kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kelambatan ini tidak bisa ditoleransi, mengingat tahun anggaran akan segera berakhir.

“Saya melihat serapan anggaran, termasuk realisasi fisik, yang sangat rendah. Ini menjadi perhatian serius karena sudah memasuki akhir triwulan ketiga dan akan segera masuk triwulan keempat,” ujar Tri Adhianto kepada jurnalis rakyatbekasi.com, Rabu (17/09/2025).

Ia bahkan menyoroti adanya beberapa OPD yang realisasi anggarannya masih sangat minim.

“Ada yang di bawah 10 persen. Ini harus segera dikejar,” tegasnya.

Instruksi Percepatan dan Pendampingan Khusus

Menyikapi kondisi ini, Mas Tri sapaan akrabnya, langsung memberikan instruksi tegas kepada jajaran terkait untuk melakukan intervensi.

Ia meminta Sekretaris Daerah (Sekda), Inspektorat, Bagian Pembangunan, dan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) untuk turun tangan.

​”Lakukan proses pendampingan untuk mengakselerasi penyerapan anggaran. Jangan sampai uang yang sudah dialokasikan untuk kepentingan masyarakat tidak bisa terserap dan kembali menjadi SILPA (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran),” jelasnya.

Mas Tri juga menekankan bahwa kondisi kas daerah sangat sehat dan siap untuk membiayai semua program yang telah direncanakan.

“Uang itu harus berputar dalam program pembangunan, bukan mengendap di kas daerah,” sambungnya.

Data BPKAD dan Penjelasan Teknis

​Berdasarkan data yang dirilis Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bekasi, realisasi serapan APBD hingga 9 September 2025 tercatat baru mencapai 40,81 persen.

​Kepala BPKAD Kota Bekasi, Yudianto, mengonfirmasi angka tersebut. Ia menjelaskan bahwa capaian ini mencerminkan program dan kegiatan pembangunan yang masih dalam proses berjalan.

“Saat ini, sebagian besar kegiatan telah memasuki tahap pencairan belanja yang dilakukan secara bertahap, sesuai dengan ketentuan administrasi dan regulasi yang berlaku,” kata Yudianto dalam keterangan terpisah, Rabu (10/09/2025) lalu.

​Menurutnya, BPKAD terus proaktif berkoordinasi dengan seluruh OPD untuk memastikan tidak ada kendala administrasi yang menghambat pencairan.

​”Upaya ini untuk memastikan efektivitas pelaksanaan kegiatan, peningkatan realisasi belanja, serta kepatuhan terhadap target kinerja yang telah ditetapkan,” tambahnya.

Dampak Bagi Pembangunan dan Pelayanan Publik

Rendahnya serapan anggaran berpotensi langsung memengaruhi kualitas hidup warga Kota Bekasi.

Sejumlah proyek strategis seperti perbaikan jalan, pembangunan sekolah, normalisasi saluran air untuk penanganan banjir, hingga program bantuan sosial bisa terancam molor.

Keterlambatan ini tidak hanya menunda manfaat yang seharusnya dirasakan publik, tetapi juga dapat mengurangi efektivitas program di tahun berikutnya.

Percepatan penyerapan anggaran yang efektif menjadi kunci untuk memastikan seluruh janji pembangunan pemerintah dapat terealisasi tepat waktu.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JPO depan Metropolitan Mall Bekasi Rampung Diperbaiki, Pejalan Kaki Makin Aman
Layanan Publik Tolak IKD? Warga Kota Bekasi Diminta Berani, Menolak dan Melawan!
Relax’t Spa Cibubur Tetap Jualan Terapis Esek-esek saat Libur Kenaikan Yesus Kristus
Emisi Metana TPST Bantargebang Kritis, Teknologi GALFAD Gagal Total
Pasca Tabrakan Maut Kelayakan Dapur SPPG Aren Jaya 2 Tuai Sorotan
Siap Urai Kemacetan Jalan Juanda, JPO Stasiun Bekasi Rampung Akhir Juni 2026
1.200 Rutilahu Masih jadi PR, Tahun Ini Prioritas Perbaikan Pemkot Bekasi Hanya 130 Unit
Promosi Layanan Terapis ala Relax’t Spa Cibubur: Tantang Satpol PP Kota Bekasi?
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:12 WIB

JPO depan Metropolitan Mall Bekasi Rampung Diperbaiki, Pejalan Kaki Makin Aman

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:05 WIB

Layanan Publik Tolak IKD? Warga Kota Bekasi Diminta Berani, Menolak dan Melawan!

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:45 WIB

Relax’t Spa Cibubur Tetap Jualan Terapis Esek-esek saat Libur Kenaikan Yesus Kristus

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:52 WIB

Emisi Metana TPST Bantargebang Kritis, Teknologi GALFAD Gagal Total

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:49 WIB

Pasca Tabrakan Maut Kelayakan Dapur SPPG Aren Jaya 2 Tuai Sorotan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x