BEKASI – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi bergerak cepat untuk memastikan kelancaran ibadah umat Kristiani. Sebanyak 50 personel diterjunkan khusus untuk melakukan pengaturan lalu lintas (lalin) di sejumlah gereja prioritas di wilayah setempat selama pelaksanaan Malam Natal dan Hari Raya Natal 2025.
Langkah ini diambil guna mengantisipasi kepadatan kendaraan saat jemaat mulai memadati lokasi ibadah untuk mengikuti Malam Misa.
Pemetaan Titik Vital Pengamanan Gereja
Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional (Dal Ops) Dishub Kota Bekasi, Arlindo Dos Reis Basmery, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan (mapping) secara komprehensif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fokus pengamanan diarahkan pada gereja-gereja yang memiliki jemaat besar dan lokasi yang bersinggungan langsung dengan jalan raya utama.
Menurut Arlindo, penempatan personel ini juga didasarkan pada permohonan resmi dari pihak gereja yang membutuhkan bantuan pengaturan lalu lintas.
”Beberapa gereja yang telah mengajukan permohonan dan menjadi fokus pengamanan kami diantaranya adalah Gereja Paroki Santo Arnoldus Janssen, Gereja Katolik Paroki Santa Clara, dan Gereja Tiberias,” ujar Arlindo kepada Jurnalis rakyatbekasi.com dalam keterangan resminya, Rabu (24/12/2025).
Selain itu, pengamanan juga diperketat di kawasan dengan mobilitas tinggi lainnya, seperti:
- Gereja di wilayah Harapan Indah.
- Gereja di kawasan Kampung Sawah, Jatisampurna.
Strategi Penempatan dan Waktu Operasional
Puluhan anggota Dishub Kota Bekasi akan disebar di titik-titik keramaian (spot ramai) sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan. Tujuannya adalah menjaga kelancaran arus lalu lintas di ruas jalan arteri agar tidak terjadi kemacetan panjang yang dapat mengganggu pengguna jalan lain.
Terkait waktu operasional, Arlindo menjelaskan bahwa personel telah diinstruksikan untuk bersiaga sejak sore hari.
”Petugas sudah diinstruksikan untuk menjalankan tugas sejak waktu Asar. Hal ini menyesuaikan dengan jadwal mimbar atau jadwal misa masing-masing gereja guna membantu kelancaran kedatangan para jemaat,” sambungnya.
Alokasi Personel Per Lokasi
Jumlah personel yang ditempatkan di setiap gereja tidak seragam, melainkan disesuaikan dengan tingkat kerawanan macet dan jumlah jemaat.
”Nantinya setiap gereja akan melibatkan personel dengan jumlah bervariasi. Ada yang ditempatkan 8 personel, 6 personel, atau 4 personel sesuai kebutuhan dan situasi di lokasi,” jelas Arlindo.
Imbauan Parkir dan Tanpa Rekayasa Lalu Lintas
Dalam pelaksanaan Malam Natal tahun ini, Dishub Kota Bekasi memastikan tidak ada Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (seperti penutupan jalan atau pengalihan arus) yang diberlakukan secara khusus. Arus lalu lintas akan tetap berjalan normal namun dengan pengawasan ketat.
Meski demikian, Arlindo menekankan pentingnya manajemen parkir yang baik. Ia mengimbau pihak gereja untuk bekerja sama dengan warga atau lingkungan sekitar dalam menyediakan kantung parkir tambahan.
”Kami harapkan kerjasama lingkungan sekitar untuk memanfaatkan tempat-tempat yang bisa dijadikan lokasi kantung parkir. Ini penting untuk membantu mobilitas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di badan jalan saat prosesi ibadah berlangsung,” pungkasnya.
Informasi Penting: Bagi warga Kota Bekasi yang akan melintas di sekitar titik-titik gereja besar pada sore hingga malam hari ini, diimbau untuk tetap berhati-hati dan mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







































