Antisipasi Tragedi Kematian Petugas KPPS, KPU Gandeng Dinas Kesehatan di Pemilu 2024

- Jurnalis

Kamis, 1 Februari 2024 - 13:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga mengangkat jenazah Sudirdjo, seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu serentak 2019 yang meninggal dunia usai mendapatkan perawatan di rumah sakit untuk dimakamkan di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (23/04/2019).

Warga mengangkat jenazah Sudirdjo, seorang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu serentak 2019 yang meninggal dunia usai mendapatkan perawatan di rumah sakit untuk dimakamkan di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (23/04/2019).

KOTA BEKASI – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi melibatkan Dinas Kesehatan Kota Bekasi untuk menjamin kesehatan petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) saat bertugas dalam pelaksanaan Pemilu 2024.[irp posts=”8688″ ]Keterlibatan tenaga kesehatan tersebut, sebagai bentuk dan langkah antisipasi agar tidak ada petugas KPPS yang meninggal pada saat pemungutan suara berlangsung pada 14 Februari mendatang.
“Pertama sebelum melakukan perekrutan anggota KPPS. Sejak akhir Desember Tahun 2023, KPU Kota Bekasi sudah mengandeng Dinas Kesehatan dalam pemeriksaan kesehatan petugas KPPS saat proses pendaftaran,” ucap Ketua KPU Kota Bekasi Ali Syaifa kepada rakyatbekasi saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (01/02/2024).
Keterlibatan petugas KPPS dalam pelaksanaan Pemilu, kata Ali, tentunya memiliki peran yang amat penting. Karena, mereka akan bertugas untuk melakukan perhitungan dan pemungutan suara suara.[irp posts=”8625″ ]Saat ini, Ali membeberkan bahwa jumlah petugas KPPS yang nantinya akan bertugas di Kota Bekasi berjumlah 49.456 orang.
“Kami dari KPU Kota Bekasi, termasuk KPU RI akan memberikan santunan kepada mereka. Meskipun kita tidak mengharapkan (kejadian yang tidak diinginkan terkait kelelahan ataupun kematian), Tetapi sejauh ini KPU Kota Bekasi lakukan sosialisasi kepada KPPS agar bisa mengatur sisi kesehatan mereka,” ungkap Ali.
Oleh sebab itu, Ali mengaku pihaknya telah memberikan pengarahan kepada petugas KPPS yang nantinya akan bertugas agar pada hari ‘H’ pelaksanaan Pemilu perlu dilaksanakannya manajemen diri yang baik.
“Sembari kita juga akan menggandeng puskesmas yang ada di setiap kelurahan untuk bisa memberikan layanan terhadap petugas yang saat itu bekerja. Bilamana tiba-tiba, misalkan mengalami gangguan kesehatan agar segera bisa ditangani,” terangnya
[irp posts=”8680″ ]

KPU Kota Bekasi Gandeng Dinas Kesehatan Kota Bekasi

Sementara itu terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati menyatakan, keterlibatan Dinas Kesehatan dalam pelaksanaan Pemilu tentunya fokus untuk melakukan pengecekan kesehatan pada petugas.
“Kami dari Dinas Kesehatan mengevaluasi hasil Pemilu sebelumnya 2019 yang pernah terjadi Kasus Kematian. Ini yang kami antisipasi bahwa untuk saat ini pemeriksaan kesehatan harus betul-betul dilakukan,” kata Tanti.
Demi maksimalnya layanan kesehatan, Tanti menegaskan kepada para petugas KPPS agar menyertakan catatan riwayat penyakitnya untuk dilakukan cek dan kontrol kesehatan lebih lanjut.[irp posts=”8586″ ]
“Kami sudah bersepakat bahwa mereka harus digali juga riwayat dari pada penyakit petugas. Jangan tidak menggali, karena dikhawatirkannya seperti itu (terjadi hal yang tidak diinginkan). Dengan kita melakukan skrining petugas tersebut di fasilitas kesehatan kita yang ada di setiap Puskesmas,” paparnya
Sebagai informasi, Ketua KPU RI Arief Budiman mengungkapkan bahwasanya saat pelaksanaan Pemilu 2019 silam, sebanyak 894 petugas meninggal dunia dan 5.175 petugas mengalami sakit saat bertugas. (DAP)

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gas Metana TPST Bantargebang jadi Sorotan Dunia, Dinkes Kaji Lonjakan Kasus ISPA di Kota Bekasi
65 Ribu Warga Kota Bekasi Terserang ISPA Awal 2026
Dua Pekan Lagi, Perlintasan Sebidang Bulak Kapal Bekasi Bakal Dipasang Palang Pintu Otomatis
Soal Efisiensi Belanja Pegawai, Wali Kota Bekasi Pastikan 3.442 PPPK Paruh Waktu Tetap Aman
Wali Kota Bekasi Canangkan Pendidikan Antikorupsi Bagi Siswa SD-SMP Mulai Tahun Ajaran Baru
​Eks Pejabat Pimpin BAZNAS Kota Bekasi, Transparansi Dana Umat Disorot
Wali Kota Bekasi Pastikan Biaya Pendidikan Anak Korban Ditanggung
Dishub Kaji Titik CFD Baru di Alun-Alun M Hasibuan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:18 WIB

Gas Metana TPST Bantargebang jadi Sorotan Dunia, Dinkes Kaji Lonjakan Kasus ISPA di Kota Bekasi

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:08 WIB

65 Ribu Warga Kota Bekasi Terserang ISPA Awal 2026

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:56 WIB

Dua Pekan Lagi, Perlintasan Sebidang Bulak Kapal Bekasi Bakal Dipasang Palang Pintu Otomatis

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:28 WIB

Soal Efisiensi Belanja Pegawai, Wali Kota Bekasi Pastikan 3.442 PPPK Paruh Waktu Tetap Aman

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:52 WIB

​Eks Pejabat Pimpin BAZNAS Kota Bekasi, Transparansi Dana Umat Disorot

Berita Terbaru

Ilustrasi antrean warga sedang menjalani pemeriksaan suhu tubuh dan pembagian masker oleh petugas medis di salah satu fasilitas kesehatan di Kota Bekasi.

Bekasi

65 Ribu Warga Kota Bekasi Terserang ISPA Awal 2026

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:08 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x