Cukai Rokok Naik Tahun Depan, Ada Yang Curi Start?

- Jurnalis

Selasa, 14 Desember 2021 - 10:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cukai hasil tembakau (CHT) atau cukai rokok naik rata-rata sebesar 12% berlaku mulai 2022. Hal itu diumumkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kemarin Senin (13/12). Pasca pengumuman kebijakan tersebut belum tampak gejolak harga rokok, alias toko yang colong start menaikkan harga.

Berdasarkan penelusuran kami di gerai minimarket, Selasa (14/12/2021), baik Alfamart maupun Indomaret tidak ada perubahan harga rokok pada hari ini. Rokok yang dibanderol masih menggunakan harga sebelumnya.

Di gerai Alfamart, Gudang Garam Filter Internasional 12 batang dijual Rp 20.300, Sampoerna Mild 12 batang Rp 19.500, Clas Mild 12 batang Rp 18.200, dan Marlboro Red 20 batang Rp 33.500.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu petugas di gerai Alfamart mengatakan hingga hari ini belum ada kenaikan harga rokok di rak-rak jualan. Diperkirakan harga baru akan naik pasca kebijakan cukai 2022 berlaku.

“Naiknya baru tahun depan,” kata petugas kasir kepada detikcom.

Sedangkan di gerai Indomaret, harga Marlboro Red 20 batang Rp 33.500, Sampoerna Mild 12 batang Rp 19.400, dan Magnum Filter Black 12 batang Rp 17.900.

Di warung kelontong pun sama, harga rokok belum mengalami kenaikan lantaran harga dari agen maupun distributor masih normal. Hal itu berdasarkan pengakuan salah satu pedagang.

“Dari kemarin belanja terakhir hari minggu belum ada perubahan sama sekali, masih normal,” kata pedagang kelontong, Ahmad Pairuz. (Mar)


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GMNI Laporkan Skandal SPMB Kota Bekasi 2026 ke Dirjen Kemendikdasmen
Indonesia Jadi Salah Satu Negara Pendiri WAICO, Bidik Potensi Ekonomi USD 366 Miliar
Konflik Polri vs Kejagung, Syahrul E Dasopang: Bahaya Keseimbangan Koruptif
Tanpa Presiden Prabowo, CEO Danantara dan Menko Zulhas Resmikan PSEL Perdana di Bali
OTT Syah Afandin: Akrobat Politik KPK Tutupi Korupsi Raksasa?
Sorotan Kritis DPP GMNI: Program Makan Bergizi Gratis Harus Lahirkan Kemandirian Ekonomi Desa!
DPP GMNI Kritik Efisiensi APBN: Jangan Hanya Hemat di Atas Kertas
Antrean Mengular di Sejumlah SPBU? Tenang, Pertamina Jamin Stok BBM Warga Bekasi Aman
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:16 WIB

GMNI Laporkan Skandal SPMB Kota Bekasi 2026 ke Dirjen Kemendikdasmen

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:39 WIB

Indonesia Jadi Salah Satu Negara Pendiri WAICO, Bidik Potensi Ekonomi USD 366 Miliar

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:33 WIB

Konflik Polri vs Kejagung, Syahrul E Dasopang: Bahaya Keseimbangan Koruptif

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:01 WIB

Tanpa Presiden Prabowo, CEO Danantara dan Menko Zulhas Resmikan PSEL Perdana di Bali

Jumat, 3 Juli 2026 - 19:56 WIB

OTT Syah Afandin: Akrobat Politik KPK Tutupi Korupsi Raksasa?

Berita Terbaru

Ilustrasi.

Bekasi

Kritik Tajam LAPENMI Bekasi: MBG Jalan, Kelas Masih Bocor?

Kamis, 23 Jul 2026 - 22:06 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x