DBMSDA Kota Bekasi Kerahkan 20 Pompa Air Mobile Atasi Banjir di 12 Kecamatan

- Jurnalis

Jumat, 23 Januari 2026 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di Jalan Bintara Raya, Kecamatan Bekasi Barat pengendara sepeda motor turut mogok, lantaran hendak menerobos jalan di lokasi setempat, Kamis (22/01/2026).

Di Jalan Bintara Raya, Kecamatan Bekasi Barat pengendara sepeda motor turut mogok, lantaran hendak menerobos jalan di lokasi setempat, Kamis (22/01/2026).

Poin Utama:

  • Armada Siaga: Lebih dari 20 unit pompa air mobile dikerahkan penuh oleh DBMSDA Kota Bekasi.
  • Lokasi Terdampak: Genangan air dilaporkan terjadi merata di 12 Kecamatan se-Kota Bekasi akibat hujan ekstrem.
  • Waktu Kejadian: Penanganan intensif dilakukan sejak Kamis (22/01) hingga Jumat (23/01/2026).
  • Strategi: Penerjunan personel URC mendampingi setiap unit pompa untuk respon cepat (bahkan sebelum hujan turun).

​Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi bergerak cepat merespons cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jabodetabek dalam dua hari terakhir.

Sebanyak lebih dari 20 unit pompa air mobile disiagakan dan dioperasikan penuh untuk menyedot genangan banjir yang merendam sejumlah titik di 12 kecamatan se-Kota Bekasi, Jumat (23/01/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Bagaimana Strategi Pemkot Bekasi Menangani Banjir Saat Cuaca Ekstrem?

​Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui DBMSDA menerapkan strategi jemput bola dengan menyiagakan personel dan alat berat sebelum debit air meningkat drastis.

Kepala DBMSDA Kota Bekasi, Idi Sutanto, memastikan seluruh aset penanggulangan banjir telah diterjunkan ke titik-titik rawan.

​”Sehingga Tim URC kita turut disiapsiagakan dan juga termasuk kesiapan seluruh pompa yang ada langsung turun dan semuanya dioperasikan,” kata Idi Sutanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulisnya di Kota Bekasi, Jumat (23/01/2026).

​Idi menjelaskan bahwa meskipun curah hujan yang turun tergolong ekstrem dan menyebabkan genangan di hampir seluruh wilayah kecamatan, kehadiran petugas di lapangan menjadi kunci pengendalian situasi. Total pompa yang beroperasi saat ini mencapai lebih dari 20 unit yang tersebar di lokasi vital.

​Apa Kendala Teknis Penanganan Genangan di Lapangan?

​Meskipun seluruh armada dikerahkan, kondisi di lapangan kerap kali membutuhkan penanganan taktis yang menyesuaikan situasi debit air.

Idi mencontohkan kondisi di kawasan Caman (Jalan Caman Raya, Jatibening), di mana pemompaan air tidak bisa dilakukan sembarangan jika area pembuangan sudah meluap (limpas).

​Terkait sistem pompa mobile tersebut, pengoperasian dilakukan secara bertahap. Apabila air sudah melimpas di berbagai saluran pembuangan, pemompaan akan ditunda sementara untuk menghindari sirkulasi air yang sia-sia (backflow).

​”Kalau sudah limpas di mana-mana, mau dipompa ke mana juga percuma, airnya muter-muter di situ. Seperti semalam di Caman, kita nunggu dulu, setelah kondisi memungkinkan baru langsung kita pompa,” jelas Idi.

​Sejauh Mana Efektivitas Tim URC Mengurangi Keluhan Warga?

​Kecepatan respons petugas Tim Unit Reaksi Cepat (URC) dinilai efektif meredam kepanikan dan komplain masyarakat.

Menurut Idi, instruksi siaga diberikan tidak hanya saat hujan turun, melainkan sejak tanda-tanda cuaca memburuk terlihat. Setiap titik genangan dipastikan memiliki personel yang mendampingi operasional pompa.

​”Karena setiap ada genangan pasti ada personel kita yang mengoperasikan pompa. Setiap terjadi hujan, bahkan sebelum hujan, kita sudah bergerak,” tambahnya.

​Langkah preventif dan kehadiran fisik petugas di lokasi banjir terbukti membangun kepercayaan publik. Idi mengklaim minimnya komplain negatif dari warga meskipun genangan terjadi di 12 kecamatan.

​”Kalau masyarakat mau komplain atau marah, tapi melihat ada orang kita di lapangan, itu sudah cukup buat mereka,” tutup Idi.

​Pemkot Bekasi terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan menjaga kebersihan saluran air di lingkungan masing-masing.

Sinergi antara pemerintah dan warga diharapkan dapat meminimalisir dampak banjir di masa mendatang.

Punya informasi titik banjir yang belum tertangani di wilayah Anda? Segera laporkan melalui layanan Call Center 112 Kota Bekasi atau hubungi media sosial resmi Pemkot Bekasi.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wamenhaj Sidak Tenda Jemaah Haji, Spanduk Wali Kota Bekasi Dicopot Paksa!
Bikin Kumuh! Satpol PP Bekasi Tertibkan Lapak Hewan Kurban Liar
4.382 Jemaah Haji Kota Bekasi Tiba di Mekkah, Kemenhaj Ingatkan Cuaca Ekstrem
Jadi Syarat Wajib SPMB 2026, 59 Ribu Warga Serbu Layanan KIA Pemkot Bekasi
GMNI Geruduk BGN Desak Evaluasi Program MBG Kota Bekasi
JPO Stasiun Bekasi Kelar Akhir Juni: Solusi Semrawut Jalan Juanda
Lelang Supercar EDC Cash Kejari Kota Bekasi Tembus Belasan Miliar
Abaikan Warga, Izin Operasional RS Budi Lestari Terancam Ditunda
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:51 WIB

Wamenhaj Sidak Tenda Jemaah Haji, Spanduk Wali Kota Bekasi Dicopot Paksa!

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:18 WIB

Bikin Kumuh! Satpol PP Bekasi Tertibkan Lapak Hewan Kurban Liar

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:07 WIB

4.382 Jemaah Haji Kota Bekasi Tiba di Mekkah, Kemenhaj Ingatkan Cuaca Ekstrem

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:00 WIB

GMNI Geruduk BGN Desak Evaluasi Program MBG Kota Bekasi

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:16 WIB

JPO Stasiun Bekasi Kelar Akhir Juni: Solusi Semrawut Jalan Juanda

Berita Terbaru

Sejumlah pengendara sepeda motor dan petugas tampak menunggu Kereta Rel Listrik (KRL) melintas di salah satu perlintasan sebidang di Kota Bekasi. Mengantisipasi kemacetan imbas proyek DDT Bekasi-Cikarang pada 2027, DPRD mendesak Pemkot Bekasi segera memetakan lokasi perlintasan rawan dan menyiapkan jalur alternatif. (Foto: RakyatBekasi.Com).

Parlementaria

Proyek DDT 2027: DPRD Desak Pemkot Bekasi Petakan Perlintasan Sebidang

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:56 WIB

Suasana jalur perlintasan rel kereta api di wilayah stasiun kawasan Bekasi dilihat dari area peron pejalan kaki. Pembangunan lanjutan Double-Double Track (DDT) rute Bekasi-Cikarang yang ditargetkan bergulir pada 2027 dipastikan akan berimbas pada perlintasan sebidang dan berpotensi membebani APBD untuk pembebasan lahan. (Foto: Jurnalis RakyatBekasi.Com)

Parlementaria

​Proyek DDT Bekasi-Cikarang, DPRD Ingatkan Pemkot Soal APBD

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:16 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x