Tri Adhianto Pastikan Pompa Polder Kalimati Kembali Beroperasi Normal

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poin Utama:

  • Status Perbaikan: Satu unit pompa air yang terbakar pada Kamis (29/01) telah berhasil diperbaiki dan beroperasi normal kembali.
  • Total Armada: Sebanyak 11 unit pompa di Polder Kalimati dinyatakan siap siaga (“standby”) menghadapi potensi hujan susulan.
  • Wilayah Terdampak: Polder ini krusial untuk mengendalikan banjir di area DAS Rawalumbu, Bantargebang, Jalan RA Kartini, hingga Unisma.
  • Respon Cepat: Pemkot Bekasi berkolaborasi dengan BBWS untuk penyediaan pompa mobile saat insiden terjadi.

BEKASI TIMUR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memastikan seluruh infrastruktur pengendali banjir di Polder Kalimati, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, telah berfungsi optimal.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa satu unit pompa yang sempat terbakar akibat tingginya intensitas penyedotan air kini sudah diperbaiki dan beroperasi normal per Jumat (30/01/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Mengapa Pompa Polder Kalimati Sempat Mengalami Kerusakan?

​Insiden terbakarnya mesin pompa disebabkan oleh operasional mesin yang diporsir terus-menerus untuk mengurangi luapan Kali Bekasi yang tinggi. Mesin dilaporkan mengalami overheat dan terbakar pada Kamis (29/01) pagi, namun tim teknis langsung bergerak cepat melakukan penanganan.

​”Pompa air sudah oke, sudah berangsur normal kembali. Dan saya kira kita langsung gerak cepat dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai). Karena begitu pompanya meledak, langsung ada pompa mobile yang kemudian kita siagakan,” kata Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat ditemui di Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Jumat (30/01/2026).

​Langkah taktis pelibatan pompa mobile dari BBWS tersebut dilakukan untuk mencegah genangan meninggi di pemukiman warga saat proses perbaikan mesin utama berlangsung.

​Wilayah Mana Saja yang Dilindungi oleh Polder Kalimati?

​Fungsionalitas Polder Kalimati sangat vital karena menjadi daerah tampungan air utama bagi beberapa wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) di Kota Bekasi.

Tri Adhianto menjelaskan bahwa polder ini menjadi benteng pertahanan banjir bagi area padat penduduk dan jalan protokol.

​”Karena itu (Polder Kalimati) untuk kita melindungi DAS kita yang Rawalumbu. Kemudian Bantargebang, Jalan RA Kartini sampai UNISMA,” tuturnya menambahkan.

​Dengan normalnya kembali pompa tersebut, diharapkan aliran air dari wilayah hulu seperti Bantargebang dan Rawalumbu dapat dikelola dengan baik sebelum masuk ke saluran pembuangan utama.

​Bagaimana Kesiapan DBMSDA Kota Bekasi Menghadapi Hujan Susulan?

​Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi memastikan seluruh armada pompa dalam kondisi prima.

Kepala DBMSDA Kota Bekasi, Idi Sutanto, mengonfirmasi bahwa perbaikan pompa yang terbakar telah rampung sejak Kamis sore, sesaat setelah kejadian.

​”Jadi sore hari ini Alhamdulillah, tadi pagi yang ada pompa kita terbakar. Setelah dilakukan perbaikan sama tim teknis kita. Alhamdulillah sore hari ini udah bisa nyala dan bisa berangsur normal kembali,” jelas Idi melalui keterangan resmi di akun Instagram @dbmsdakotabekasi, Kamis sore.

​Idi menegaskan bahwa saat ini Polder Kartini di pintu Kalimati sudah siap melakukan penyedotan air secara berkala dengan kekuatan penuh.

​”Jadi dari 11 pompa sudah siap semua, apabila sewaktu-waktu hujan turun lagi, kita siap untuk beroperasi kembali,” pungkasnya.

​Pemkot Bekasi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di awal tahun 2026 ini.

Sinergi antara pemerintah dan warga dalam menjaga kebersihan saluran air lingkungan sangat diperlukan untuk meminimalisir dampak banjir.

Punya informasi terkait genangan atau infrastruktur banjir yang bermasalah di lingkungan Anda? Segera laporkan ke Call Center Bekasi Siaga 112.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wamenhaj Sidak Tenda Jemaah Haji, Spanduk Wali Kota Bekasi Dicopot Paksa!
Bikin Kumuh! Satpol PP Bekasi Tertibkan Lapak Hewan Kurban Liar
4.382 Jemaah Haji Kota Bekasi Tiba di Mekkah, Kemenhaj Ingatkan Cuaca Ekstrem
Jadi Syarat Wajib SPMB 2026, 59 Ribu Warga Serbu Layanan KIA Pemkot Bekasi
GMNI Geruduk BGN Desak Evaluasi Program MBG Kota Bekasi
JPO Stasiun Bekasi Kelar Akhir Juni: Solusi Semrawut Jalan Juanda
Lelang Supercar EDC Cash Kejari Kota Bekasi Tembus Belasan Miliar
Abaikan Warga, Izin Operasional RS Budi Lestari Terancam Ditunda
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:51 WIB

Wamenhaj Sidak Tenda Jemaah Haji, Spanduk Wali Kota Bekasi Dicopot Paksa!

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:18 WIB

Bikin Kumuh! Satpol PP Bekasi Tertibkan Lapak Hewan Kurban Liar

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:07 WIB

4.382 Jemaah Haji Kota Bekasi Tiba di Mekkah, Kemenhaj Ingatkan Cuaca Ekstrem

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:00 WIB

GMNI Geruduk BGN Desak Evaluasi Program MBG Kota Bekasi

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:16 WIB

JPO Stasiun Bekasi Kelar Akhir Juni: Solusi Semrawut Jalan Juanda

Berita Terbaru

Sejumlah pengendara sepeda motor dan petugas tampak menunggu Kereta Rel Listrik (KRL) melintas di salah satu perlintasan sebidang di Kota Bekasi. Mengantisipasi kemacetan imbas proyek DDT Bekasi-Cikarang pada 2027, DPRD mendesak Pemkot Bekasi segera memetakan lokasi perlintasan rawan dan menyiapkan jalur alternatif. (Foto: RakyatBekasi.Com).

Parlementaria

Proyek DDT 2027: DPRD Desak Pemkot Bekasi Petakan Perlintasan Sebidang

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:56 WIB

Suasana jalur perlintasan rel kereta api di wilayah stasiun kawasan Bekasi dilihat dari area peron pejalan kaki. Pembangunan lanjutan Double-Double Track (DDT) rute Bekasi-Cikarang yang ditargetkan bergulir pada 2027 dipastikan akan berimbas pada perlintasan sebidang dan berpotensi membebani APBD untuk pembebasan lahan. (Foto: Jurnalis RakyatBekasi.Com)

Parlementaria

​Proyek DDT Bekasi-Cikarang, DPRD Ingatkan Pemkot Soal APBD

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:16 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x