Didominasi Kaum Muda, Indonesia Catat 35.000 Lebih Kasus Baru HIV-AIDS

- Jurnalis

Minggu, 1 Desember 2024 - 14:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi HIV AIDS

ilustrasi HIV AIDS

Kasus HIV-AIDS di Indonesia kembali meningkat. Data Kementerian Kesehatan RI menyebut penularan kasus didominasi oleh remaja dan dewasa muda.

Dari data tersebut terungkap sekitar 71 persen dari temuan kasus baru HIV-AIDS masih didominasi kelompok pria. Sementara wanita 29 persen kasus.

Sepanjang Januari hingga September 2024, tercatat sebanyak 35.415 kasus HIV dan 12.481 kasus AIDS.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Catatan periode tersebut nyaris melampaui laporan kasus HIV-AIDS tahun lalu yang berada di angka lebih dari 50.000 kasus.

“Kalau kita lihat dari jumlah kasus yang dilaporkan, 19 persen terjadi pada rentang usia 20-24 tahun, yang mana ini adalah dewasa muda, dan 60 persennya usia dewasa 25 hingga 49 tahun,” papar dr Endang Lukitosari, MPH Tim Kerja HIV PIMS Kemenkes RI dalam diskusi daring, seperti dikutip Minggu (1/12/2024).

Lebih lanjut, Endang juga menekankan bahwa HIV juga terjadi pada usia remaja di bawah 20 tahun.

“Kita cukup amazed juga 6 persen pada usia remaja,” ujar dia.

Hasilnya, nyaris sebagian besar atau 90 persen kasus HIV terjadi pada usia remaja hingga dewasa muda atau usia produktif.

Catatan populasi kunci terbanyak terkait kasus HIV-AIDS masih dilaporkan kelompok lelaki seks lelaki (LSL).

“Ini kalau digabung, hampir sebagian besar 90 persen kurang lebih pada usia-usia remaja dan dewasa muda dan usia produktif. Kelompok populasi kunci, kita melihat paling besar memang pada kelompok LSL, 31 persen, dilanjutkan dengan pasangan ODHIV (Orang dengan HIV) dan pelanggan pekerja seks (PS),” tutup Endang.

Hari AIDS Sedunia dan Sejarahnya

Hari AIDS Sedunia diperingati setiap tanggal 1 Desember setiap tahunnya untuk meningkatkan kesadaran tentang HIV-AIDS, mengenang orang-orang yang telah meninggal karena penyakit ini, dan mendukung mereka yang hidup dengan HIV.

Acara ini pertama kali diadakan pada tahun 1988 sebagai inisiatif dari organisasi kesehatan dunia World Health Organization (WHO) dan terus berkembang menjadi kampanye global untuk mengatasi pandemi HIV-AIDS.

Sejarahnya, AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) pertama kali diidentifikasi pada awal tahun 1980-an. Pada 1 Desember 1981, lima kasus pneumonia langka yang tidak biasa terjadi di Los Angeles, AS dilaporkan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Ini menjadi awal munculnya penyakit yang kemudian dikenal sebagai AIDS.

Pada tahun 1983, peneliti Prancis Luc Montagnier mengidentifikasi virus yang disebabkan oleh AIDS dan menamainya sebagai Human Immunodeficiency Virus (HIV). Dua tahun kemudian, peneliti AS Robert Gallo juga mengidentifikasi virus yang sama.

Baru pada tahun 1988, WHO mendeklarasikan tanggal 1 Desember sebagai Hari AIDS Sedunia untuk memberikan perhatian global pada masalah ini dan membangkitkan kesadaran tentang HIV-AIDS.

Sejak itu, setiap tahunnya, organisasi kesehatan, pemerintah, lembaga nirlaba, dan individu di seluruh dunia menggelar berbagai kegiatan dan kampanye untuk meningkatkan pemahaman tentang HIV-AIDS, mempromosikan pencegahan, dan memberikan dukungan kepada mereka yang hidup dengan kondisi tersebut.

Hingga saat ini, HIV-AIDS tetap menjadi tantangan kesehatan global, dan Hari AIDS Sedunia terus menjadi momen penting untuk mengingatkan dunia akan dampaknya dan untuk terus berjuang melawan pandemi ini.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kurs Rupiah Hari Ini: Ditutup Melemah, Pasar “Wait and See” Jelang RDG BI
Pengamat Prediksi Rupiah Tembus Rp17.100 per Dolar AS Pekan Ini
GMNI Jakarta Timur Desak Menkeu Copot Dirjen Pajak Buntut Dugaan Suap
AS Perketat Syarat Masuk Jelang Piala Dunia 2026, 75 Negara Masuk Daftar Hitam
Waspada Ancaman Mata Kering di Jabodetabek: 41% Warga Terdampak Tanpa Sadar
905 Ribu Kendaraan Padati Jalur Puncak Bogor Selama Nataru
Revolusi Sepak Bola: FIFA Uji Coba “Wenger Law” dan Aturan Kiper untuk Akhiri Era Offside Milimeter
Kejar Rekor 1.000 Gol, Cristiano Ronaldo: Jika Tidak Ada Cedera Insya Allah

Berita Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 22:31 WIB

Kurs Rupiah Hari Ini: Ditutup Melemah, Pasar “Wait and See” Jelang RDG BI

Senin, 19 Januari 2026 - 08:40 WIB

Pengamat Prediksi Rupiah Tembus Rp17.100 per Dolar AS Pekan Ini

Senin, 19 Januari 2026 - 04:53 WIB

GMNI Jakarta Timur Desak Menkeu Copot Dirjen Pajak Buntut Dugaan Suap

Minggu, 18 Januari 2026 - 20:26 WIB

AS Perketat Syarat Masuk Jelang Piala Dunia 2026, 75 Negara Masuk Daftar Hitam

Rabu, 7 Januari 2026 - 21:39 WIB

Waspada Ancaman Mata Kering di Jabodetabek: 41% Warga Terdampak Tanpa Sadar

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca