Poin Utama:
- Lokasi & Waktu: Plaza Patriot Chandrabhaga, Bekasi Selatan, Minggu (30/11/2025).
- Aktivitas: Fun Run, senam bersama, cek kesehatan gratis, lomba menu PMT ibu hamil, dan penghargaan faskes.
- Capaian: Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bekasi menempati peringkat kedua tertinggi di Jawa Barat.
- Fokus: Menghadapi tantangan polusi udara dan transformasi layanan kesehatan yang responsif.
BEKASI SELATAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi menggelar puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Plaza Patriot Chandrabhaga, Kecamatan Bekasi Selatan, Minggu (30/11/2025).
Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk memperkuat kolaborasi antara tenaga kesehatan dan masyarakat dalam menghadapi tantangan kesehatan perkotaan.
Apa Saja Rangkaian Kegiatan HKN ke-61 di Bekasi?
Kemeriahan puncak HKN ke-61 diisi dengan berbagai aktivitas fisik dan layanan publik yang melibatkan ribuan peserta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rangkaian acara meliputi Fun Run, senam bersama, layanan cek kesehatan gratis, konseling kesehatan, hingga Lomba Menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk ibu hamil.
Kepala Dinkes Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraeni, menjelaskan bahwa acara ini juga menjadi ajang pemberian penghargaan kepada fasilitas kesehatan (faskes) dan insan kesehatan yang berprestasi dalam pelayanan masyarakat.
”Ini sekaligus bentuk apresiasi kami terhadap upaya para kader Posyandu, Puskesmas, maupun insan kesehatan lainnya di Kota Bekasi yang tak kenal lelah memberikan sosialisasi dan pelayanan terbaik,” ujar Satia di lokasi acara.
Bagaimana Fokus Transformasi Layanan Kesehatan Tahun Ini?
Satia menegaskan bahwa tema HKN tahun 2025 menekankan pada transformasi layanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan responsif terhadap kebutuhan warga. Menurutnya, momentum ini harus dimanfaatkan untuk refleksi pembangunan kesehatan di Kota Bekasi.
”Kontribusi seluruh tenaga kesehatan menjadi kunci dalam menyukseskan target tersebut. Kami berharap kolaborasi seluruh elemen kesehatan semakin kuat untuk mewujudkan layanan yang prima,” tambahnya.
Apa Tantangan Kesehatan Menurut Wali Kota Bekasi?
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, yang turut hadir dalam acara tersebut menyoroti tantangan berat yang dihadapi wilayah perkotaan saat ini. Ia menyebutkan bahwa isu lingkungan seperti polusi udara dan keterbatasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) menjadi faktor risiko munculnya penyakit menular.
”Hari ini bukan lagi Pemerintah yang berada di depan sendirian, tetapi bagaimana mengajak warga masyarakat untuk terus peduli dengan kesehatan mereka sendiri di tengah situasi lingkungan yang berat,” tegas Tri Adhianto.
Bagaimana Capaian Indeks Pembangunan Manusia Kota Bekasi?
Meski menghadapi tantangan lingkungan, Wali Kota Bekasi mengungkapkan data positif terkait kualitas hidup warga. Berdasarkan data terbaru, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bekasi menempati peringkat kedua di Provinsi Jawa Barat, dengan sektor kesehatan sebagai salah satu pilar penopang utamanya.
”Kenapa IPM kita tinggi? Karena Usia Harapan Hidup (UHH) warga semakin tinggi. Saat harapan hidup tinggi, tentu ini berbanding lurus dengan pengetahuan kesehatan, fasilitas kesehatan yang memadai, serta kesadaran warga untuk hidup sehat,” jelas Tri.
Ia pun berharap peringatan HKN ke-61 ini menjadi titik tolak penguatan komitmen antara pemerintah, stakeholder, dan masyarakat untuk menjadikan fasilitas kesehatan di Kota Bekasi memiliki nilai unggul dan berdaya saing.
Data Pendukung:
- Peringkat IPM: Nomor 2 di Jawa Barat.
- Layanan Tersedia: Cek tensi, gula darah, konseling gizi, dan pemeriksaan ibu hamil.
- Peserta: Tenaga kesehatan (Nakes), Kader Posyandu, dan masyarakat umum.
Ingin mendapatkan layanan kesehatan gratis atau informasi jadwal Posyandu terdekat? Kunjungi laman resmi Dinas Kesehatan Kota Bekasi atau pantau media sosial @dinkeskotabekasi.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







































