Dinkes Kota Bekasi Gelar Kampanye TOSS TBC di CFD, Edukasi Warga Pentingnya Deteksi Dini Tuberkulosis

- Jurnalis

Minggu, 9 November 2025 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kampanye TOSS TBC di ajang CFD Kota Bekasi, Minggu (09/11/2025).

Kampanye TOSS TBC di ajang CFD Kota Bekasi, Minggu (09/11/2025).

BEKASI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi menyelenggarakan kegiatan Kampanye TOSS TBC (Temukan Obati Sampai Sembuh Tuberkulosis) di area Car Free Day (CFD), Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Minggu (09/11/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat luas tentang pentingnya deteksi dini TBC dan menegaskan bahwa penyakit tersebut bisa disembuhkan melalui pengobatan yang tuntas.

​Semarak Edukasi di Car Free Day

​Rangkaian kampanye di CFD ini diisi dengan berbagai kegiatan yang menarik partisipasi warga. Dimulai dengan pawai poster edukatif, acara dilanjutkan dengan senam bersama untuk meningkatkan kesadaran akan gaya hidup sehat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Tidak hanya itu, Dinkes Kota Bekasi juga mengadakan penyuluhan kesehatan interaktif mengenai bahaya dan gejala TBC. Sebagai aksi nyata, dibuka pula layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat yang hadir.

​Kasus TBC Kota Bekasi Terkendali di Tengah Peringkat Nasional

​Kepala Dinkes Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, yang ditemui di lokasi, mengatakan bahwa kampanye ini merupakan bagian dari gerakan serentak nasional. Ia menyoroti urgensi masalah TBC di Indonesia yang masih menjadi perhatian utama.

​”Mengingat kasus TBC di Indonesia, kita itu (peringkat) Nomor 2 terbesar di dunia. Tapi, Alhamdulillah untuk perkembangan kasus TBC kita di Kota Bekasi bisa terkendali,” ucap Satia, Minggu (09/11/2025).

​Pentingnya Dukungan dan PHBS dalam Pengobatan

​Satia menekankan bahwa proses penyembuhan TBC membutuhkan komitmen tinggi dan dukungan penuh dari lingkungan sekitar. Pasien harus rutin meminum obat selama minimal 6 bulan secara intensif agar dapat sembuh total.

​”Jadi kita butuh keterlibatan masyarakat. Orang yang mengalami TBC juga disarankan menggunakan masker, dan ketika batuk (harus) ditutup,” jelasnya.

​Ia juga menegaskan pentingnya mengedepankan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai benteng utama pencegahan, tidak hanya untuk TBC tetapi juga penyakit lainnya.

​Kolaborasi Lintas Sektor dan Skrining Masif

​Keberhasilan kampanye ini, lanjut Satia, tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak yang turut terlibat aktif.

​Mitra yang Terlibat

  • ​Seluruh Puskesmas se-Kota Bekasi
  • ​Para Kader Puskesmas yang fokus menangani TBC
  • ​Seluruh RSUD Kewilayahan
  • ​Stop TBC Partnership Indonesia (STPI) sebagai komunitas peduli TBC

​Ia menutup dengan menegaskan komitmen Dinkes untuk terus melakukan deteksi dini secara aktif di tengah masyarakat.

​”Kami dari Dinkes Kota Bekasi mencoba sebanyak mungkin melakukan skrining (tes kesehatan) kepada masyarakat secara masif. Supaya dengan deteksi TBC ini, orang yang mengalami kasus bisa segera kita tangani,” pungkasnya.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkot Bekasi Targetkan Angka Pengangguran Turun di Bawah 7,3 Persen
Tak Disangka, Evakuasi Cincin jadi Salah Satu Layanan Tersibuk Disdamkarmat Kota Bekasi
Warga Perumnas 1 Desak Copot Lurah Kayuringin dan Kepala BPKAD
Wawali Dampingi AHY Resmikan Groundbreaking Stasiun Extension Bekasi di Kawasan Summarecon
Be Glow Langgar Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 32 tahun 2017, Satpol PP Tak Berotak
Tergiur Sembako Murah di Bekasi, Belasan Emak-emak Tertipu Miliaran Rupiah
Bapenda Siapkan 20 Jurusita untuk Blokir Rekening Pengusaha Penunggak Pajak di Kota Bekasi
Keren! Investasi di Kota Bekasi Tembus Rp9,4 Triliun di Semester I 2026
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:49 WIB

Pemkot Bekasi Targetkan Angka Pengangguran Turun di Bawah 7,3 Persen

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:55 WIB

Tak Disangka, Evakuasi Cincin jadi Salah Satu Layanan Tersibuk Disdamkarmat Kota Bekasi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 17:21 WIB

Wawali Dampingi AHY Resmikan Groundbreaking Stasiun Extension Bekasi di Kawasan Summarecon

Sabtu, 25 Juli 2026 - 08:51 WIB

Be Glow Langgar Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 32 tahun 2017, Satpol PP Tak Berotak

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:25 WIB

Tergiur Sembako Murah di Bekasi, Belasan Emak-emak Tertipu Miliaran Rupiah

Berita Terbaru

Ketua Komisi 3 DPRD Kota Bekasi Arif Rahman Hakim.

Parlementaria

Tata Kelola Awut-awutan, DPRD Desak Pemkot Bekasi Bangun Pasar Mandiri

Minggu, 26 Jul 2026 - 15:10 WIB

Wakil Ketua Bapemperda DPRD Kota Bekasi, Samuel Sitompul, saat memberikan laporan di Gedung DPRD Kota Bekasi. Bapemperda menargetkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pencegahan Penyimpangan Seksual dapat disahkan dalam waktu dua hingga tiga bulan ke depan. (Foto: Dok. RakyatBekasi.com)

Parlementaria

Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual Masuk Babak Penentuan

Minggu, 26 Jul 2026 - 14:40 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x