Poin Utama:
- Status Wilayah: Dinkes Kota Bekasi melaporkan belum ada temuan kasus Influenza A (H3N2) atau ‘Super Flu’ hingga 6 Januari 2026.
- Data Nasional: Tercatat 62 kasus tersebar di 8 provinsi, dengan konsentrasi tertinggi di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
- Kelompok Rentan: Anak usia 1 hingga 10 tahun (mencakup 35-40% kasus nasional) dan perempuan.
- Imbauan: Warga diminta menerapkan PHBS dan segera ke Fasyankes jika demam lebih dari 3 hari.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi memastikan belum ada temuan kasus Influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai ‘Super Flu’ di wilayah Kota Bekasi hingga Selasa (06/01/2026), meskipun penyebarannya kini mulai meluas di wilayah Jawa Barat.
Bagaimana Status Kewaspadaan Dinkes Kota Bekasi Terhadap H3N2?
Meskipun belum ditemukan kasus positif, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinkes tetap meningkatkan status kewaspadaan dini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal ini mengingat tingginya mobilitas warga komuter antara Bekasi dan Jakarta yang berpotensi mempercepat transmisi virus.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, hingga akhir Desember 2025, tercatat sudah ada 62 kasus di delapan provinsi.
”Namun, kepada masyarakat dihimbau agar disiplin dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Jika mengalami gejala flu (demam, batuk, pilek) lebih dari 3 hari tidak membaik, segera periksakan diri ke Puskemas ataupun Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) terdekat,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bekasi, Vevie Herawati kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Marga Mulya, Bekasi Utara, Selasa (06/01/2026).
Siapa Kelompok Paling Rentan Terinfeksi Super Flu?
Vevie menjelaskan bahwa berdasarkan data epidemiologi Kemenkes tahun 2025, pola penyebaran virus ini memiliki target demografis yang spesifik. Kelompok anak-anak menjadi segmen yang paling berisiko tinggi terpapar.
Berikut rincian kelompok rentan berdasarkan data Dinkes:
- Anak Usia 1-10 Tahun: Mendominasi kasus dengan persentase 35% hingga 40% dari total kasus nasional.
- Perempuan: Cenderung lebih banyak terinfeksi dibandingkan laki-laki.
- Individu dengan Komorbid: Memiliki risiko perburukan gejala yang lebih cepat.
Apa Saja Gejala dan Bagaimana Cara Penularannya?
Masyarakat perlu mengenali gejala khas dari Super Flu H3N2 ini agar penanganan tidak terlambat. Gejala klinis yang kerap muncul meliputi demam tinggi mendadak, batuk kering yang intens, hingga penurunan nafsu makan yang drastis.
Mengenai mekanisme penularan, virus ini menyebar melalui droplet (percikan ludah saat batuk/bersin) dan kontak tidak langsung, seperti menyentuh benda yang terkontaminasi lalu menyentuh wajah.
”Akan tetapi tidak seganas COVID-19 pada Varian Delta, namun karena musim hujan dan kelembapan tinggi, virus bertahan lebih lama di udara, sehingga potensi penularan dalam ruangan tertutup (kantor/kelas) meningkat,” jelas Vevie saat ditemui di kantornya.
Menutup keterangannya, Vevie mengingatkan warga yang baru kembali dari perjalanan luar daerah atau luar negeri untuk melakukan pemantauan kesehatan secara mandiri. Etika batuk dan penggunaan masker bagi yang sakit menjadi kunci pencegahan utama.
Bagi warga Kota Bekasi yang menemukan gejala serupa di lingkungan tempat tinggal, segera hubungi layanan darurat kesehatan atau datangi Puskesmas terdekat di wilayah kecamatan masing-masing untuk penanganan medis lebih lanjut.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






































