Dinkes Pastikan Kota Bekasi Nihil Kasus Super Flu H3N2

- Jurnalis

Selasa, 6 Januari 2026 - 11:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi virus Super Flu H3N2.

Ilustrasi virus Super Flu H3N2.

Poin Utama:

  • Status Wilayah: Dinkes Kota Bekasi melaporkan belum ada temuan kasus Influenza A (H3N2) atau ‘Super Flu’ hingga 6 Januari 2026.
  • Data Nasional: Tercatat 62 kasus tersebar di 8 provinsi, dengan konsentrasi tertinggi di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
  • Kelompok Rentan: Anak usia 1 hingga 10 tahun (mencakup 35-40% kasus nasional) dan perempuan.
  • Imbauan: Warga diminta menerapkan PHBS dan segera ke Fasyankes jika demam lebih dari 3 hari.

​Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi memastikan belum ada temuan kasus Influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai ‘Super Flu’ di wilayah Kota Bekasi hingga Selasa (06/01/2026), meskipun penyebarannya kini mulai meluas di wilayah Jawa Barat.

​Bagaimana Status Kewaspadaan Dinkes Kota Bekasi Terhadap H3N2?

​Meskipun belum ditemukan kasus positif, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinkes tetap meningkatkan status kewaspadaan dini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini mengingat tingginya mobilitas warga komuter antara Bekasi dan Jakarta yang berpotensi mempercepat transmisi virus.

​Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, hingga akhir Desember 2025, tercatat sudah ada 62 kasus di delapan provinsi.

​”Namun, kepada masyarakat dihimbau agar disiplin dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Jika mengalami gejala flu (demam, batuk, pilek) lebih dari 3 hari tidak membaik, segera periksakan diri ke Puskemas ataupun Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) terdekat,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bekasi, Vevie Herawati kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Marga Mulya, Bekasi Utara, Selasa (06/01/2026).

​Siapa Kelompok Paling Rentan Terinfeksi Super Flu?

​Vevie menjelaskan bahwa berdasarkan data epidemiologi Kemenkes tahun 2025, pola penyebaran virus ini memiliki target demografis yang spesifik. Kelompok anak-anak menjadi segmen yang paling berisiko tinggi terpapar.

​Berikut rincian kelompok rentan berdasarkan data Dinkes:

  • Anak Usia 1-10 Tahun: Mendominasi kasus dengan persentase 35% hingga 40% dari total kasus nasional.
  • Perempuan: Cenderung lebih banyak terinfeksi dibandingkan laki-laki.
  • Individu dengan Komorbid: Memiliki risiko perburukan gejala yang lebih cepat.

​Apa Saja Gejala dan Bagaimana Cara Penularannya?

​Masyarakat perlu mengenali gejala khas dari Super Flu H3N2 ini agar penanganan tidak terlambat. Gejala klinis yang kerap muncul meliputi demam tinggi mendadak, batuk kering yang intens, hingga penurunan nafsu makan yang drastis.

​Mengenai mekanisme penularan, virus ini menyebar melalui droplet (percikan ludah saat batuk/bersin) dan kontak tidak langsung, seperti menyentuh benda yang terkontaminasi lalu menyentuh wajah.

​”Akan tetapi tidak seganas COVID-19 pada Varian Delta, namun karena musim hujan dan kelembapan tinggi, virus bertahan lebih lama di udara, sehingga potensi penularan dalam ruangan tertutup (kantor/kelas) meningkat,” jelas Vevie saat ditemui di kantornya.

​Menutup keterangannya, Vevie mengingatkan warga yang baru kembali dari perjalanan luar daerah atau luar negeri untuk melakukan pemantauan kesehatan secara mandiri. Etika batuk dan penggunaan masker bagi yang sakit menjadi kunci pencegahan utama.

​Bagi warga Kota Bekasi yang menemukan gejala serupa di lingkungan tempat tinggal, segera hubungi layanan darurat kesehatan atau datangi Puskesmas terdekat di wilayah kecamatan masing-masing untuk penanganan medis lebih lanjut.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Segera Ajukan Proposal Dana Hibah Rp 100 Juta per RW Kota Bekasi Tahun 2026
Pemkot Bekasi Buka Pengajuan Dana Hibah Rp100 Juta per RW, Cek Jadwal dan Syarat Pencairannya!
Pemkot Bekasi Kaji Usulan Insentif BSIP, Wali Kota Tri Adhianto Ungkap Syarat Pentingnya!
Prostitusi Berkedok Panti Pijat ‘Be Glow’ Bekasi Kembali Beroperasi: KOAR Cium Kongkalikong Satpol PP
Abaikan Aset Besar, Pemkot Bekasi Didesak Beri Insentif BSIP
Harga BBM dan LPG Naik: Wali Kota Bekasi Siapkan Operasi Pasar Sembako Murah Bulan Depan
Panggilan Kemanusiaan! Ustadz Abu Fayadh Serukan Warga Padati Aksi Bekasi Bersama Palestina Jilid 6
Ribuan Warga Siap Penuhi CFD dalam Aksi Bekasi Bersama Palestina Jilid 6, Mari Tunjukkan Solidaritas Nyata

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 12:30 WIB

Segera Ajukan Proposal Dana Hibah Rp 100 Juta per RW Kota Bekasi Tahun 2026

Senin, 27 April 2026 - 11:40 WIB

Pemkot Bekasi Buka Pengajuan Dana Hibah Rp100 Juta per RW, Cek Jadwal dan Syarat Pencairannya!

Senin, 27 April 2026 - 09:20 WIB

Pemkot Bekasi Kaji Usulan Insentif BSIP, Wali Kota Tri Adhianto Ungkap Syarat Pentingnya!

Senin, 27 April 2026 - 07:10 WIB

Prostitusi Berkedok Panti Pijat ‘Be Glow’ Bekasi Kembali Beroperasi: KOAR Cium Kongkalikong Satpol PP

Minggu, 26 April 2026 - 14:26 WIB

Abaikan Aset Besar, Pemkot Bekasi Didesak Beri Insentif BSIP

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca