Poin Utama:
- Realisasi: Baru mencapai 20% (sekitar 500 ribu jiwa) dari total 2,6 juta penduduk Kota Bekasi.
- Partisipasi ASN: Keterlibatan pegawai pemerintah baru menyentuh angka 2,5%.
- Kendala: Kurangnya sosialisasi dan kesadaran masyarakat memanfaatkan layanan via aplikasi Satu Sehat.
- Akses Layanan: Tersedia di seluruh Puskesmas se-Kota Bekasi sejak Februari 2025.
BEKASI SELATAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mencatat angka partisipasi masyarakat dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) masih jauh dari target. Hingga akhir November 2025, realisasi program nasional yang diimplementasikan di seluruh Puskesmas Kota Bekasi ini baru menyentuh angka 20 persen dari total populasi.
Berapa Angka Riil Partisipasi Warga Saat Ini?
Kepala Dinkes Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, mengungkapkan bahwa dari total 2,6 juta jiwa penduduk Kota Bekasi, warga yang telah memanfaatkan fasilitas ini baru berkisar 500 ribu orang.
Data ini disampaikan Satia usai peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Plaza Patriot Candrabhaga, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Minggu (30/11/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Angkanya baru di kisaran 500 ribuan sekian atau sekitar 20 persen. Bahkan dari jumlah pegawai sendiri, partisipasinya baru 2,5 persen. Makanya ayo kita sosialisasikan kembali kepada masyarakat betapa pentingnya mengetahui riwayat kesehatan sejak dini,” ujar Satia.
Apa Penyebab Rendahnya Minat Masyarakat?
Menurut Satia, kendala utama di lapangan adalah minimnya kesadaran warga untuk melakukan deteksi dini penyakit selagi sehat.
Selain itu, ia mengakui bahwa sosialisasi dari pihak Dinkes maupun fasilitas kesehatan (faskes) belum maksimal menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
”Padahal kita mudah sekali membuat jadwal secara online. Mungkin dari sisi Dinkes juga ada kekurangan dalam sosialisasi. Untuk itu, peran dokter, Puskesmas, dan seluruh stakeholder diminta andil mengajak warga,” tambahnya.
Bagaimana Mekanisme Program Cek Kesehatan Gratis Ini?
Sekretaris Dinkes Kota Bekasi, Fikri Firdaus, sebelumnya menjelaskan bahwa program CKG ini diluncurkan serentak sejak 10 Februari 2025.
Program ini menyasar warga yang berulang tahun pada bulan berjalan, namun tetap fleksibel bagi warga yang lahir di bulan-bulan sebelumnya.
”Deteksi dini melalui program CKG akan menentukan tindakan atau terapi apa yang bisa diberikan sebagai langkah mengurangi derajat keparahan penyakit. Warga tidak perlu takut memeriksakan kondisinya,” jelas Fikri beberapa waktu lalu.
Di Mana dan Bagaimana Cara Mendaftar?
Warga Kota Bekasi dapat mengakses layanan ini dengan mendaftar secara online maupun datang langsung (offline). Untuk pendaftaran daring, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyediakan aplikasi Satu Sehat.
Selain itu, warga juga bisa mendaftar melalui WhatsApp resmi Kemenkes RI di nomor 0811-1050-0567. Bagi warga yang kesulitan mengakses teknologi, pendaftaran dapat dilakukan secara manual dengan membawa KTP ke Puskesmas terdekat di wilayah domisili masing-masing (RT/RW setempat).
Data Pendukung:
- Total Penduduk Sasaran: 2,6 Juta Jiwa.
- Capaian Saat Ini: ± 500.000 Jiwa (20%).
- Lokasi Layanan: Seluruh Puskesmas di Kota Bekasi.
- Layanan Tambahan: Skrining kesehatan di sekolah dan pelayanan ibu melahirkan.
Belum cek kesehatan tahun ini? Segera manfaatkan fasilitas Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas terdekat atau daftar melalui aplikasi Satu Sehat sekarang juga!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






































