Dinkes Ungkap Minimnya Peminat Cek Kesehatan Gratis di Kota Bekasi

- Jurnalis

Minggu, 30 November 2025 - 15:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi cek kesehatan gratis di Kota Bekasi yang dilakukan oleh UPTD Puskesmas Perumnas 2 Bekasi melalui kegiatan CKG kepada masyarakat setempat di SMAN 2 Kota Bekasi beberapa waktu lalu.

Ilustrasi cek kesehatan gratis di Kota Bekasi yang dilakukan oleh UPTD Puskesmas Perumnas 2 Bekasi melalui kegiatan CKG kepada masyarakat setempat di SMAN 2 Kota Bekasi beberapa waktu lalu.

Poin Utama:

  • Realisasi: Baru mencapai 20% (sekitar 500 ribu jiwa) dari total 2,6 juta penduduk Kota Bekasi.
  • Partisipasi ASN: Keterlibatan pegawai pemerintah baru menyentuh angka 2,5%.
  • Kendala: Kurangnya sosialisasi dan kesadaran masyarakat memanfaatkan layanan via aplikasi Satu Sehat.
  • Akses Layanan: Tersedia di seluruh Puskesmas se-Kota Bekasi sejak Februari 2025.

BEKASI SELATAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mencatat angka partisipasi masyarakat dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) masih jauh dari target. Hingga akhir November 2025, realisasi program nasional yang diimplementasikan di seluruh Puskesmas Kota Bekasi ini baru menyentuh angka 20 persen dari total populasi.

​Berapa Angka Riil Partisipasi Warga Saat Ini?

​Kepala Dinkes Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, mengungkapkan bahwa dari total 2,6 juta jiwa penduduk Kota Bekasi, warga yang telah memanfaatkan fasilitas ini baru berkisar 500 ribu orang.

Data ini disampaikan Satia usai peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 di Plaza Patriot Candrabhaga, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Minggu (30/11/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Angkanya baru di kisaran 500 ribuan sekian atau sekitar 20 persen. Bahkan dari jumlah pegawai sendiri, partisipasinya baru 2,5 persen. Makanya ayo kita sosialisasikan kembali kepada masyarakat betapa pentingnya mengetahui riwayat kesehatan sejak dini,” ujar Satia.

​Apa Penyebab Rendahnya Minat Masyarakat?

​Menurut Satia, kendala utama di lapangan adalah minimnya kesadaran warga untuk melakukan deteksi dini penyakit selagi sehat.

Selain itu, ia mengakui bahwa sosialisasi dari pihak Dinkes maupun fasilitas kesehatan (faskes) belum maksimal menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

​”Padahal kita mudah sekali membuat jadwal secara online. Mungkin dari sisi Dinkes juga ada kekurangan dalam sosialisasi. Untuk itu, peran dokter, Puskesmas, dan seluruh stakeholder diminta andil mengajak warga,” tambahnya.

​Bagaimana Mekanisme Program Cek Kesehatan Gratis Ini?

​Sekretaris Dinkes Kota Bekasi, Fikri Firdaus, sebelumnya menjelaskan bahwa program CKG ini diluncurkan serentak sejak 10 Februari 2025.

Program ini menyasar warga yang berulang tahun pada bulan berjalan, namun tetap fleksibel bagi warga yang lahir di bulan-bulan sebelumnya.

​”Deteksi dini melalui program CKG akan menentukan tindakan atau terapi apa yang bisa diberikan sebagai langkah mengurangi derajat keparahan penyakit. Warga tidak perlu takut memeriksakan kondisinya,” jelas Fikri beberapa waktu lalu.

​Di Mana dan Bagaimana Cara Mendaftar?

​Warga Kota Bekasi dapat mengakses layanan ini dengan mendaftar secara online maupun datang langsung (offline). Untuk pendaftaran daring, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyediakan aplikasi Satu Sehat.

​Selain itu, warga juga bisa mendaftar melalui WhatsApp resmi Kemenkes RI di nomor 0811-1050-0567. Bagi warga yang kesulitan mengakses teknologi, pendaftaran dapat dilakukan secara manual dengan membawa KTP ke Puskesmas terdekat di wilayah domisili masing-masing (RT/RW setempat).

Data Pendukung:

  • Total Penduduk Sasaran: 2,6 Juta Jiwa.
  • Capaian Saat Ini: ± 500.000 Jiwa (20%).
  • Lokasi Layanan: Seluruh Puskesmas di Kota Bekasi.
  • Layanan Tambahan: Skrining kesehatan di sekolah dan pelayanan ibu melahirkan.

Belum cek kesehatan tahun ini? Segera manfaatkan fasilitas Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas terdekat atau daftar melalui aplikasi Satu Sehat sekarang juga!


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkot Bekasi Angkut Paksa Aset Terbengkalai di Lahan Warga Tanpa Izin, Panik Pak?
Fenomena Kesehatan Mental Mengintai Gen Z Bekasi: Antara Tekanan Masa Depan dan Jebakan Diagnosis AI
Harga Sapi Impor Melambung, Pedagang Daging Bekasi Pilih Mogok Tiga Hari
Alamak! Dishub Perpanjang Masa ‘Shut Down’ Layanan Uji KIR Kota Bekasi
Wali Kota Bekasi Larang ASN Nikah Siri dan Selingkuh
Wali Kota Bekasi Dorong Percepatan Pencairan Dana Rp100 Juta per RW Pasca Audit BPK
FOPERA Endus Potensi Kerugian Negara di RSUD CAM Kota Bekasi
Tanggul Citarum Jebol Rendam Ribuan Rumah di Muara Gembong Bekasi

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 20:26 WIB

Pemkot Bekasi Angkut Paksa Aset Terbengkalai di Lahan Warga Tanpa Izin, Panik Pak?

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:17 WIB

Fenomena Kesehatan Mental Mengintai Gen Z Bekasi: Antara Tekanan Masa Depan dan Jebakan Diagnosis AI

Rabu, 21 Januari 2026 - 17:28 WIB

Harga Sapi Impor Melambung, Pedagang Daging Bekasi Pilih Mogok Tiga Hari

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:42 WIB

Alamak! Dishub Perpanjang Masa ‘Shut Down’ Layanan Uji KIR Kota Bekasi

Rabu, 21 Januari 2026 - 13:58 WIB

Wali Kota Bekasi Larang ASN Nikah Siri dan Selingkuh

Berita Terbaru

Tangkapan layar Surat Edaran Nomor 800.1.5/219/BKPSDM.PKA tertanggal 19 Januari 2026.

Bekasi

Wali Kota Bekasi Larang ASN Nikah Siri dan Selingkuh

Rabu, 21 Jan 2026 - 13:58 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca