Poin Utama:
- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi memastikan 62.000 titik Lampu PJU menyala optimal selama masa mudik Lebaran 1447 H.
- Sebanyak 54 personel mobile dan 11 kendaraan operasional (9 mobil crane, 2 mobil pikap) disiagakan.
- Pemantauan difokuskan pada jalur arteri utama menuju Pantura, mulai dari Jalan Ahmad Yani hingga Jalan KH Noer Ali.
- Pengerjaan dibagi dalam dua sif: tim monitoring malam hari dan tim pemeliharaan/perbaikan di siang hari.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mengintensifkan pemantauan terhadap 62.000 titik Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU).
Langkah ini diambil guna memastikan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas bagi para pemudik pada musim mudik Lebaran 1447 Hijriah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagaimana Kesiapan Dishub Kota Bekasi Pantau PJU Saat Mudik?
Kesiapan Bidang Prasarana Dishub Kota Bekasi difokuskan pada pemeliharaan seluruh layanan PJU di ruas jalur protokol agar tetap menyala.
Penerangan yang memadai sangat krusial untuk mencegah kecelakaan lalu lintas ketika volume kendaraan pemudik mengalami lonjakan.
”Dari seluruh jumlah lampu PJU di Kota Bekasi yang memiliki 62 ribu titik lampu, kami memastikan kesiapan personel yang dipetakan sebanyak 54 orang secara mobile maupun menyiapkan 11 kendaraan operasional,” kata Kepala Bidang Prasarana Dishub Kota Bekasi, Soenaryo Utomo, kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulisnya di Kota Bekasi, Minggu (15/03/2026).
Adapun armada yang dikerahkan untuk mendukung mobilitas tim di lapangan terdiri dari 9 unit mobil crane dan 2 unit mobil pikap.
Jalan Mana Saja yang Menjadi Fokus Pemantauan di Bekasi?
Fokus pengawasan diarahkan pada ruas-ruas vital yang menjadi akses utama jalur arteri bagi pemudik menuju wilayah Pantura Jawa. Patroli rutin secara mobile telah berjalan sejak Jumat (13/03/2026) lalu di titik-titik padat kendaraan.
Jalur utama yang terus dipantau intensif meliputi Jalan Ahmad Yani, Jalan Sultan Agung, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jalan KH Noer Ali, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Siliwangi, dan Jalan Joyo Martono.
Soenaryo menambahkan, pengawasan di jalan-jalan protokol ini bertujuan agar masyarakat yang melintas menuju Pantura tidak menemui kendala jarak pandang akibat lampu yang padam.
Bagaimana Sistem Kerja Petugas PJU di Lapangan?
Guna memaksimalkan pengawasan tanpa mengganggu arus lalu lintas, petugas Unit PJU dibagi ke dalam dua tim dengan sistem kerja bergantian. Pendekatan ini dinilai paling efektif di tengah padatnya jadwal mudik.
Satu tim khusus ditugaskan untuk melakukan monitoring dan penyisiran jalan pada waktu malam hari. Sementara itu, satu tim lainnya berfokus mengeksekusi proses perbaikan atau pemeliharaan di siang hari jika ditemukan ada indikasi kerusakan.
Selain tim internal, Bidang Prasarana turut berkoordinasi dengan lintas sektoral UPTD Kewilayahan di sejumlah area strategis seperti Medansatria, Bantargebang, dan Pondokgede. Kolaborasi ini bertujuan untuk mempercepat pelaporan dan respons perbaikan manakala terjadi pemadaman kelistrikan.
Apa Tantangan Terbesar Pemeliharaan PJU Saat Ini?
Kondisi musim penghujan yang bertepatan dengan masa mudik Lebaran 1447 H menjadi tantangan utama bagi petugas operasional di lapangan. Intensitas hujan yang tinggi kerap memicu gangguan teknis pada infrastruktur kelistrikan jalan.
Persoalan yang sering muncul adalah korsleting listrik pada jaringan kabel PJU. Oleh karena itu, monitoring proaktif dari petugas terus ditingkatkan guna meminimalisasi kerusakan lebih parah yang bisa membahayakan pengguna jalan.
Dengan kesiapan matang dari Pemkot Bekasi, para pemudik diharapkan dapat melintasi jalur Pantura via Kota Bekasi dengan aman dan nyaman tanpa khawatir akan gelapnya jalanan.
Punya pengalaman atau keluhan terkait fasilitas PJU di jalur mudik Kota Bekasi? Bagikan pandangan Anda di kolom komentar, dan terus perbarui informasi seputar arus mudik Lebaran hanya di RakyatBekasi.Com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.













