Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi menyampaikan bahwa pergerakan arus mudik Lebaran mulai terlihat di jalur arteri Kota Bekasi, terutama kendaraan bermotor yang melintas pada H-8 Idul Fitri.
Pemantauan intensif dilakukan oleh petugas Dishub untuk memastikan kelancaran lalu lintas bagi pemudik yang melewati wilayah ini.
Kepala Dishub Kota Bekasi, Zeno Bachtiar, menjelaskan bahwa berdasarkan pemantauan pada Minggu (23/03/2025) malam, arus kendaraan mulai terlihat di Jalur Utara, khususnya dari arah Jakarta menuju Grand Wisata dan seterusnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski demikian, ia mencatat bahwa kepadatan arus mudik masih dalam intensitas yang rendah.
“Pergerakan arus mudik sudah mulai terlihat, terutama di sisi sektoral Jalur Utara. Namun, sejauh ini arus kendaraan masih tergolong sedikit,” ujar Zeno dalam keterangannya, Senin (24/03/2025).
Untuk mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas, Dishub Kota Bekasi telah memetakan sejumlah titik ruas jalan yang kemungkinan besar menjadi rawan macet selama masa mudik.
Pemetaan dilakukan berdasarkan tiga jalur utama mudik, yakni Jalur Utara, Jalur Tengah, dan Jalur Selatan.
Rincian Jalur Utama di Kota Bekasi
- Jalur Utara, meliputi rute:
- Jakarta – Jalan Sultan Agung – Jalan Jenderal Sudirman – Jalan Ahmad Yani – Jalan Cut Meutia – Jalan Ir. H. Juanda – Bulak Kapal – Tambun.
- Jakarta – Jalan Sultan Agung – Jalan Jenderal Sudirman – Jalan Ir. H. Juanda – Jalan Cut Meutia – Bulak Kapal – Tambun.
- Jakarta – Jalan Sultan Agung – Jalan Jenderal Sudirman – Jalan Ir. H. Juanda – Jalan Sersan Aswan – Jalan Cut Meutia – Jalan Ir. H. Juanda – Bulak Kapal – Tambun.
- Jalur Tengah, meliputi rute:
- Jakarta – Jalan KH Noer Ali – Jalan M. Hasibuan – Jalan Chairil Anwar – Jalan Cempaka (Margahayu) – Jalan Kalimalang – Grand Wisata.
- Jalur Selatan, meliputi rute:
- Bogor – Jalan Siliwangi – Jalan Cut Meutia – Jalan Ir. H. Juanda – Bulak Kapal – Tambun.
Prediksi Puncak Kepadatan
Zeno menyebutkan bahwa puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada H-3 hingga H-4 Lebaran, dengan peningkatan signifikan pergerakan kendaraan bermotor.
Arus mudik tidak hanya didominasi kendaraan roda empat (R4) tetapi juga roda dua (R2).
Kepadatan arus biasanya meningkat saat masyarakat mulai melakukan perjalanan setelah berbuka puasa hingga waktu sahur.
“Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-3 dan H-4 Lebaran, kemudian melandai. Pada momentum tersebut, kita tidak hanya melihat kendaraan roda empat, tetapi juga roda dua. Biasanya, pergerakan ini meningkat mulai dari waktu berbuka puasa hingga menjelang sahur,” ungkap Zeno.
Dishub telah mempersiapkan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi potensi kepadatan lalu lintas, termasuk pengaturan jalur alternatif yang dapat digunakan pemudik untuk menghindari area macet.
Selain itu, petugas Dishub akan ditempatkan di titik-titik strategis untuk memantau dan mengelola kelancaran lalu lintas.
“Selain jalur utama, kami telah menyiapkan jalur alternatif agar pemudik dapat melintas lebih lancar dan terhindar dari kemacetan. Kami juga menempatkan petugas di titik-titik rawan untuk memastikan arus lalu lintas tetap terkendali,” tambahnya.
Dengan pemantauan dan persiapan yang intensif, Dishub Kota Bekasi berharap dapat menciptakan suasana mudik yang aman dan lancar bagi masyarakat.
Zeno juga mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas dan mengikuti arahan petugas selama perjalanan mudik.
“Kami ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat selama masa mudik Lebaran 2025. Dengan kerja sama semua pihak, kami optimis perjalanan mudik di Kota Bekasi dapat berjalan lancar,” tutup Zeno.