Poin Utama:
- Lokasi Rekayasa: Jalan KH Noer Ali, kawasan Kalimalang, Kota Bekasi.
- Penyebab: Pembangunan fisik Jembatan Lengkung Wisata Air Kalimalang.
- Jadwal Pelaksanaan: Tanggal 21 hingga 27 Mei 2026.
- Pengerahan Petugas: 20 personel khusus dari Dishub Kota Bekasi disiagakan di lapangan guna mengatur kelancaran arus.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi resmi menerapkan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) berupa sistem contra flow atau lawan arus di sepanjang Jalan KH Noer Ali. Kebijakan strategis ini diberlakukan guna mengurai potensi kemacetan parah imbas dimulainya proyek pembangunan Jembatan Lengkung Wisata Air Kalimalang. Pihak Pemkot Bekasi menjadwalkan rekayasa lalu lintas ini berlangsung selama sepekan, mulai dari tanggal 21 hingga 27 Mei 2026.
Mengapa Diberlakukan Contra Flow di Jalan KH Noer Ali Bekasi?
Penerapan contra flow ini merupakan langkah intervensi dari Pemkot Bekasi untuk mencegah terjadinya penumpukan kendaraan selama pengerjaan konstruksi alat berat. Tingginya volume kendaraan yang melintasi jalur Kalimalang sangat rawan memicu kemacetan panjang yang merugikan mobilitas warga jika tidak ada penanganan cepat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Pelaksanaan Contra Flow dilakukan, agar mengantisipasi terjadinya kepadatan arus lalu lintas, selama pelaksanaan pembangunan Jembatan Lengkung Wisata Air Kalimalang,” kata Zeno Bachtiar kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di kawasan KH Noer Ali, Selasa, 26/05/2026.
Berapa Lama Proyek Jembatan Kalimalang Berlangsung?
Meski rekayasa lalu lintas difokuskan pada periode 21–27 Mei 2026, tahapan pengerjaan fisik jembatan secara keseluruhan akan menyita waktu yang cukup panjang. Masyarakat yang sering melintasi area ini diimbau untuk selalu waspada dan mulai mencari jalur alternatif.
”Informasinya lamanya pekerjaan konstruksi akan memakan waktu selama 60 hari kerja. Tentu kami akan membantu kelancaran secara masif sebagai pelaksana lalu lintas di lapangan,” ujar Kepala Dishub Kota Bekasi Zeno Bachtiar.
Berapa Banyak Petugas Dishub yang Dikerahkan?
Untuk menjamin keamanan dan kelancaran penerapan MRLL ini, Dishub Kota Bekasi telah merancang skema penjagaan titik macet dengan menurunkan personel khusus di lapangan. Berikut adalah rincian pengerahan petugas selama proyek berlangsung:
- Sebanyak 20 petugas disiagakan secara khusus di area contra flow Jalan KH Noer Ali untuk mengurai simpul kepadatan.
- Tim khusus tersebut merupakan pasukan pilihan dari total 300 personel Dishub yang rutin dikerahkan untuk menjaga ketertiban lalu lintas harian di seluruh Kota Bekasi.
- Fokus pengamanan di lapangan meliputi penjagaan traffic cone, pengawasan pembatas jalan, hingga pengarahan laju kendaraan roda dua dan empat.
Langkah Pemkot Bekasi melalui rekayasa lalu lintas ini diharapkan mampu menekan dampak negatif kemacetan di rute utama Kalimalang. Bagi para pengendara yang bermobilitas tinggi di area tersebut, disarankan untuk berangkat lebih awal demi kenyamanan perjalanan.
Punya keluhan kemacetan atau usulan jalur alternatif di Bekasi? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar di bawah ini! Jangan lupa sebarkan artikel ini agar keluarga dan rekan Anda tidak terjebak macet. Terus ikuti update berita kebijakan publik dan politik paling tajam hanya di RakyatBekasi.Com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.














