Poin Utama:
- Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi kembali melanjutkan proyek pembangunan JPO di depan Stasiun Bekasi yang sempat tertunda akibat masa mudik Lebaran 1447 Hijriah.
- Dishub Kota Bekasi memberlakukan skema contraflow dan buka tutup di sepanjang Jalan Ir. H. Juanda (Bulan-Bulan hingga Jembatan Ratem).
- Rekayasa lalu lintas ini berlangsung selama empat hari, mulai 7 hingga 10 April 2026.
- Pengerjaan fisik menggunakan crane difokuskan pada malam hari (pukul 23.00 – 05.00 WIB) guna menghindari penumpukan volume kendaraan pada jam sibuk.
Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkot Bekasi resmi memberlakukan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) secara situasional di Jalan Ir. H. Juanda, tepatnya di kawasan depan Stasiun Bekasi.
Kebijakan ini diambil guna mengakomodasi kelanjutan proyek Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang sempat mandek karena terbentur arus mudik Lebaran 1447 Hijriah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Para pengendara diimbau untuk mewaspadai skema contraflow dan sistem buka tutup jalan yang diterapkan pada malam hari mulai 7 hingga 10 April 2026.
Mengapa Proyek JPO Stasiun Bekasi Baru Dilanjutkan Sekarang?
Kelanjutan proyek fasilitas pejalan kaki di pusat kota ini rupanya menunggu lampu hijau dan penyesuaian jadwal antar instansi terkait di lingkungan Pemkot Bekasi.
Sebelumnya, proses pembangunan sengaja dihentikan sementara demi melancarkan mobilitas warga selama periode Angkutan Lebaran.
”Dikarenakan kami mendapatkan jadwal dari pihak Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) perihal kelanjutan proyeksi pembangunan JPO di Stasiun Bekasi,” kata Kepala Bidang Teknik Lalu Lintas Dishub Kota Bekasi Syafruddin kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Bekasi, Rabu (08/04/2026).
Kapan dan Bagaimana Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Ir. H. Juanda Diterapkan?
Penyesuaian lalu lintas ini difokuskan pada jam istirahat warga, yakni mulai pukul 23.00 hingga 05.00 WIB.
Pemilihan waktu tengah malam ini dinilai paling rasional mengingat pemasangan kerangka besi menuntut ruang yang luas dan penggunaan alat berat berupa crane.
”Dengan pelaksanaan pekerjaan sudah dilakukan sejak kemarin malam, menggunakan alat berat berupa crane untuk penyusunan kerangka pada pondasi pembangunan JPO,” tutur Syafruddin.
Skema contraflow sengaja digagas agar mobilitas pengendara roda dua dan empat tetap bisa mengalir meski ada penyempitan lajur jalan. Dishub juga menebalkan personel di lapangan untuk memandu arah kendaraan.
”Kami memohon maaf atas adanya pengalihan arus lalin ini. Karena, secara waktu yang tepat untuk pemasangan kerangka JPO sendiri, hanya pada waktu malam hari, melihat tidak memungkinkannya waktu pagi dan sore hari,” lanjut Syafruddin.
Apa Saja Rute Pengalihan Arus Lalu Lintas Selama Proyek JPO Stasiun Bekasi?
Selama periode 7 hingga 10 April 2026, petugas telah merancang sejumlah rute pengalihan arus lalu lintas yang bersifat situasional. Berikut adalah rute alternatif yang disiapkan bagi para pengguna jalan:
- Arah Simpang Pemda ke Bulan-Bulan: Pengendara dialihkan melintasi Jl. Kemakmuran – Jl. Veteran – Jl. M. Hasibuan – Jl. R.A. Kartini.
- Arah Bulan-Bulan ke Kranji: Pengendara diarahkan melewati Jl. KH. Masyuro – Jl. Veteran – Jl. Rawa Tembaga.
- Khusus Kendaraan Besar: Seluruh kendaraan berat diwajibkan mengambil rute memutar melalui Jl. M. Hasibuan & Jl. R.A. Kartini demi mencegah kemacetan fatal di titik buka-tutup.
Bagi warga Kota Bekasi yang kerap melintasi kawasan Bulan-Bulan hingga Jembatan Ratem di malam hari, sangat disarankan untuk mengambil jalur alternatif sesuai arahan petugas. Keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas tentu tidak akan terwujud tanpa kesabaran dan partisipasi aktif dari para pengguna jalan.
Jangan sampai terjebak macet panjang! Bagikan informasi penting ini ke grup WhatsApp keluarga atau tongkrongan Anda, dan pantau terus update kebijakan Pemkot Bekasi terbaru serta dinamika perkotaan paling tajam hanya di RakyatBekasi.com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















