DPRD Targetkan APBD Kota Bekasi Tahun Anggaran 2026 Rp 7 Triliun, Digitalisasi Pajak Jadi Andalan

- Jurnalis

Rabu, 6 Agustus 2025 - 17:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi 3 DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim.

Ketua Komisi 3 DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi mengusulkan target ambisius untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2026, yakni menembus angka Rp 7 triliun. Angka ini diajukan dalam pembahasan awal Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2026.

Pihak legislatif berkeyakinan, target tersebut realistis untuk dicapai dengan mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan daerah melalui strategi digitalisasi pajak yang komprehensif.

Perbedaan Proyeksi dalam KUA-PPAS

Pembahasan KUA-PPAS, yang merupakan dokumen fondasi untuk penyusunan APBD, telah dimulai antara DPRD dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim, membenarkan adanya perbedaan proyeksi awal antara kedua lembaga.

“Saat ini masih dalam tahap penyampaian dari DPRD. Kami meminta (APBD 2026) di angka Rp 7 triliun. Namun, dari pemerintah kota mengajukan proposal di angka Rp 6,8 triliun,” ujar Arif kepada rakyatbekasi.com, Rabu (06/08/2025).

Menurutnya, besaran APBD sangat ditentukan oleh kemampuan daerah dalam mengumpulkan pendapatan. Oleh karena itu, DPRD mendorong Pemkot untuk lebih agresif dalam menggali potensi pendapatan yang ada.

Strategi Digitalisasi untuk Maksimalkan Pendapatan

Kunci untuk mencapai target APBD Rp 7 triliun, kata Arif, terletak pada kemampuan untuk menutup potensi kebocoran pendapatan melalui modernisasi sistem.

Implementasi digitalisasi proses pemungutan pajak daerah pada tahun 2026 diyakini menjadi solusi paling efektif.

“Kenapa kita targetkan Rp 7 triliun? Karena kami melihat banyak kebocoran yang harus dirapikan,” tegasnya.

“Ketika ke depan persoalan penagihan pajak sudah terdigitalisasi, itu akan mampu kita selesaikan dan kemungkinan (pendapatan) bisa lebih besar lagi,” tuturnya.

Strategi ini mencakup penerapan sistem pembayaran online yang transparan hingga penggunaan alat perekam data transaksi untuk meminimalisir manipulasi dan meningkatkan akuntabilitas.

Fokus pada Sektor Pajak Potensial

Optimisme DPRD untuk meningkatkan pendapatan daerah hingga mampu menopang APBD Rp 7 triliun berfokus pada sejumlah sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD), antara lain:

  • Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
  • Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)
  • Pajak Hotel dan Restoran
  • Pajak Hiburan dan Parkir

Dengan sistem yang modern, sektor-sektor ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang jauh lebih signifikan bagi kas daerah. Untuk memastikan efektivitas kebijakan di lapangan, DPRD juga mengajak Pemkot untuk melakukan pengawasan bersama.

“Kami tawarkan juga, ayo kita bareng-bareng antara OPD pemerintah kota dan DPRD untuk sidak langsung,” pungkas Arif.

Kesepakatan akhir mengenai angka APBD Kota Bekasi Tahun Anggaran 2026 akan ditentukan dalam pembahasan KUA-PPAS lanjutan antara legislatif dan eksekutif.

Bagaimana pendapat anda tentang target APBD Kota Bekasi Tahun Anggaran 2026 dan strategi digitalisasi pajak di Kota Bekasi? Sampaikan pandangan Anda di kolom komentar.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tata Kelola Awut-awutan, DPRD Desak Pemkot Bekasi Bangun Pasar Mandiri
Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual Masuk Babak Penentuan
Target PAD 2025 Meleset! Banggar DPRD Kota Bekasi Desak Pemkot Benahi Bapenda dan Evaluasi APBD
DPRD Kota Bekasi Usulkan Raperda Pencegahan dan Penanggulangan Perilaku Penyimpangan Seksual
BK Soroti Absennya Tiga Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi saat Rapat Paripurna
Sikap ‘Baper’ Gubsu Bobby Nasution Tinggalkan Paripurna Dinilai Lecehkan Rakyat Sumut
Infrastruktur jadi Sorotan Reses, Ketua DPRD Kota Bekasi Janji Percepat Pembenahan
Komisi 1 Wanti-wanti Wali Kota Bekasi Tak Gegabah Pangkas TPP PPPK 2025
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:10 WIB

Tata Kelola Awut-awutan, DPRD Desak Pemkot Bekasi Bangun Pasar Mandiri

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:40 WIB

Raperda Pencegahan Penyimpangan Seksual Masuk Babak Penentuan

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:08 WIB

Target PAD 2025 Meleset! Banggar DPRD Kota Bekasi Desak Pemkot Benahi Bapenda dan Evaluasi APBD

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:25 WIB

DPRD Kota Bekasi Usulkan Raperda Pencegahan dan Penanggulangan Perilaku Penyimpangan Seksual

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:50 WIB

BK Soroti Absennya Tiga Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi saat Rapat Paripurna

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (28/07/2026). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Nasional

Antisipasi El Nino: Prabowo Perintahkan BMKG Cegah Karhutla

Rabu, 29 Jul 2026 - 09:30 WIB

Ilustrasi.

Nasional

Bobby Nasution Kabur dari Paripurna, Pengamat Sebut DPRD Baper

Selasa, 28 Jul 2026 - 21:00 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x