LGBT di Bekasi Tembus 5.632 Kasus, MUI Imbau Keras Orang Tua Tingkatkan Pengawasan Anak

- Jurnalis

Minggu, 21 September 2025 - 17:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi LGBT.

Ilustrasi LGBT.

BEKASI – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi mengeluarkan imbauan serius kepada seluruh elemen masyarakat, terutama para orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak.

Seruan ini muncul menyusul lonjakan drastis angka kasus Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) yang dilaporkan mencapai 5.632 kasus di wilayah Kota Bekasi sepanjang tahun 2024, sebuah peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Lonjakan Kasus yang Mengkhawatirkan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan laporan yang dirilis oleh MUI Kota Bekasi, terjadi peningkatan eksponensial dalam data terkait LGBT. Jika pada tahun sebelumnya tercatat hanya 544 kasus, angka di tahun 2024 meroket hingga 5.632 kasus.

Kenaikan lebih dari sepuluh kali lipat ini menjadi dasar keprihatinan mendalam bagi MUI dan berbagai pihak di Kota Bekasi.

Data terpisah yang dihimpun dari Yayasan Lembaga Kasih Indonesia Kita juga menunjukkan angka yang tak kalah mengkhawatirkan.

Laporan mereka mencatat setidaknya ada 5.776 individu gay atau Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) di wilayah tersebut, yang menyoroti salah satu kelompok paling rentan dalam penyebaran isu ini.

Seruan MUI: Peran Keluarga Adalah Kunci

​Menanggapi fenomena ini, Komite Penelitian dan Pengembangan (Litbang) MUI Kota Bekasi, KH. Sohibul Wafa, menekankan pentingnya peran aktif keluarga dan lingkungan dalam melakukan tindakan preventif. Ia meminta para alim ulama, tokoh masyarakat, dan khususnya orang tua untuk tidak abai.

“Kami mengimbau dan menyerukan kepada para alim ulama serta peran keluarga, terutama orang tua, untuk melakukan pengawasan dan pemantauan ketat terhadap penyebaran kasus LGBT,” ujar KH. Sohibul Wafa kepada jurnalis rakyatbekasi.com, Minggu (21/09/2025).

​Menurutnya, salah satu pendekatan yang bisa dilakukan adalah melalui edukasi berbasis keagamaan sejak dini.

“Kami menyarankan agar kisah-kisah mengenai kaum Sodom di zaman Nabi Luth AS lebih sering diceritakan kepada anak-anak,” jelasnya.

“Ini bisa menjadi sarana edukasi untuk memperkenalkan bahayanya dan mencegah mereka terjerumus ke perilaku serupa,” ungkapnya.

Kewaspadaan Menyeluruh dan Ancaman Penyakit Turunan

​Imbauan untuk waspada tidak hanya ditujukan kepada keluarga, tetapi juga kepada seluruh lapisan masyarakat, mulai dari tingkat kota hingga pengurus RT/RW. KH. Sohibul Wafa menegaskan bahwa kewaspadaan kolektif sangat diperlukan untuk melindungi generasi muda.

“Masyarakat di semua tingkatan, mulai dari tingkat kota sampai RT, harus mulai waspada,” tegasnya.

“Terutama waspada akan maraknya LGBT dan bahaya narkoba yang ada di wilayah kita, Kota Bekasi. Semoga Kota Bekasi selalu dilindungi oleh Allah SWT,” tuturnya.

​Lebih lanjut, ia menyoroti korelasi antara perilaku LGBT, khususnya hubungan sesama jenis, dengan risiko kesehatan yang serius. Peningkatan kasus ini dikhawatirkan akan berdampak pada lonjakan penyakit menular seksual.

“Permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan penyakit masyarakat ini sangat rentan kaitannya dengan penyakit HIV/AIDS,” imbuhnya, seraya menekankan adanya ancaman kesehatan publik yang nyata di balik fenomena sosial ini.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Resmi Diumumkan! Ini Dia Daftar Tiga Besar Open Bidding Pemkot Bekasi
APBD Kota Bekasi 2027 Diproyeksi Turun jadi Rp6,5 Triliun, Ini Penyebabnya
Diduga Ada Pencemaran Limbah dari Hulu Bogor, Aliran Kali Bekasi Hitam Pekat
Normalisasi Kali Bekasi Berlanjut November 2026 untuk Cegah Banjir
Tumpukan Sampah di Terminal Bekasi Picu Bau Busuk, DLH Janji Angkut Hari Ini
Tembus 1,9 Juta, KPU Kota Bekasi Rilis Data Pemilih 2026
Tolak Daud Husin, Pegawai Perumda Tirta Bhagasasi Ancam Mogok Kerja
Ngeri! Sepanjang 2026 Disdamkarmat Bekasi Evakuasi 509 Ular dari Permukiman Warga

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:40 WIB

Resmi Diumumkan! Ini Dia Daftar Tiga Besar Open Bidding Pemkot Bekasi

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:16 WIB

APBD Kota Bekasi 2027 Diproyeksi Turun jadi Rp6,5 Triliun, Ini Penyebabnya

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:50 WIB

Normalisasi Kali Bekasi Berlanjut November 2026 untuk Cegah Banjir

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:22 WIB

Tumpukan Sampah di Terminal Bekasi Picu Bau Busuk, DLH Janji Angkut Hari Ini

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:41 WIB

Tembus 1,9 Juta, KPU Kota Bekasi Rilis Data Pemilih 2026

Berita Terbaru

SANG GUBERNUR PERTAMA: Suasana lalu lintas dan rindangnya pepohonan di sepanjang Jalan Sam Ratulangi, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis (23/07/2026). Jalan protokol bersejarah ini diabadikan untuk menghormati Pahlawan Nasional Dr. G.S.S.J. Ratulangi, doktor matematika lulusan Swiss sekaligus Gubernur Sulawesi pertama yang merumuskan UUD 1945 dan mewariskan falsafah luhur

Ekstra

Sejarah Jalan Sam Ratulangi: Sang Doktor Jenius dari Timur

Kamis, 23 Jul 2026 - 12:45 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x