Pengamat Prediksi Rupiah Tembus Rp17.100 per Dolar AS Pekan Ini

- Jurnalis

Senin, 19 Januari 2026 - 08:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mata uang Rupiah dan Dollar AS.

Mata uang Rupiah dan Dollar AS.

Poin Utama:

  • Posisi Terkini: Rupiah ditutup pada level Rp16.896/US$ pada perdagangan Kamis (15/01/2026).
  • Prediksi Pelemahan: Berpotensi menembus level psikologis Rp17.100/US$ pekan ini dan Rp17.500/US$ pada tahun ini.
  • Faktor Pemicu: Perang dagang (China-EU-AS), ketegangan geopolitik (Rusia-Ukraina, Timur Tengah), dan dinamika politik internal AS.

​Nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap Dolar AS (US$) diprediksi kembali melemah dan berpotensi menembus angka psikologis Rp17.000 pada pekan ini.

Tren negatif ini dipicu oleh memanasnya situasi geopolitik global serta ketidakpastian kebijakan ekonomi dari negara-negara maju yang menekan mata uang garuda.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Berapa Prediksi Level Terendah Rupiah Pekan Ini?

​Analisis teknikal menunjukkan bahwa mata uang Garuda sedang dalam tren pelemahan yang cukup signifikan setelah penutupan perdagangan Kamis (15/01) di level Rp16.896/US$.

Jika tren negatif berlanjut, Rupiah diproyeksikan akan menyentuh level support mingguan di angka Rp17.100.

​”Sebaliknya, jika (rupiah) melemah, resistance pertama di Rp16.920. Potensi pelemahan lanjutan secara mingguan di Rp17.100 per dolar AS,” kata Ibrahim Assuaibi kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (18/01/2026).

​Ibrahim menambahkan, tekanan eksternal yang semakin kuat bahkan memunculkan risiko pelemahan jangka panjang di tahun 2026.

Menurutnya, bukan tidak mungkin kurs akan menyentuh angka yang lebih dalam lagi jika sentimen global tidak membaik.

​”Ketidakpastian geopolitik, dinamika politik AS, serta arah kebijakan bank sentral global, berpotensi menekan rupiah. Muncul risiko pelemahan lanjutan hingga Rp17.500 per dolar AS di tahun ini,” terangnya.

​Apa Penyebab Utama Rupiah Melemah?

​Faktor dominan yang menghantam Rupiah adalah eskalasi perang dagang global dan konflik bersenjata yang meluas.

Kebijakan Uni Eropa yang memberlakukan bea masuk antidumping terhadap produk alumina China sebesar 88,7-110,6 persen menjadi salah satu pemicu utama, yang diperkirakan akan segera dibalas oleh China.

​Selain itu, rencana Amerika Serikat (AS) untuk mengenakan tarif impor 20 persen terhadap produk Eropa turut memperkeruh suasana.

Situasi ini diperparah dengan ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Eropa, khususnya konflik Rusia-Ukraina yang kembali memanas dengan intensitas serangan balasan tinggi, serta isu keamanan di Greenland yang melibatkan pengerahan pasukan negara-negara NATO.

​Bagaimana Dampak Politik AS Terhadap Ekonomi Global?

​Stabilitas politik di Amerika Serikat juga menjadi sorotan pasar yang mempengaruhi fluktuasi mata uang. Rencana pemanggilan Ketua The Fed, Jerome Powell, serta sejumlah pejabat otoritas AS lainnya dinilai sarat kepentingan politik dan berpotensi mengganggu independensi bank sentral.

​Meski demikian, data tenaga kerja AS yang menunjukkan perbaikan masih memberikan sedikit harapan.

Sejumlah pejabat bank sentral AS mengisyaratkan adanya ruang untuk pelonggaran kebijakan moneter atau penurunan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan, terutama menjelang akhir masa jabatan Jerome Powell.

​Masyarakat dan pelaku usaha diimbau untuk tetap waspada terhadap volatilitas nilai tukar dan melakukan lindung nilai (hedging) jika diperlukan, mengingat ketidakpastian global yang masih tinggi.

Punya informasi terkait dampak kenaikan dolar terhadap harga bahan pokok di pasar Bekasi? Hubungi Redaksi RakyatBekasi.Com.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukti Nyata Inklusivitas, Alfamidi Bekasi Santuni Siswa SLB
Bidik Kebutuhan Mobilitas Kawasan Industri, MAXUS Perkuat Akses dan Jangkauan Layanan di Cikarang
Gila! Sindikat Scamming Rampok Uang Warga Republik Indonesia Rp9,1 Triliun Tiap Hari
Kulineran Bikin Kantong Jebol? Pakuwon Mall Bekasi Hadirkan Dining Cashback Hingga 50 Persen
Gemerlap Panggung Buntung! Promotor NPF Digugat PKPU Rp3,5 Miliar
Jalan ‘Aspal’ Berbahan Baku Ban Bekas: Inovasi Infrastruktur Masa Depan
Awas Karyawan Minimarket Bisa Punah! Robot Canggih Asal China Ini Siap Gantikan Tugas Kasir Sepenuhnya
PLN Cetak Rekor: Proyek Elektrifikasi ECRL Malaysia Rampung Lebih Awal dari Target!

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 14:56 WIB

Bukti Nyata Inklusivitas, Alfamidi Bekasi Santuni Siswa SLB

Kamis, 16 April 2026 - 09:44 WIB

Bidik Kebutuhan Mobilitas Kawasan Industri, MAXUS Perkuat Akses dan Jangkauan Layanan di Cikarang

Kamis, 16 April 2026 - 04:36 WIB

Gila! Sindikat Scamming Rampok Uang Warga Republik Indonesia Rp9,1 Triliun Tiap Hari

Senin, 13 April 2026 - 18:34 WIB

Kulineran Bikin Kantong Jebol? Pakuwon Mall Bekasi Hadirkan Dining Cashback Hingga 50 Persen

Kamis, 2 April 2026 - 20:14 WIB

Gemerlap Panggung Buntung! Promotor NPF Digugat PKPU Rp3,5 Miliar

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca