Posisi Hilal 1,69 Derajat, 1 Syawal 1444 H Diperkirakan Jatuh di 22 April 2023

- Jurnalis

Kamis, 20 April 2023 - 19:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Agama (Kemenag) menggelar seminar hilal guna melihat penentuan 1 Syawal 1444 Hijriah. Dalam seminarnya, posisi hilal di Indonesia pada Kamis (20/04/2023) sore, belum memenuhi kriteria baru hasil kesepakatan Menteri Agaman Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

Kementerian Agama (Kemenag) menggelar seminar hilal guna melihat penentuan 1 Syawal 1444 Hijriah. Dalam seminarnya, posisi hilal di Indonesia pada Kamis (20/04/2023) sore, belum memenuhi kriteria baru hasil kesepakatan Menteri Agaman Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

Kementerian Agama (Kemenag) menggelar seminar hilal guna melihat penentuan 1 Syawal 1444 Hijriah. Dalam seminarnya, posisi hilal di Indonesia pada Kamis (20/04/2023) sore, belum memenuhi kriteria baru hasil kesepakatan Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).
“Di mana, ketentuan ketinggian hilal ditetapkan 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat, sehingga awal 1 Syawal 1444H diperkirakan jatuh pada hari Sabtu, 22 April 2023,” kata Khafid, Tim Hisab Rukyat di Kantor Kemenag Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (20/04/2023).
Lebih lanjut Khafid menjelaskan, bahwa ketinggian posisi hilal jika dilihat dari Jakarta itu berada di posisi 1,69 derajat.
“Kita lihat simulasinya, tanggal 20 April 2023 itu bulan hari ini saat ijtimak, bulan disaat matahari terbenam sudah diatas ufuk. Namun demikian ketinggiannya kalau dilihat dari Jakarta itu 1,69 derajat. Artinya kalau kita mempunyai kriteria minimal tiga derajat ini, belum memenuhi syarat,” tuturnya.
Kepala Pusat Pemetaan Tata Ruang dan Atlas Badan Informasi Geospasial (BIG) ini mengatakan hilal belum mudah diamati di berbagai wilayah.
“Data hilal rata-rata di ketinggian 0,75 sampai 2,25 derajat di Aceh kalaupun sampai Sabang belum memenuhi imkan rukyat. Oleh karena itu diseluruh wilayah NKRI ini belum memenuhi imkan,” jelas Khafid.
Sehingga, menurut perhitungan hisab, Khafid memperkirakan awal Syawal 1444 H jatuh pada Sabtu, 22 April 2023.
“Kalau kita lihat besok tanggal 21 April, bulan akan lebih tinggi. Kalau ingin dibuktikan adalah besok, namun besok dipastikan karena sudah 30 Ramadan. Maka kita akan masuk Idul Fitri di hari berikutnya,” pungkasnya.
Sebagai informasi, penentuan awal Syawal kini mengikuti kriteria baru MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Imkanur rukyat dianggap memenuhi syarat apabila posisi hilal mencapai ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat. (*)

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Terbitkan Perpres Pembentukan Tujuh Kejaksaan Negeri Baru, Ini Dia Daftarnya
SMIT Tuntut Gubernur DKI dan Kapolda Metro Jaya Tanggung Jawab atas Pecahnya Konflik di Matraman
GMNI Laporkan Skandal SPMB Kota Bekasi 2026 ke Dirjen Kemendikdasmen
Indonesia Jadi Salah Satu Negara Pendiri WAICO, Bidik Potensi Ekonomi USD 366 Miliar
Konflik Polri vs Kejagung, Syahrul E Dasopang: Bahaya Keseimbangan Koruptif
Tanpa Presiden Prabowo, CEO Danantara dan Menko Zulhas Resmikan PSEL Perdana di Bali
OTT Syah Afandin: Akrobat Politik KPK Tutupi Korupsi Raksasa?
Sorotan Kritis DPP GMNI: Program Makan Bergizi Gratis Harus Lahirkan Kemandirian Ekonomi Desa!
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:53 WIB

Prabowo Terbitkan Perpres Pembentukan Tujuh Kejaksaan Negeri Baru, Ini Dia Daftarnya

Senin, 27 Juli 2026 - 14:00 WIB

SMIT Tuntut Gubernur DKI dan Kapolda Metro Jaya Tanggung Jawab atas Pecahnya Konflik di Matraman

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:16 WIB

GMNI Laporkan Skandal SPMB Kota Bekasi 2026 ke Dirjen Kemendikdasmen

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:39 WIB

Indonesia Jadi Salah Satu Negara Pendiri WAICO, Bidik Potensi Ekonomi USD 366 Miliar

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:33 WIB

Konflik Polri vs Kejagung, Syahrul E Dasopang: Bahaya Keseimbangan Koruptif

Berita Terbaru

PENA KEMERDEKAAN: Suasana jalan raya dan lalu lintas di sekitar ruas Jalan Abdul Muis, kawasan tersembunyi di balik Jalan Merdeka Barat, dekat Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Selasa (28/07/2026). Penamaan jalan protokol ini didedikasikan secara khusus untuk menghormati Abdoel Moeis, jurnalis kritis pendiri koran Hindia Serikat, pengarang mahakarya novel Salah Asuhan, sekaligus tokoh yang tercatat sebagai orang pertama penerima gelar Pahlawan Nasional di Indonesia. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan Abdul Muis: Pahlawan Nasional Pertama RI

Selasa, 28 Jul 2026 - 13:11 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x