Pemuda Katolik Komda Jawa Barat menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah 2026 di Cianjur untuk memperkuat transformasi organisasi. Fokus utama agenda ini adalah peningkatan kapasitas kader melalui kemandirian ekonomi dan daya saing di berbagai sektor guna menjawab tantangan zaman yang dinamis.
Kegiatan ini meluncurkan Koperasi CO.LABORA untuk memberdayakan ekonomi anggota di seluruh wilayah Jawa Barat. Selain itu, organisasi menandatangani kerja sama dengan Bawaslu Jawa Barat untuk meningkatkan pendidikan politik serta partisipasi aktif dalam mengawal integritas proses demokrasi daerah.
Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Jawa Barat resmi menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2026 di Cianjur pada Sabtu (18/07/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengusung visi besar transformasi gerakan, agenda ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat kemandirian ekonomi para kader.
Selain itu, kegiatan ini mengukuhkan kolaborasi lintas sektor melalui kerja sama resmi bersama Bawaslu Provinsi Jawa Barat.
Langkah Transformasi Pemuda Katolik Jawa Barat Melalui Rakerda 2026
Rapat Kerja Daerah tahun ini mengusung tema “Transformasi Gerakan Pemuda Katolik Jawa Barat Menuju Kader Mandiri, Produktif, dan Berdaya Saing”.
Kegiatan ini dirancang bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan forum konsolidasi untuk memastikan organisasi tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman yang semakin dinamis.
Ketua Pemuda Katolik Komda Jawa Barat, Alfian Syukur, menekankan pentingnya langkah konkret dalam meningkatkan kapasitas kader.
Transformasi ini harus diwujudkan melalui kemandirian ekonomi dan perluasan kolaborasi dengan berbagai instansi strategis.
”Rakerda ini bukan sekadar menyusun program kerja, tetapi menjadi titik awal transformasi gerakan Pemuda Katolik Jawa Barat agar mampu melahirkan kader yang mandiri, produktif, dan memiliki daya saing tinggi di berbagai bidang,” tegas Alfian Syukur kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Cianjur, Sabtu (18/07/2026).
Apa Tujuan Utama Pembentukan Koperasi CO.LABORA?
Koperasi CO.LABORA dibentuk sebagai wadah ekonomi kolaboratif yang nyata bagi pemberdayaan para kader di berbagai daerah.
Kehadiran entitas bisnis ini menjadi sejarah baru sekaligus tonggak kemandirian finansial bagi organisasi kepemudaan Katolik di tingkat provinsi.

Fokus utama dari pendirian koperasi ini mencakup beberapa pencapaian strategis:
- Melibatkan partisipasi aktif dari 15 Komisariat Cabang (Komcab) se-Jawa Barat.
- Didukung langsung oleh 1 Komisariat Anak Cabang (Komac) sebagai fondasi ekosistem ekonomi.
- Membuka ruang kolaborasi usaha untuk mendorong lahirnya unit bisnis produktif.
- Memperkuat jejaring ekonomi dan kemandirian finansial antaranggota secara berkelanjutan.
Bagaimana Dampak Sinergi dengan Bawaslu Provinsi Jawa Barat?
Sinergi ini diwujudkan langsung melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemuda Katolik Komda Jawa Barat dengan Bawaslu Provinsi Jawa Barat.
Kesepakatan ini merupakan wujud komitmen organisasi dalam mengawal jalannya proses demokrasi yang bersih di wilayah Jawa Barat.
Kerja sama ini difokuskan pada peningkatan pendidikan politik dan partisipasi aktif masyarakat. Harapannya, kader Pemuda Katolik dapat mengambil peran sentral dalam memastikan penyelenggaraan demokrasi berjalan jujur, adil, dan berintegritas tinggi.
Melalui Rakerda 2026 ini, program-program strategis yang disepakati diharapkan mampu memperkokoh posisi pemuda sebagai mitra kritis pembangunan daerah.
Transformasi yang berjalan akan menjadikan kader lebih aktif berkontribusi di ranah sosial, ekonomi, hingga politik.
Bagaimana pendapat Anda mengenai langkah transformasi dan kemandirian ekonomi dari para pemuda ini? Bagikan artikel ini ke media sosial Anda dan ikuti terus perkembangan berita pemerintahan serta politik terkini hanya di RakyatBekasi.Com!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







