Poin Utama:
- Ketua Terpilih: Alfian Syukur resmi menggantikan Edi Silaban untuk masa bakti 2025–2028.
- Lokasi & Waktu: Hotel Merbabu, Sepanjang Jaya, Rawalumbu, Kota Bekasi (6–7 Desember 2025).
- Visi Utama: “Sabilulungan for Mission” yang berfokus pada kemandirian ekonomi dan transformasi sosial.
- Rekomendasi: Modernisasi tata kelola organisasi dan kolaborasi lintas sektor.
BEKASI – Musyawarah Komisariat Daerah (Muskomda) XVIII Pemuda Katolik Jawa Barat yang berlangsung khidmat di Merbabu Hotel, Kota Bekasi, pada 6–7 Desember 2025, akhirnya mencapai puncaknya.
Forum tertinggi tingkat provinsi ini secara resmi menetapkan Alfian Syukur sebagai Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Jawa Barat untuk masa bakti 2025–2028.
Terpilihnya Alfian menandai babak baru regenerasi kepemimpinan organisasi kepemudaan Katolik di tanah Pasundan, membawa semangat kolaborasi yang kuat untuk menjawab tantangan zaman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Visi Baru: Sabilulungan dalam Pelayanan
Dalam pidato perdananya pasca terpilih, Alfian Syukur menegaskan arah gerak organisasi di bawah kepemimpinannya melalui visi dan tagline “Sabilulungan for Mission”.
Mengambil filosofi Sunda yang bermakna gotong royong atau saling mendukung, Alfian ingin membawa organisasi ini lebih solid dalam menjalankan perutusannya.
”Pemuda Katolik Jawa Barat siap bergerak bersama, unggul dalam pelayanan, mandiri secara ekonomi, serta hadir sebagai agen transformasi sosial yang nyata di tengah masyarakat,” tegas Alfian di hadapan para delegasi cabang.
Ia menekankan bahwa soliditas internal adalah kunci utama untuk menjadikan organisasi ini berdampak eksternal, baik bagi Gereja maupun bangsa.
Pesan Persaudaraan dan Tantangan Nasional
Transisi kepemimpinan ini juga disambut hangat oleh Ketua Pemuda Katolik Komda Jawa Barat periode 2022–2025, Edi Silaban. Dalam sambutannya, Edi mengingatkan pentingnya merawat persaudaraan pasca-kontestasi.
”Muskomda ini bukan tentang siapa yang menang atau kalah, tetapi tentang bagaimana seluruh cabang tetap berjalan bersama dalam satu rumah besar Pemuda Katolik Jawa Barat. Perbedaan adalah kekuatan, persaudaraan adalah fondasi,” ujar Edi.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, memberikan apresiasi tinggi atas kinerja Komda Jawa Barat selama ini.
Menurutnya, Jawa Barat telah menunjukkan endurance (daya tahan) organisasi yang luar biasa serta konsistensi dalam kaderisasi.
Gusma juga menyinggung isu strategis nasional hasil Rapimnas, di mana 12 isu telah dipadatkan menjadi 9 fokus utama.
Salah satu sorotan penting adalah isu di Papua, yang meliputi konflik akibat Proyek Strategis Nasional (PSN), transmigrasi, hingga ketimpangan pembangunan.
”Sebagaimana pesan Mgr. Anton, pergerakan Pemuda Katolik harus semakin diperhitungkan di tengah dinamika bangsa. Muskomda tidak hanya menjadi forum formal, tetapi ruang perjumpaan dari hati ke hati untuk meneguhkan komitmen pelayanan,” papar Gusma.
Rekomendasi Strategis dan Arahan Gereja
Muskomda XVIII tidak hanya menghasilkan ketua baru, tetapi juga merumuskan sejumlah rekomendasi strategis untuk tiga tahun ke depan, antara lain:
- Penguatan Kaderisasi: Berbasis iman Katolik dan profesionalitas yang adaptif.
- Kemandirian Ekonomi: Mengembangkan potensi ekonomi daerah masing-masing cabang.
- Peran Publik: Memperluas keterlibatan kader di ruang publik dan pemerintahan.
- Modernisasi Organisasi: Tata kelola yang lebih modern dan transparan.
- Kolaborasi Lintas Sektor: Memperkuat jejaring dengan pemerintah, swasta, dan ormas lain.
Pastor Moderator Pemuda Katolik Komda Jabar, Romo Fransiskus Samong, OSC, menekankan aspek spiritualitas dalam setiap gerakan.
“Program harus realistis, dapat dieksekusi, dan berdampak langsung bagi umat dan masyarakat. Setiap gerakan harus berakar pada doa, soliditas, serta keberpihakan nyata,” pesannya.
Pembukaan Meriah dan Hadirin Penting
Rangkaian kegiatan Muskomda diawali dengan Misa Pembukaan yang dipimpin oleh Romo Fransiskus Samong, OSC bersama Moderator Keuskupan Bogor, Pastor Dionysius Adi Tedjo Saputro.
Acara ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting dan perwakilan organisasi, di antaranya Kabid Organisasi Kesbangpol Jabar Irman Nugraha, perwakilan Kesbangpol Kota Bekasi Marwah Zaitun, Anggota FKUB Kota Bekasi Cecep Suherlan, serta perwakilan dari WKRI, DPC GAMKI, DPD KNPI, dan Pengurus HAAK Dekenat Bekasi.
Dari jajaran Pengurus Pusat Pemuda Katolik, turut hadir Wakil Ketua Umum Robertus Bondan Wicaksono, Ketua Bidang Kaderisasi Yustinus Wuarmanuk, Ketua Bidang Hubungan OKP Yohanes Boge Parinding, dan Wasekjen Bidang Pertanian Fransiskus Bani.
Ingin informasi lebih lanjut mengenai kegiatan kepemudaan atau layanan publik di Kota Bekasi? Pantau terus rakyatbekasi.com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















