Kajian Islam: Mengungkap Makna Ghuroba di Tengah Fitnah Zaman

- Jurnalis

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Konsep Ghuroba merujuk pada umat Islam yang tetap teguh memegang kemurnian ajaran agama di tengah masyarakat yang menyimpang. Fenomena ini didasarkan pada sejumlah hadis shahih yang memprediksi kembalinya Islam pada fase asing seperti saat awal kemunculannya. Golongan ini dianggap beruntung karena mempertahankan kebenaran di masa penuh fitnah.

Karakteristik utama para Ghuroba meliputi upaya memperbaiki sunnah yang dirusak serta tetap konsisten melakukan amar makruf nahi munkar. Merujuk pada Kitab Al Ghuroba karya Imam Al-Ajurri, kajian ini menekankan pentingnya ketangguhan spiritual bagi individu saleh yang hidup di tengah mayoritas orang yang menentang ajaran agama yang murni.

​Di tengah dinamika gaya hidup modern Kota Bekasi dan tantangan zaman yang semakin kompleks, konsep Ghuroba atau orang-orang yang terasing dalam Islam kembali relevan untuk didalami.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kajian keislaman terbaru yang merujuk pada Kitab Al Ghuroba karya Imam Al-Ajurri (wafat 360 H) mengupas tuntas keistimewaan golongan ini.

Pemahaman mengenai siapa sebenarnya sosok terasing yang beruntung ini menjadi panduan penting bagi umat Islam dalam menghadapi ragam fitnah di zaman akhir.

​Keutamaan dan Makna Ghuroba dalam Islam Menurut Hadits

​Apa yang Dimaksud dengan Ghuroba atau Orang Terasing?

​Dalam literatur Islam, istilah Ghuroba merujuk pada sekelompok orang beriman yang tetap teguh memegang kemurnian ajaran agama, meskipun hidup di tengah mayoritas masyarakat yang mulai menyimpang. Fenomena ini telah diprediksi sejak awal masa kenabian, di mana Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa Islam pada akhirnya akan kembali pada fase awal sebagaimana saat pertama kali didakwahkan.

​Bagaimana Penjelasan Hadits Shahih Tentang Keutamaan Ghuroba?

​Terdapat sejumlah riwayat valid yang mengukuhkan posisi istimewa para Ghuroba di mata Allah SWT. Berdasarkan kompilasi kajian dari Babeh Fayadh, berikut adalah penjabaran langsung terkait ciri-ciri golongan tersebut:

  • Asing Namun Beruntung: “Islam muncul dalam keadaan asing, dan akan kembali asing seperti saat kemunculannya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing,” (HR. Muslim).
  • Menyempal dari Kaumnya: “Sesungguhnya Islam muncul dalam keadaan asing, dan akan kembali asing seperti saat kemunculannya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing”. Seseorang bertanya : “Siapakah orang-orang yang asing itu ya Rasululloh? “Mereka yang “menyempal” (berseberangan) dari kaumnya”, jawab Rasululloh. (HR. Ibnu Majah, Ahmad & Ad Darimi, dishahihkan Syekh Al-Albani).
  • Memperbaiki Sunnah yang Dirusak Manusia: “Sesungguhnya Islam muncul dalam keadaan asing, dan akan kembali asing seperti saat kemunculannya. Maka beruntunglah orang-orang yang terasing”. Seseorang bertanya : “Siapakah orang-orang yang asing itu ya Rasululloh ﷺ? “Orang-orang yang selalu memperbaiki (melakukan ishlah) di saat manusia merusak sunnah-sunnah ku”, jawab Rasululloh. (HR. At Tirmidzi).
  • Orang Shalih di Tengah Kejahatan: “Beruntunglah orang-orang yang terasing”. Seseorang bertanya : “Siapakah orang-orang yang terasing itu ya Rasululloh ? “Orang-orang shalih yang berada di antara orang-orang jahat yang jumlahnya banyak sekali. Yang menentang mereka lebih banyak dibandingkan yang mengikuti ”, jawab Rasululloh ﷺ. (HR. Ahmad).
  • Pelaku Amar Ma’ruf: “Siapakah orang-orang yang terasing itu ya Rasululloh ? “Orang-orang yang selalu memperbaiki (amar ma’rur dan nahi munkar) di saat manusia dalam keadaan rusak”, jawab Rasululloh. (HR. Thabrani).

​”Maka siapakah orang-orang GHUROBA’ (asing), di zaman yang penuh dengan fitnah ini .?, Semoga bermanfaat, Barokallohu fiikum,” kata Babeh Fayadh kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com usai memimpin kajian di kawasan Rawalumbu, Kota Bekasi, Sabtu (18/07/2026).

​Mempertahankan idealisme beragama di era kiwari memang membutuhkan ketangguhan ekstra, namun predikat Ghuroba memberikan angin segar serta kepastian jaminan keberuntungan bagi mereka yang istiqamah.

Bagaimana pendapat Anda mengenai fenomena Ghuroba di sekitar lingkungan Anda saat ini? Bagikan artikel ini kepada keluarga maupun kerabat terdekat untuk saling menguatkan, dan terus pantau portal RakyatBekasi.Com untuk sajian kajian Islam dan berita informatif lainnya.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelatihan Satpam Gratis SPD Group: Solusi Cerdas Pencari Kerja
Drone Syahid Ubah Tatanan Perang, Negara Adidaya Ketar-ketir
Sejarah Jalan Prof M Yamin: Sang Arsitek Sumpah Pemuda
PM Anwar Ungkap Dana Pensiun Malaysia Bobol Rp880 Miliar Akibat Ulah Gibran
Sejarah Jalan KH Wahid Hasyim: Menteri Agama Pertama RI
Sejarah Jalan H Agus Salim: Diplomat Melarat Perintis Negara Kesatuan Republik Indonesia
Sejarah Jalan Cut Meutia: Srikandi Aceh Penantang Penjajah
Suhu Ekstrem Eropa Renggut 14.000 Nyawa, Jerman Terparah
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:25 WIB

Kajian Islam: Mengungkap Makna Ghuroba di Tengah Fitnah Zaman

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:23 WIB

Pelatihan Satpam Gratis SPD Group: Solusi Cerdas Pencari Kerja

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:47 WIB

Drone Syahid Ubah Tatanan Perang, Negara Adidaya Ketar-ketir

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:55 WIB

PM Anwar Ungkap Dana Pensiun Malaysia Bobol Rp880 Miliar Akibat Ulah Gibran

Jumat, 17 Juli 2026 - 03:47 WIB

Sejarah Jalan KH Wahid Hasyim: Menteri Agama Pertama RI

Berita Terbaru

Penampakan bunga dari pohon suweg yang sedang mekar sempurna menyerupai bunga bangkai raksasa di pekarangan rumah milik warga di Jalan Lapangan Bola, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Sabtu (18/7/2026). Bunga unik ini tidak mengeluarkan bau busuk yang menyengat. (Foto: Istimewa/RakyatBekasi.Com)

Bekasi

Geger Bunga Bangkai di Kranji Bekasi, Ternyata Pohon Suweg

Sabtu, 18 Jul 2026 - 19:50 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x