Realisasi PAD 54 Persen, Disdagperin: Tunggakan Setoran Enam Pasar di Bekasi ini capai Rp 12 Miliar

- Jurnalis

Kamis, 13 November 2025 - 14:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah.

ilustrasi realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah.

BEKASI – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi menghadapi tantangan berat dalam mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pasar.

Menjelang akhir tahun anggaran 2025, realisasi PAD dari 15 pasar yang ada di wilayah tersebut baru mencapai 54 persen.

​Seretnya pendapatan ini salah satunya disebabkan oleh adanya tunggakan iuran dari sejumlah pasar yang dikelola oleh pihak ketiga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Realisasi PAD Jauh dari Target

Kepala Bidang Pasar Disdagperin Kota Bekasi, Juhasan Antosuseno, membenarkan rendahnya capaian ini.

Ia merinci, dari total target PAD sektor pasar tahun 2025 sebesar Rp 16 Miliar, realisasi yang masuk kas daerah hingga Rabu (12/11/2025) baru mencapai Rp 8,4 Miliar.

​”Terkini, per tanggal (12/11) PAD kami untuk setiap pasar baru terealisasi sebesar Rp 8,4 Miliar atau 54 persen terealisasi dari 15 pasar yang tersedia di Kota Bekasi,” ujar Juhasan melalui keterangannya.

​Rendahnya realisasi ini menjadi sorotan, mengingat kontribusi pasar sebagai salah satu sumber pendapatan vital bagi pembangunan daerah.

Enam Pasar Dikelola Pihak Ketiga Menunggak

​Juhasan menjelaskan lebih lanjut bahwa penyebab utama seretnya setoran PAD ini adalah adanya tunggakan dari enam unit pasar yang pengelolaannya diserahkan kepada pihak ketiga.

​”Jadi ada beberapa pasar yang masih utang banyak. Dan belum membayarkan kewajiban mereka kepada Pemerintah Daerah,” ucap dia.

​Menurut data Disdagperin, total tunggakan iuran pembayaran dari keenam pasar tersebut kepada Pemerintah Kota Bekasi mencapai angka yang signifikan, yakni sebesar Rp 12 Miliar.

Daftar Pasar yang Menunggak

​Disdagperin merinci sejumlah pasar yang tercatat menunggak kewajiban setoran PAD tersebut. Pasar-pasar ini umumnya dikelola oleh pihak ketiga yang memiliki perjanjian kerja sama dengan Pemkot Bekasi.

​Adapun pasar yang dimaksud meliputi:

  • ​Pasar Kranji
  • ​Pasar Famili
  • ​Pasar Bantargebang
  • ​Pertokoan Bekasi Junction
  • ​Pertokoan Pondok Gede

Disdagperin Kejar Target Minimal Rp 10 Miliar

​Meski realisasi masih jauh dari harapan dan dihadapkan pada tunggakan besar, Disdagperin tetap berupaya mengambil langkah-langkah untuk mengoptimalkan pendapatan di sisa waktu tahun anggaran 2025.

​Juhasan menyatakan pihaknya memasang target minimal yang diharapkan bisa tercapai hingga akhir Desember nanti.

​”Target kami untuk akhir tahun ini minimal bisa terealisasi PAD hingga mencapai Rp 10 Miliar,” pungkasnya.

​Pemerintah Kota Bekasi didorong untuk segera mengevaluasi kontrak kerja sama dengan pihak ketiga yang mengelola pasar-pasar tersebut agar tunggakan tidak terus membengkak dan potensi PAD dapat dimaksimalkan.

Bagaimana pendapat Anda tentang pengelolaan pasar oleh pihak ketiga di Kota Bekasi? Sampaikan pandangan Anda di kolom komentar di bawah ini.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gas Metana TPST Bantargebang jadi Sorotan Dunia, Dinkes Kaji Lonjakan Kasus ISPA di Kota Bekasi
65 Ribu Warga Kota Bekasi Terserang ISPA Awal 2026
Dua Pekan Lagi, Perlintasan Sebidang Bulak Kapal Bekasi Bakal Dipasang Palang Pintu Otomatis
Soal Efisiensi Belanja Pegawai, Wali Kota Bekasi Pastikan 3.442 PPPK Paruh Waktu Tetap Aman
Wali Kota Bekasi Canangkan Pendidikan Antikorupsi Bagi Siswa SD-SMP Mulai Tahun Ajaran Baru
​Eks Pejabat Pimpin BAZNAS Kota Bekasi, Transparansi Dana Umat Disorot
Wali Kota Bekasi Pastikan Biaya Pendidikan Anak Korban Ditanggung
Dishub Kaji Titik CFD Baru di Alun-Alun M Hasibuan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:18 WIB

Gas Metana TPST Bantargebang jadi Sorotan Dunia, Dinkes Kaji Lonjakan Kasus ISPA di Kota Bekasi

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:08 WIB

65 Ribu Warga Kota Bekasi Terserang ISPA Awal 2026

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:56 WIB

Dua Pekan Lagi, Perlintasan Sebidang Bulak Kapal Bekasi Bakal Dipasang Palang Pintu Otomatis

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:28 WIB

Soal Efisiensi Belanja Pegawai, Wali Kota Bekasi Pastikan 3.442 PPPK Paruh Waktu Tetap Aman

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:52 WIB

​Eks Pejabat Pimpin BAZNAS Kota Bekasi, Transparansi Dana Umat Disorot

Berita Terbaru

Ilustrasi antrean warga sedang menjalani pemeriksaan suhu tubuh dan pembagian masker oleh petugas medis di salah satu fasilitas kesehatan di Kota Bekasi.

Bekasi

65 Ribu Warga Kota Bekasi Terserang ISPA Awal 2026

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:08 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x