Respon Dinsos Kota Bekasi Tangani Kasus Ibu Maryati dan Kendala Adminduk Bansos

- Jurnalis

Sabtu, 22 November 2025 - 06:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Dinas Sosial Kota Bekasi langsung gerak cepat validasi informasi tentang Ibu Maryati di kediamannya.

Tim Dinas Sosial Kota Bekasi langsung gerak cepat validasi informasi tentang Ibu Maryati di kediamannya.

Respon Cepat Dinsos Kota Bekasi: Tangani Kasus Ibu Maryati dan Pentingnya Validitas Adminduk untuk Bansos

BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Sosial (Dinsos) bergerak cepat merespon informasi terkait kondisi Ibu Maryati, seorang warga lanjut usia di Kelurahan Margamulya, Kecamatan Bekasi Utara. Ibu Maryati dilaporkan hidup dalam kondisi ekonomi terbatas namun belum tersentuh program bantuan sosial (Bansos) dari pemerintah.

​Langkah responsif ini merupakan bukti komitmen Pemerintah Kota Bekasi untuk memastikan jaring pengaman sosial menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan dan tepat sasaran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Temuan Lapangan: Hambatan Administrasi Kependudukan

​Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Pendamping Sosial Kecamatan Bekasi Utara terjun langsung ke kediaman Ibu Maryati di RT 05/RW 01, Kelurahan Margamulya.

Kunjungan ini turut didampingi oleh unsur lingkungan setempat, termasuk Ketua RT, RW, dan petugas Pamor.

​Berdasarkan hasil asesmen komprehensif di lapangan, ditemukan fakta bahwa Ibu Maryati memang hidup seorang diri dan tidak tercatat sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Namun, kendala utama yang menyebabkan bantuan tidak dapat disalurkan ternyata terletak pada masalah Administrasi Kependudukan (Adminduk).

​Ditemukan beberapa fakta krusial dalam dokumen kependudukan Ibu Maryati:

  • Kartu Keluarga (KK) Belum Diperbarui: Dokumen KK yang dimiliki masih menggunakan data lama.
  • Data Anggota Keluarga Tidak Valid: Suami Ibu Maryati diketahui telah meninggal dunia sejak lima tahun lalu, namun namanya masih tercatat aktif dalam Kartu Keluarga.

​Ketidaksesuaian data antara kondisi riil dan dokumen administrasi ini seringkali menjadi penghambat utama dalam sistem verifikasi bantuan sosial otomatis.

​Status Kesejahteraan dan Urgensi Intervensi

​Meski terkendala administrasi, kondisi kerentanan Ibu Maryati telah terkonfirmasi melalui sistem data terpadu.

Pengecekan melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) menunjukkan bahwa Ibu Maryati masuk dalam kategori Desil 2.

“Kategori Desil 2 menandakan tingkat kerentanan sosial ekonomi yang cukup tinggi, sehingga yang bersangkutan sangat layak diprioritaskan untuk mendapatkan perlindungan sosial,” ungkap perwakilan tim asesmen lapangan.

Langkah Konkret: Perbaikan Data Dahulu, Bansos Kemudian

​Sebagai solusi jangka panjang agar Ibu Maryati bisa mendapatkan haknya secara berkelanjutan, Dinsos Kota Bekasi mengambil langkah taktis. Prioritas utama saat ini adalah melakukan pembaruan data kependudukan.

​Validitas data kependudukan adalah syarat mutlak (mandatory) dalam pengusulan bantuan sosial di semua tingkatan pemerintahan.

Oleh karena itu, Pendamping Sosial telah berkoordinasi dengan pengurus RT, RW, dan Pamor untuk segera memperbarui Kartu Keluarga Ibu Maryati.

​Rencana tindak lanjut yang telah disusun meliputi:

  1. Koordinasi Kelurahan: Memastikan proses revisi KK di Kelurahan Margamulya berjalan cepat sesuai ketentuan.
  1. Pengusulan Bansos: Setelah data kependudukan valid (suami tercatat meninggal dan KK diperbarui), operator DTSEN Kelurahan akan segera menginput nama Ibu Maryati sebagai calon penerima bansos.

​Himbauan bagi Warga Kota Bekasi

​Kasus Ibu Maryati menjadi pembelajaran penting bagi masyarakat mengenai pentingnya tertib administrasi kependudukan.

Warga dihimbau untuk segera melaporkan perubahan data kependudukan (kematian, kelahiran, atau kepindahan) agar hak-hak pelayanan publik, termasuk bantuan sosial, tidak terhambat.

Butuh informasi lebih lanjut mengenai layanan sosial di Kota Bekasi?

Segera hubungi Dinas Sosial Kota Bekasi atau lapor melalui pengurus lingkungan setempat jika menemukan warga rentan yang belum tersentuh bantuan.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Bekasi Berikan Motivasi kepada Pencaker Penyandang Disabilitas
Skandal Pungli MCK Pasar Bantargebang: Kejari Kota Bekasi Garap Kadisdagperin Besok
Keren! Job Fair Kota Bekasi 2026 Sediakan 300 Loker Khusus Penyandang Disabilitas
Membludak! 7.000 Pencaker Serbu Job Fair Kota Bekasi 2026
Cegah Tragedi Bekasi Timur Terulang, Dishub Gembleng 25 Penjaga Perlintasan
Belum Final! Dishub Gandeng KAI Kaji Penutupan Perlintasan Grand Mall
APBD 2026 Tercekik, Pemkot Bekasi Evaluasi TPP ASN: Cek Rincian Lengkap per OPD
Skandal Satpol PP Bekasi: 4 Korban Pelecehan Lapor BKPSDM
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:55 WIB

Wali Kota Bekasi Berikan Motivasi kepada Pencaker Penyandang Disabilitas

Selasa, 7 Juli 2026 - 16:09 WIB

Skandal Pungli MCK Pasar Bantargebang: Kejari Kota Bekasi Garap Kadisdagperin Besok

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:07 WIB

Membludak! 7.000 Pencaker Serbu Job Fair Kota Bekasi 2026

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:21 WIB

Cegah Tragedi Bekasi Timur Terulang, Dishub Gembleng 25 Penjaga Perlintasan

Senin, 6 Juli 2026 - 16:35 WIB

Belum Final! Dishub Gandeng KAI Kaji Penutupan Perlintasan Grand Mall

Berita Terbaru

Suasana hiruk pikuk lalu lintas yang membelah deretan gedung pencakar langit di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Nama kawasan bisnis paling elite di Indonesia ini diabadikan dari sosok Panglima Besar Jenderal Soedirman, pahlawan nasional yang rela memimpin perang gerilya dari atas tandu dengan kondisi satu paru-paru demi mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia. (Foto: Ilustrasi/RakyatBekasi.com)

Ekstra

Sejarah Jalan Sudirman: Guru Desa Jadi Panglima Gerilya

Rabu, 8 Jul 2026 - 01:11 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

1
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x